
"Masyaallah." Kata itu langsung terucap dari bibir Saga saat melihat betapa cantiknya sang istri dalam balutan gamis dan hijab berwarna putih. Dia yang saat itu juga memakai koko berwarna putih, langsung memeluk Anna dari belakang.
Hari ini, acara selapanan sekaligus akikah baby Lovely. Papa Jeremi dan mama Luisa yang mempersiapkan semuanya. Mulai dari dekorasi, makanan, hampers dan semuanya. Acara diadakan dirumah papa Jeremi, sengaja dia tak mau bikin dihotel karena ingin rumahnya sekali kali dibuat acara besar.
"Cantik sekali istri aku." Saga mencium pipi Anna lalu mengendus leher hingga bahunya yang tertutup hijab. "Wangi benget sih, jadi gak sabar buat nunggu seminggu lagi."
Deg
Anna seketika terkesiap. Dia baru ingat jika masa nifasnya akan berakhir 5 hari lagi. Dan itu artinya? Anna seketika merinding. Rasanya dia masih belum siap melakukan hubungan badan. Membayangkan bagian yang baru saja terbuka lalu dijahit akan kembali digunakan, mendadak dia merasa ngilu.
"Kenapa sayang, apa kamu juga sudah tidak sabar?"
Anna hanya menjawab dengan senyuman, tenggorokannya terasa tercekat, tak bisa berkata kata.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Saga melepaskan pelukannya. Dia berjalan menuju pintu lalu membukanya.
"Surprise"
Saga terbeliak dengan mulut sedikit menganga melihat Kalani didepan pintu kamarnya. Gadis itu tak sendirian, melainkan bersama papa El dan mama Mila yang saat ini sedang menggendong baby Lovely.
Saga tak tahu jika mereka akan datang. Beberapa hari yang lalu, mereka bilang belum boleh pulang, tapi ternyata, sekarang sudah ada disini.
"Lani kangen banget sama Kakak." Kalani langsung meringsek kedalam pelukan Saga.
"Kakak juga kangen banget sama kamu, mama dan papa. Bagaimana kabar kamu, udah beneran sehat?"
Kalani mengangguk meski wajahnya masih terlihat pucat.
__ADS_1
Mengetahui mertua dan adik iparnya datang, Anna langsung menghampiri mereka dan mencium tangannya.
"Maaf ya, mama baru bisa datang sekarang?" Ujar mama Mila sambil mengusap kepala Anna dengan sebelah tangannya.
"Anna yang harusnya minta maaf Mah, karena gak bisa jenguk Kalani." Ujar Anna sambil menatap Kalani.
"Lani udah sehat kok Kak. Apalagi lihat sicantik baby Love, jadi makin sehat." Kalani menyentuh pipi gembul baby Lovely lalu mengecupnya.
"Kok Lovely udah sama mama aja sih?" tanya Saga.
"Mama kamu gercep kalau udah urusan cucunya," sahut papa Elgar. "Tadi pas digendong mertua kamu dibawah, langsung diambil alih sama mama kamu."
Mereka semua langsung tertawa mendengar itu.
"Gimana gak gercep, orang cucunya secantik dan segemoy ini." Mama Mila menciumi pipi Lovely berkali kali hingga bayi itu menggeliat karena tidurnya terganggu.
"Ufah Mah, udah. Bisa bisa pipinya kempes kalau kamu ciumin terus gitu."
"Gak kerasa ya Mah, kita udah makin tua sekarang. Padahal papa masih ingin punya baby." Mama Mila langsung memelototi suaminya mendengar itu.
"Baby apa nih Pah maksudnya?" tanya Saga sambil menahan tawa. Sengaja memancing mamanya agar berfikir negatif.
"Mau apaan Pah, ngomong sekali lagi?" tekan mama Mila.
"Anak Mah maksudnya, anak. Jangan mikir yang enggak enggak deh." Elgar langsung merangkul bahu istrinya. Memelototi Saga yang sengaja mengompori mamanya.
"Ngomong ngomong, Kak Anna cantik banget sih kalau pakai hijab," puji Kalani. "Semoga istiqomah, gak dilepas lepas lagi."
"Aamiin." Sahut Saga dan mama Mila berbarengan. Sementara Anna, dia hanya menanggapi dengan senyum. Dia memang masih belum ada niatan berhijab.
__ADS_1
"Kebawah yuk, acaranya udah mau dimulai." Ujar Saga setelah melihat jam tangannya. Dia segera menggandeng tangan untuk turun kebawah.
Dibawah, ternyata sudah sangat ramai. Saga dan Anna sampai terbengong, tak tahu jika sebanyak ini tamu yang diundang oleh papa Jeremi dan mama Luisa. Mereka lalu menyalami tamu yang sesekali mengajak mereka ngobrol.
Tak lama kemudian, acara akikah dimulai. Beruntung baby Lovely tak rewel sama sekali karena sudah kenyang saat acara dimulai.
Selesai acara, mereka membagikan hampers kepada tamu. Kali ini, mama Luisa tak tanggung tanggung, hampers yang dibagikan sangat mewah.
Kai, pria itu menghampiri Saga dan Anna sebelum pulang.
"Makin cantik aja anak lo Ga." Ujar Kai yang memperhatikan baby Lovely yang ada dalam gendongan Anna. "Kok sekarang ganti minum dot sih?"
"Isinya asip Kak," Sahut Anna yang sedang memegangi botol susu yang diminum Lovely.
"Asip, apaan tuh?" Kai mengernyit bingung.
"Asi perah bego. Makanya buruan nikah dan punya anak biar ngerti. Punya lo keburu karatan kalau gak kawin kawin," ledek Saga.
Anna tak bisa menahan tawanya mendengar itu. Mereka berdua memang selalu begitu kalau ketemu.
"Daripada ngeledin, mending cariin gue jodoh."
"Males." Sahut Saga sambil memutar kedua bola matanya.
"Tega lo, dimintain bantuan gitu aja nolak. Tapi kalau ada masalah, curhatnya ke gue mulu." Kai menyebikan bibir. "Lupa lo, tiap hari curhat galau karena lagi puasa."
"****." Cepat cepat Saga membungkam mulut Kai. Tentu saja dia malu karena Anna jadi tahu soal itu.
Sementara Anna, dia langsung menelan ludahnya susah payah. Dia baru tahu kalau suaminya galau gara gara itu. Saga memang sudah cukup lama puasa jika ditambah 10 hari saat dia masih di US dulu.
__ADS_1
Mungkinkah dia sanggup menolak saat Saga meminta hak nya nanti, sedangkan dia masih belum siap.