
Desi celingukan di kantin. Mencari keberadaan Anna yang katanya menunggunya disini. Dan senyumnya seketika merekah saat berhasil menemukan Anna diantara banyaknya mahasiswa yang sedang makan siang.
"Wuih busyet, banyak juga makan lo." Desi geleng geleng melihat makanan didepan Anna. Mulai dari bakso, batagor, kentang goreng sampai jus alpukat.
"Gue hamil, jadi lapar mulu bawaannya."
"Apa, hamil!" Pekik Desi kencang, dia sampai lupa sedang berada dimana sekarang. Dia yang ketika itu masih berdiri, langsung jadi pusat perhatian banyak orang. Merasa malu, buru buru dia duduk lalu mencomot kentang goreng sambil nyengir.
Tapi gara gara itu, seseorang menyeringai karena tak sengaja melihat keberadaan Anna.
Kenapa aku bisa gak tahu kalau dia kuliah disini?
Putri, cewek yang hari itu bersama Evan, ternyata juga kuliah disini juga. Seringainya muncul karena merasa mendapat kesempatan untuk balas dendam.
Tunggu aja gadis sombong, akan tiba giliranku untuk balas mempermalukanmu.
Otaknya mulai mencari cara untuk membalas Anna.
Sementara ditempatnya duduk, Anna memelototi Desi karena telah membuatnya ikut malu.
"Sorri, soalnya gue seneng banget, sampai lupa daratan."
"Gue yang hamil, kenapa lo yang seneng?" Anna mengernyit heran.
"Ya kali aja karena suasana hati lo lagi baik, tuh motor Evan yang udah lama di garasi gue, lo hibahkan ke gue."
__ADS_1
Anna memutar kedua bola matanya malas. Dasar Desi, suka banget nyari kesempatan.
"Eh ngomong ngomong, kok lo kelihatannya galau gitu sih, gak seneng ya gamil?" tanya Desi sambil mencomot kentang goreng milik Anna.
"Seneng sih."
"Terus, galau kenapa?"
Anna menghembuskan nafas kasar sambil menatap nanar bakso yang ada dihadapannya.
"Ada art baru diapartemen gue, masih muda."
Desi langsung ngakak mendengar itu. Meski Anna belum cerita lebih panjang, dia udah ngeh kemana arah obrolan itu. Pasti tak lain tak bukan, Anna takut suaminya diembat tuh pembokat kayak dicerita cerita ftv atau novel.
"Lo keterlaluan kalau sampai cemburu sama art, parah lo. Emang lo pikir suami lo doyan sama tuh art?" Desi geleng geleng kepala. "Orang selingkuh itu gak asal embat An. Ya gak mungkin Kak Saga selingkuh sama pembokat disaat dia punya bini kayak lo, gak level. Sumpah, otak lo gesernya udah kebangetan. Ibaratnya nih, posisi harusnya di Jakarta, eh gesernya sampai papua. Mending mending kalau ke Tangerang atau bogor." Desi ngakak sambil memukul mukul meja, sampai sampai Anna malu karena kelakuannya yang bar bar.
"Eh, btw tuh pembokat secakep apa sih? Selena gomez, Lisa blackpink, Raisa, atau siapa?" Desi penasaran tingkat dewa, ingin tahu seperti apa wajah wanita yang membuat seorang Annaya galau.
Anna melihat kesetikar, kali aja nemu orang yang bisa dia gunakan untuk persamaan dengan Yuni. Hingga akhirnya dia menemukanya.
"Tuh, kayak mbak mbak penjual ayam geprek."
Desi memutar badannya demi bisa melihat seperti apa wajah penjual ayam geprek. Dan sekali lagi, Desi ngakak hingga perutnya kram.
"Ya Allah Anna, kayaknya otak lo gak geser ke Papua deh, tapi ke Mekah. Insaf lo, umroh sana biar tuh otak bener. Yang kayak gitu lo cemburuin." Desi kehabisan kata kata. Kalau sampai Saga yang kaya raya dan tampan, selingkuh sama cewek modelan mbak mbak penjual ayam geprek, fix otaknya geser.
__ADS_1
"An, lo itu terlalu over thinking. Kalau dulu lo galau gara gara Rania, gue masih bisa terima. Tapi kalau yang kali ini, lo bener bener keterlaluan."
"Tapi ini dia gede." Anna menunjuk dadanya sendiri. Wajah polos Anna membuat Desi makin kram perut. Sumpah, pengan banget Desi mengumpati Anna. Kecemburuannya benar benar tak beralasan. Bahkan sampai ukuran dada dia perhatiin.
"Jadi itu yang bikin lo insecure?" Anna mengangguk. "Selingkuh itu bukan hanya karena ada kesempatan, tapi juga karena tabiat orangnya. Tapi kalau lo masih gak bisa tenang dan insecure gara gara dada, sana susulin suami lo, suruh dia ngere mes dada lo biar makin aduhai. Dosen lo gak datengkan sekarang?"
Anna memutar kedua bola matanya malas. Suaminya sedang kerja, ya kali disuruh gituan. Yang ada dia malah ngeganggu. Tapi kalau dipikir pikir, kayaknya gak ada salahnya juga nyusulin Saga ke kantor.
"Mau kemana?" tanya Desi saat Anna tiba tiba menyesap jusnya hingga habis lalu berdiri.
"Nyusulin Kak Saga."
Desi menepuk jidatnya sendiri. Padahal dia hanya asal bicara, tahu tahunya Anna beneran nyusul kekantor.
Anna naik taksi online menuju kantor Saga. Sepanjang jalan menuju rungan suaminya, dia memperhatikan para staf perempuan. Bener kata Desi, Saga dikelilingi cewek cantik, mana mungkin kesengsem sama pembokat, gak level.
Sebelum masuk keruangan Saga, Anna terlebih dulu mampir ke meja Zizi.
"Bu Anna, ada yang bisa saya bantu?"
Anna hendak menanyakan tentang Yuni, tapi mendadak dia mengurungkannya. Dia tak mau terlihat cemburu pada Yuni. Gak keren banget cemburu pada art. Dia tak mau ditertawakan Zizi gara gara itu.
"Entar kalau ada yang nyari suami saya, bilang lagi sibuk, gak bisa diganggu." Setelah mengatakan itu, Anna langsung masuk keruangan Saga.
"Sayang, kamu kok ada disini?" Saga kaget melihat Anna yang tiba tiba datang tanpa permberitahuan. "Apa ada masalah?"
__ADS_1
Bukannya menjawab, Anna malah mengunci pintu lalu menghapiri Saga dan duduk dipangkuannya. Belum hilang kebingungan Saga karena kedatangan Anna yang tiba tiba, kedua tangannya malah ditarik Anna dan diletakkan didadanya.