
Mobil yang dikendarai Saga berhenti didepan sebuah kampus swasta. Dia melihat jam ditangannya, seharusnya Anna sudah pulang, tapi entah kenapa, cewek itu belum kelihatan batang hidungnya. Tak terasa, dia dan Anna sudah menikah hampir 4 bulan.
Saga memperhatikan mahasiswa yang keluar masuk kampus. Mereka masih sangat muda muda, disudut hatinya yang paling dalam, ada perasaan insecure. Bagaimana jika Anna sampai tergoda?
Tak heran jika Saga sampai kepikiran hal itu. Melihat Anna yang memiliki kecantikan diatas rata rata, tubuh yang perfect serta kaya raya, sudah pasti dia menjadi incaran nomor satu para mahasiswa, bahkan mungkin juga dosen.
Kemarin saja, Anna sudah bercerita kalau dia menjadi pusat perhatian saat ospek. Maba secantik dia, tak heran kalau langsung populer dihari pertama ospek.
Tok tok tok
Ketukan dikaca membuyarkan lamunan Saga. Senyumnya merekah melihat Anna mengintip dari balik kaca jendela.
Anna langsung masuk begitu pintu dibuka dari dalam. Dia yang lelah segera duduk dan menyandarkan punggung disandaran kursi.
"Capek banget kayaknya?" Tanya Saga sambil kembali menyalakan mesin mobil dan mulai masuk kejalan raya.
"Hem, banyak banget kegiatan hari ini. Ternyata kuliah itu sangat melelahkan," keluh wanita itu. "Tapi seneng juga sih Kak, aku jadi punya banyak teman sekarang, gak boring lagi." Wajah lelah tadi tiba tiba berubah menjadi segar. Entah kejadian apa dihari ini yang dia ingat sehingga mood nya tiba tiba berubah.
"Temen cowok?"
"Cowok cewek. Aku gak pilih pilih temen."
"Batasi pergaulan dengan teman cowok, kamu udah nikah."
Anna langsung menegakkan tubuhnya mendengar itu.
"Cie..cie..udah mulai protektif nih Pak Su. Jangan jangan udah mulai terbucin bucin sama aku?" Goda Anna sambil memegang lengan Saga dan mengedipkan sebelah mata saat pria itu menoleh kearahnya.
Saga tersenyum sambil menyentuh pucuk kepala Anna sebentar.
Tuh kan, cuma disenyumin aja. Kapan sih, Kak Saga bilang cinta sama aku?
__ADS_1
Anna kembali menyandarkan punggungnya. Mengecek ponsel dan melihat chat digrup barunya. Grup maba kece yang baru hari ini terbentuk.
"Kak, emang Kakak gak capek harus antar jemput aku tipa hari. Aku bawa mobil sendiri aja ya kak mulai besok?"
"Enggak, kakak gak ngijinin." Saga tak mau Anna keluyuran dulu setelah pulang kuliah. Tanggung jawab menjaga Anna, sudah jatuh kepundaknya. Dia tak mau sampai lengah dan membuat papa Jeremi kecewa.
"Terus kalau pas Kakak ada meeting atau kerjaan diluar kota, gimana?" Anna berusaha mencari celah.
"Papa Jeremi udah nawarin ngasih supir sekaligus bodyguard, sepertinya kakak akan terima."
Anna seketika berdecak kesal. Padahal tujuan utamanya membawa mobil sendiri adalah agar bisa bebas main dengan teman temannya. Tapi kalau diawasi bodyguard, yang ada dia gak bisa gerak sama sekali.
Mobil yang awalnya berjalan dengan kecepatan sedang itu, mendadak merambat karena terjebak macet.
"Tumben daerah sini macet?" gumam Anna.
Terlihat tak jauh dari mereka, dua orang polisi sedang mengurai kemacetan dengan menyuruh kendaraan untuk putar balik atau lewat jalur alternatif.
"Ada apa ya Pak, kenapa macet?"
"Ada kecelakaan mbak, mobil sama kontainer."
"Ada korban meninggal?"
"Dua orang mbak, laki laki."
Setelah mendapatkan info, Anna kembali menutup kaca jendela. Tubuhnya tiba tiba merinding. Mendengar kabar kematian, meski tak kenal, jelas membuat hati siapapun bergetar.
Saga mengikuti arahan polisi untuk putar balik. Alhasil dia tak jadi mengantar Anna pulang, melainkan mengajaknya untuk kekantor. Tapi lebih dulu, dia mengajak Anna untuk mampir makan siang karena hari ini, dia belum sempat makan siang.
Saga yang ingin makan seger seger, mampir direstoran sop buntut, sementara Anna, karena sudah makan di kampus, dia hanya memesan minuman saja.
__ADS_1
Saga sibuk dengan makanannya, sementara Anna sibuk dengan ponselnya. Cewek itu terlihat senyum senyum sendiri dengan jari sibuk mengetik. Penasaran sedang chat dengan siapa, Saga langsung menarik ponsel Anna.
"Kak Saga." Seru Anna yang terkejut saat ponselnya tiba tiba berpindah tangan. Wajahnya terlihat kesal, dia berdiri untuk mengambil balik ponsel tapi tak jadi karena Saga lebih dulu memelototinya.
Saga mulai mengecek ponsel Anna. Ternyata istrinya itu sibuk chat digrup maba.
An, tadi Kak Anjas nanyain nope lo.
Si Juno juga ngeliatin lo mulu, kayaknya naksir.
Gak usah diladenin An. Mending Kak Fero, aja.
Dan masih banyak lagi chat yang menyebutkan nama cowok. Sampai sampai Saga tak bisa mengingat nama nama itu saking banyaknya. Sepertinya, istrinya benar benar jadi maba terpopuler tahun ini.
Saga menatap Anna tajam, membuat cewek itu seketika menunduk sambil memainkan jemarinya.
"Aku gak nanggepin mereka kok Kak, suer."
Ponsel Anna terus berbunyi. Notifikasi tak henti hentinya masuk diponsel itu, membuat Saga geram.
"Gak bisa dibiarin." Saga segera mengetik dilayar ponsel Anna.
"Kakak nulis apa?" Anna penasaran saat Saga terlihat mengetik diponselnya.
Setelah Saga mengirim chat, beberapa saat kemudian tak lagi terdengar bunyi notifikasi.
Saga mengembalikan ponsel Anna, buru buru cewek itu mengecek, penasaran apa yang ditulis suaminya.
Gue udah nikah guys. Bilangin sama mereka buat jangan gangguin gue. Karena gue gak mungkin kecantol. Gue cinta mati, semati matinya sama suami gue.
Anna keluar dari grup
__ADS_1