Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
MALU


__ADS_3

Kadang terlihat serius, kadang tiba tiba cekikikan sendiri, kadang juga terlihat seperti mau nangis Saga hanya bisa geleng geleng melihat kelakuan istrinya yang sedang bermain ponsel disofa ruangannya.


Lama lama bermain ponsel, Anna akhirnya bosan juga. Dia mendekati Saga dan berdiri tepat disebelahnya.


"Ngerjain apa sih Kak, serius banget kayaknya?" Tanya Anna sambil menatap layar laptop Saga.


"Kenapa, mau bantu?"


"Hehehe, gak ngerti." Jawab Anna sambil cengengesan.


Saga melanjutkan pekerjaannya, tak mempedulikan Anna yang ada diselahnya.


"Jalan jalan yak Kak, aku bosen nih." Rengek Anna sambil memegangi lengan Saga.


"Aku lagi banyak kerjaan Anna." Jawab Saga tanpa meloleh pada istrinya itu.


"Ish, gak seru. Ayo dong jalan jalan." Anna menarik narik lengan Saga, merengek seperti bocah yang minta diajak jalan jalan. Saga geram, dia tak bisa melakukan pekerjaannya karena kelakuan Anna.


Saga menoleh kesebelah, menatap Anna tajam. Berharap dengan seperti itu, Anna takut dan tak lagi merengek minta jalan. Dan terbukti, Anna seketika diam, meski bibirnya mengerucut panjang kedepan.


Sambil menghentak hentakkan kakinya kelantai, Anna kembali menuju sofa. Menjatuhkan bobot tubuhnya disana sambil menatap Saga geram. Percuma juga dia datang kekantor kalau ujung ujungnya cuma dicuekin. Tiba tiba, terbesit suatu ide diotaknya yang tumpul itu. Dengan senyum mengembang, Anna kembali mendekati Saga. Menarik sebelah lengan Saga yang ada didepan laptop lalu duduk dipangkuannya.


"Apa apaan ini?" Saga kaget dengan kelakuan istrinya.

__ADS_1


Anna duduk miring dipangkuan Saga, melingkarkan kedua lengannya dipinggang pria itu sambil tersenyum padanya.


"Dari yang aku baca dinovel, biasanya peran utamanya selalu memangku pacar atau istrinya sambil bekerja. So sweet banget kan? Siapa tahu dengan kita mempraktekkan seperti itu, cinta itu bisa tiba tiba datang."


Saga mendesis sebal. "Bukannya cinta yang datang, tapi kesal." Tekan Saga sambil melotot. "Aku gak bisa leluasa kerja kalau kamu duduk dipangkuanku seperti ini."


"Masak sih?" Bukannya bangkit, Anna malah menyandarkan kepalanya didada bidang Saga sambil mengendus baunya. "Kak Saga kok wangi banget, bahaya nih."


"Bahaya apanya? Saga mengernyit sambil menunduk kebawah menatap Anna.


"Bisa jadi inceran pelakor."


Saga menghela nafas lemas. Dia benar benar tak paham isi kepala istrinya. Yang keluar dari mulutnya sangat random, tak bisa ditebak.


Anna menurut, dia bangkit dari atas paha Saga, membuat pria itu bernafas lega. Tapi kelegaannya itu tak berlangsung lama karena ternyata Anna berdiri dibelakangnya dan memijat bahu serta lehernya.


"Aku pijitin biar pegelnya ilang. Itung itung belajar jadi istri sholehah biar masuk surga."


Bukannya senang dipijat, Saga malah bergerak gerak tak karuan karena kegelian. Entah seperti apa Anna memijat bahu dan tengkuknya, rasanya benar benar geli.


"Stop Anna stop, aku geli." Saga berusaha menyingkirkan tangan Anna yang ada didekat tengkuknya.


"Diam, kakak kerja lagi aja." Anna menepis tangan Saga. "Biar aku tunjukkan skil memijat aku." Melihat Saga kegelian, Anna malah ingin mengerjainya. Sengaja pijatannya dia buat buat sehingga Saga makin kegelian. Dia tertawa cekikikan melihat Saga meliuk liuk tak karuan.

__ADS_1


"Stop Anna stop." Tak tahan lagi, Saga langsung memutar kursinya kebelakang. Menarik pinggang Anna hingga jatuh kepangkuannya. Salah satu tangan Saga memegangi pinggang Anna, sementara satunya, menggelitiki pinggang, leher serta bagian lain yang membuat Anna berteriak teriak kegelian.


"Rasain kamu geli gak?" Tak hanya tangannya yang menggelitik. Saga juga menggerakkan bibir dan lidahnya diseputaran leher Anna hingga gadis itu benar benar kegelian.


"Geli Kak, geli, ampun." Seru Anna sambil menggeliat geliat, berusaha lepas dari Saga. Saking hebohnya mereka berdua, sampai sampai tak mendengar saat pintu diketuk bahkan sampai dibuka.


"Kak Saga udah, geli." Saga belum juga mau melepaskan Anna. Dia ingin membuat wanita itu jera dan tak mengganggunya bekerja lagi.


"Hem hem."


Suara deheman yang cukup keras membuat Saga menghentikan ulahnya. Dia memutar kursi kembali menghadap depan dan langsung syok.


"Papa." Wajah Saga merah padam melihat papanya sudah ada didalam ruangannya. Entah sejak kapan papanya itu berada disana, yang pasti dia tak tahu kapan masuknya. Buru buru Anna bangkit dari pangkuan Saga dan merapikan rambut serta bajunya.


"I, itu." Saga garuk garuk, bingung untuk menjelaskan.


"Papa paham, namanya juga pengantin baru." Saga dan Anna makin menunduk dalam karena malu. Elgar pernah muda, pernah juga ada dimomen pengantin baru, jadi dia bisa paham.


"Ada apa Pa?" tanya Saga untuk mengurangi kecanggungan.


"Mama kamu gak enak badan. Nanti sepulang kantor, mampir sebentar jenguk mama." Elgar heran dengan Mila, baru juga ditinggal pindah seminggu oleh Saga, dia langsung sakit karena rindu dan terus kepikiran putranya. Mungkinkah semua ibu memang seperti itu?


"Iya Pah. Nanti Saga dan Anna akan menjenguk mama sepulang kerja."

__ADS_1


__ADS_2