Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
JANGAN JANGAN


__ADS_3

Anna merasakan kepalanya sangat pusing saat bangun tidur. Dia berusaha untuk duduk, memijit mijit pelipis serta tengkuknya untuk mengurangi pusing. Padahal semalam sudah makan banyak, tapi entah kenapa masih saja pusing.


Saat melihat jam, Anna langsung terkejut karena ternyata saat ini sudah siang. Akibat semalam tidur larut dan makan banyak, jadi senyenyak ini tidurnya.


"Kak, Kak Saga, udah siang Kak." Anna menggoyang gayangkan lengan Saga. "Sudah hampir jam 8, Kakak bisa telat ke kantor." Anna terus berusaha membangunkan hingga Saga akhirnya membuka mata.


Tapi alih alih bangun, Saga malah menarik Anna lalu mendekapnya.


"Kak Saga, udah siang." Anna berusaha melepaskan diri dari pelukan Saga tapi pria itu tak membiarkannya lepas.


"Aku gak ngantor, masih kangen kamu."


Blush, wajah Anna seketika memerah. Dia tersipu malu sambil membenamkan wajahnya didada bidang Saga. Padahal Saga cuma bilang kangen, tapi itu sudah mampu membuat Anna berbunga bunga.


Anna merasakan geli disekitar lehernya, ternyata Saga tengah menciumi leher serta telinganya.


"Ah..." Tanpa sadar, Anna mulai mendesahh pelan. Dia memang sangat merindukan sentuhan ini. Dua minggu lamanya tak bercinta, membuatnya ingin sekali merasakan nikmatnya mencapai puncak.


Saga mendorong Anna hingga telentang. Dengan kedua lengannya, dia mengunggung tubuh Anna yang ada dibawahnya. Keduanya saling menatap penuh cinta dan gairah yang sama sama tinggi. Nafas keduanya mulai memburu, tak mau menunggu lebih lama lagi, Saga segera mengikis jarak diantara mereka dan mendaratkan bibirnya pada bibir Anna.


Tok tok tok


"Anna, Anna, bangun sudah siang."


Suara gedoran pintu dan teriakan mama Luisa berhasil merusak momen dua insan yang sedang mengobati rindu.

__ADS_1


Ciuman yang masih ditahap pembukaan itu terpaksa berakhir.


"Anna, ini sudah siang, suami kamu gak kekantor?"


Saga menjatuhkan tubuhnya disebelah Anna sambil garuk garuk kepala. Sepertinya memang belum bisa dilanjutkan.


"Enggak Mah, Kak Saga cuti." Anna pikir setelah jawaban itu, mamanya segera pergi, jadi dia bisa lanjut berkeringat pagi.


"Loh, kenapa cuti, Saga sakit?"


Anna kesal karena ternyata mamanya belum pergi juga. Yang ada malah pertanyaanya merembet kemana mana. Terpaksa Anna turun dari ranjang dan menemui mamanya yang ada dibalik pintu.


"Ish, mama ganggu aja sih. Orang mau bikin anak malah diteriakan mulu. Kantornya milik bapaknya Kak Saga. Jadi suka suka dia mau kerja atau cuti."


Luisa langsung melotot mendengarnya. Dasar anak gak ada otak. Gak ada malunya ngomong gitu ke orang tua.


"Males ah Mah, kepalaku pusing."


"Kalau kuliah pusing, kalau bikin anak gak pusing." Sindir mama Luisa sambil menyebikkan bibir.


"Tuh mama tahu." Jawab Anna santai.


"Ya udah sana lanjut." Luisa berbalik badan lalu melangkah pergi. "Mama juga mau ngajakin papa buatin adik buat kamu."


"Jangan." Teriak Anna sambil berlari menyusul Luisa dan menahan lengannya. "Anna gak mau punya adik." Wajahnya terlihat sangat serius, membuat Luisa seketika mengernyit.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Gak mau warisannya dibagi dua, hehehe." Setelah mengatakan itu Anna langsung kabur.


"Dasar otak warisan." Teriak Luisa sambil melepas sendal jepitnya lalu melempar kearah Anna dan mendarat tepat dikepalanya.


"Aduhh..." Pekik Anna sambil mengusap kepalanya yang terkena lemparan sandal. Untung mamanya, kalau orang lain, pasti sudah Anna bales lempar balik.


Anna masuk kamar sambil mengusap kepalanya. Udahlah kepala pusing, dilempar sandal pula, jadi dobel sakitnya.


"Kenapa Yang?" tanya Saga.


"Dilempar sandal sama mama."


"Hah!" Saga langsung melongo sambil garuk garuk kepala. Kelakuan keluarga istrinya memang kadang kadang absurd. Tapi sudahlah, dia sedang tak mau memikirkan itu. Lebih baik sekarang melanjutkan apa yang tertunda.


Begitu Anna naik keatas ranjang, Saga langsung menggeser tubuhnya mendekat dan mencumbuinya.


"Kepalaku pusing Kak."


Mendengar itu, Saga seketika berhenti. "Emang mama ngelempar sandalnya kuat banget ya?"


Anna menggeleng. "Bukan karena itu, tapi sejak bangun tidur tadi emang udah pusing. Tapi tadi gak terlalu, tapi makin kesini, makin pusing."


Saga menggeser sedikit tubuhnya lalu memijit tengkuk dan pelipis Anna.

__ADS_1


"Kita periksa ke dokter ya, kamu pucat banget. Dah gitu semalam pakai pingsan, aku jadi khawatir."


Anna tiba tiba teringat sesuatu, dia sudah telat datang bulan cukup lama. "Jangan jangan aku hamil Kak?"


__ADS_2