
Pagi ini, Anna malas sekali kuliah. Rasanya pengen dirumah saja, quality time berdua dengan Saga. Tapi sepertinya tidak mungkin mengingat Saga sudah lebih dulu bangun dan sedang mandi saat ini.
Saga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dipinggang. Tangan kanannya terlihat sibuk menggosok rambutnya yang basah. Melihat tetesan air didada suaminya, membuat Anna makin malas kuliah. Pengen ngekepin Saga seharian dikamar. Membelai dadanya yang bidang dan rebahan disana.
"Buruan mandi, ntar telat." Saga membuka almari dan mengambil pakaian kerjanya disana. Biasanya Anna sudah menyiapkan, tapi pagi ini, Anna benar benar tak ada mood mau ngapa ngapain, pengenya rebahan mulu dikasur. Dan kalau bisa, sambil meluk suami tercinta.
"Hari ini kita dirumah aja yuk Kak." Meski tak yakin Saga mau, Anna tetap mengatakan kemauannya.
"Kakak ada meeting pagi ini An."
"Diwakilkan aja yah . ." Anna masih berusaha bernegosiasi.
"Gak bisa An, penting soalnya."
"Tapi aku lagi ngidam pengen rebahan sama Kakak seharian ini."
"Hah." Saga yang awalnya membalakangi Anna langsung memutar tubuhnya 180 derajat.
"Diturutin ya Kak, entar anak kamu ngiler loh."
Saga membuang nafas kasar sambil geleng geleng. Dia yakin Anna tak sedang ngidam. Hanya alasan saja karena lagi malas ngampus. Dia yang sedang diburu waktu karena ada meeting penting pagi ini, tak mau menghiraukan permintaan Anna.
"Jangan suka bohong, apalagi gunain kehamilan buat alesan. Apa apa bilangnya ngidam. Gak baik sayang." Saga yang sudah selesai berganti baju berjalan menghampiri Anna lalu duduk disisi ranjang. Diraihnya telapak tangan Anna yang halus lalu dikecupnya punggung tangan itu beberapa kali. "Buruan gih mandi. Kakak harus nyampai kantor lebih pagi dari biasanya."
Anna menghela nafas berat, bahkan Saga sampai bisa mendengar helaannya. Dia turun dari ranjang, berjalan malas ke kamar mandi lalu mandi dengan buru buru.
Selesai bersiap siap, mereka kedapur untuk sarapan. Yuni sudah menyiapkan dua piring nasi goreng plus telur ceplok untuk majikannya.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Saga yang melihat Anna hanya memandangi saja makanan didepannya.
"Gak nafsu makan."
Saga melihat jam tangannya. Kalau saja ada waktu, dia mau mau saja membujuk ataupun menyuapi Anna, tapi dia sudah dikejar waktu.
"Sayang, Kakak buru buru, cepetan dong dimakan."
Tak mau mengabaikan perintah Saga, Anna mulai menyendok nasi goreng didepannya dan memakannya. Sebenarnya rasanya enak, hanya saja mood nya sedang tidak bagus pagi ini.
"Non Anna mau saya bikinin coklat hangat. Kayaknya Non Anna mood nya lagi turun. Coklat bisa naikin mood, mau gak?" tawar Yuni.
"Ya udah buatin aja mbak." Saga yang menjawab karena Anna hanya diam saja.
Segelas coklat hangat sudah terhidang didepan Anna. Segera dia minum untuk mengisi perut yang sedikit terasa kurang nyaman pagi ini.
Sudah seminggu Yuni bekerja. Tidak ada kejanggalan atau hal mencurigakan, justru dia terlihat sangat peduli dengan Anna. Dan Anna juga sudah mulai tak terlalu curiga padanya.
"Buatin aja mbak." Lagi lagi Saga yang menjawab.
Karena tak punya banyak waktu, Saga mengajak Anna segera berangkat. Meski nasi goreng hanya tersentuh beberapa sendok saja, tapi setidaknya Anna sudah meminum segelas coklat hangat dan membawa bekal, membuat Saga sedikit lega.
"Kamu kenapa sih Sayang?" Saga meraih tangan Anna lalu menggenggamnya. Sementara matanya kembali fokus menatap jalan.
"Gak tahu Kak, rasanya aku males banget mau kuliah hari ini."
Mungkin ini yang dinamakan mood swing. Saga pernah membaca sebuah artikel yang membahas tentang mood ibu hamil yang naik turun, mungkin dia memang harus lebih sabar menghadapi Anna. Ini kehamilan pertama Anna, usianya juga masih belum genap 20 tahun, bisa dibilang masih sedikit labil.
__ADS_1
"Nanti malam kita jalan jalan, mau gak?" Saga mencoba menaikkan mood Anna.
"Males, pengen rebahan aja."
Saga menghela nafas berat. Menghadapi bumil itu susah susah gampang.
"Ya udah nanti kalau kerjaan di kantor beres, kakak gak balik lagi ke kantor setelah jemput kamu."
"Beneran Kak?" Ternyata ini lebih menarik bagi Anna daripada iming iming diajak jalan jalan.
"Bener. Tapi sekarang senyum dong, jangan murung aja, bikin Kakak gak tenang kerja."
"Siap my hubby."
Cup
Tak hanya tersenyum lagi, Anna bahkan menghadiahi Saga kecupan dipipi. Moodnya mendadak kembali baik.
Secepat itu, dasar aneh. Kurang lebih, seperti itulah yang ada dikepala Saga.
Mood yang kembali naik membuat Anna bersemangat mengikuti kelas. Entah kenapa, hari ini terasa lama sekali, padahal dia sudah tak sabar untuk pulang. Hamil membuatnya ingin nempel Saga terus. Males keluar rumah, pengennya rebahan mulu.
Begitu kelas terakhir selesai, Anna cepat cepat mengemasi barang barangnya. Seperti biasa, mempir dulu ke tempat wajib alias toilet untuk memperbaiki make up. Dia paling gak mau terlihat berantakan apalagi jelek didepan Saga. Apalagi sejak hamil ini, dia sukanya dandan terus.
Saat Anna sedang memoles lip tint, tiba tiba ada yang mengunci pintu toilet.
"Apa apaan ini, kok dikunci?" Anna menatap beberapa mahasiswi yang ada didalam toilet. Mereka ada 4 orang, dan salah satunya, Anna seperti pernah bertemu.
__ADS_1