Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
LDR 2


__ADS_3

Anna mengemasi buku bukunya begitu kelas usai. Sejak Saga di China, dia selalu diantar jemput oleh supir sekaligus bodyguard papanya. Tidak diijinkan kemanapun dan hukumnya wajib langsung pulang ke rumah.


"An, elo yakin besok gak mau ikut?" Tanya Naura, teman sekelas Anna dikampus. Besok Laras, teman mereka akan mengadakan acara ulang tahun.


"Gue gak bisa Ra. Elo tahu kan, gue dilarang kemana mana. Pulang kampus aja meski langsung pulang. Mana mungkin aku diijinin kepesta malam hari."


Naura berdecak sebal. Sebenarnya dia suka berteman dengan Anna, sayangnya Anna susah sekali diajak keluar. Selalu alasanya gak boleh sama suami.


"Ribet banget sih hidup lo An." Noval yang mendengar obrolan mereka ikut menimpali. "Bisa ya lo hidup dikekang kayak gitu, mau apa apa gak boleh. Lo itu masih muda. Hidup cuma sekali, dinikmatin napa."


Laras, si pemilik acara ikut nimbrung. "Ayolah An, tega lo gak dateng ke party gue." Bujuk Laras sambil menarik narik lengan Anna. Anna dalam dilema, Laras termasuk teman dekatnya dikampus. Mereka kenal sejak ospek. Tapi untuk hadir ke party Laras, rasanya sangat mustahil.


"Tapi gue yakin gak bakal dapat ijin." Sahut Anna sambil memperhatikan temannya satu persatu.


"Bukannya lo bilang suami lo ada di China ya?" Naura tiba tiba teringat curhatan Anna beberapa hari yang lalu jika dia dan suaminya ldr.


"Wah, kesempatan bagus tuh, mumpung gak ada suami lo. Kapan lagi coba, kita bisa seneng seneng bareng kayak gini?" Noval semakin bersemangat.


Sebenarnya bukan masalah partynya yang membuat Anna ragu untuk datang. Tapi tempat pestanya di club malam, itu yang membuat Anna ragu. Laras adalah anak pemilik salah satu club malam di Jakarta, maka dari itu, partynya diselenggarakan disana. Sedangkan Anna sudah pernah janji pada Saga untuk tidak menginjakkan kaki ditempat seperti itu lagi.


"Nanti aku pikirin dulu." Anna cepat cepat memakai tas ranselnya. Dia tak boleh berlama lama karena Saga akan menelepon sebentar lagi. Memastikan apakah dia sudah ada dirumah apa belum.


"Aku tunggu keputusanmu. Jangan kecewakan aku Anna." Teriak Laras saat Anna tergesa gesa meninggalkan kelas.


.


.


Tak lama setelah sampai dirumah, ponsel Anna langsung berdering. Seperti biasa, suami posesifnya itu akan memastikan jika dia ada dirumah dan dalam kondisi baik baik saja.

__ADS_1


Dengan penuh semangat, Anna segera menjawab panggilan video dari Saga. Wajah yang dia rindukan itu, seketika muncul dilayar.


"Miss u Honey." Sapa Saga sambil mengulum senyum yang membuat wajahnya dua kali lipat lebih tampan dimata Anna.


"Miss u too."


Keduanya sama sama diam. Hanya saling menatap, mengungkapkan rasa rindu itu lewat mata.


Saga menyentuh wajah Anna dilayar ponselnya. Rasanya semakin hari, istrinya itu semakin cantik saja. Patutlah kalau saat ini dia rindu berat.


"Kamu kenapa, kok lemes gitu?" Saga melihat wajah Anna yang sedikit pucat dan seperti kelelahan. "Are you ok, Honey?"


"Aku baik kok Kak. Cuma ngantuk dan pegel pegel aja badan aku. Akhir akhir ini aku mudah banget lelah. Pulang kuliah pengennya langsung tidur."


"Jaga kesehatan, jangan lupa minum vitamin."


Anna mengangguk pelan.


Anna tergelak mendengar tebakan suaminya itu.


"Ya, enggak lah Kak."


"Takutnya mama masih marah. Terus nyuruh kamu ngerjain pekerjaan rumah sebagai hukuman."


Anna makin terkekeh lagi mendengarnya. So sweet banget sih, sampai sampai kepikiran kesana. "Mama mana bisa marah sama aku Kak. Marahnya itu cuma pura pura. Mama sayang banget sama aku."


Saat sedang dibicarakan, tiba tiba Anna mendengar panggilan mamanya dari lantai bawah. Panjang umur sekali mamanya.


"Tuh mama udah manggil aku. Palingan nyuruh makan."

__ADS_1


"Ya udah kamu makan dulu."


"Males, aku lihat tadi menunya gak ada yang bikin aku berselera."


"Emang kamu pengen makan apa?"


"Pengen makan yang seger seger, contohnya gado gado, salad buah , rujak."


"Ya udah buruan do."


Anna menggeleng. "Pengennya makan sama Kakak."


Saga melihat jam ditangannya, sebenarnya ingin sekali dia menemani Anna makan. Sayang dia tak ada waktu lagi, sebentar lagi ada meeting.


"Maaf, tapi Kakak ada meeting 15 menit lagi."


Ada sedikit perasaan kecewa dihati Anna. Tapi mau gimana lagi, suaminya itu sedang bekerja. Sedang berjuang mencari nafkah untuknya.


Apa aku coba minta ijin pada Kak Saga ya? Ahhh....dia gak mungkin ngijinin.


Anna maju mundur untuk meminta ijin.


"Ada apa An?"


Anna menggeleng cepat. Percuma juga minta ijin kalau dia tahu pada akhirnya tak dapat ijin.


"Kapan Kakak pulang? Aku udah kangen berat."


Saga terkekeh mendengarnya. Kalau saja Anna tahu, dia juga rindu berat saat ini. Tapi mungkin dengan berpisah seperti ini, cinta mereka akan makin kuat, karena sadar jika saling membutuhkan dan tak bisa terpisahkan.

__ADS_1


"Empat hari lagi mungkin. Doakan semua lancar biar gak molor urusannya."


"Aamiin. Aku mau Kak Saga cepet pulang."


__ADS_2