
"Hamil, kau yakin?"
Anna mengangguk cepat, tapi setelah itu menggeleng, membuat Saga jadi bingung. Seingat Anna dia sudah telat datang bulan cukup lama. Tapi itu tak bisa dibuat acuan, karena bisa jadi telat haid karena sebab lain.
Anna mengambil ponsel diatas nakas. Membuka internet lalu mencari artikel tentang tanda tanda kehamilan. Saga yang kepo, ikut membaca artikel tersebut.
"Apakah itu seperti yang kau rasakan?" tanya Saga.
"Sebagian, seperti pusing dan mudah lelah. Dan satu lagi, nyeri pay*dara."
Saga tiba tiba meletakkan telapak tangannya diatas dada Anna lalu mere mas nya.
"Aww...Kak Saga." Pekik Anna sambil melotot. Padahal kesenggol aja rasanya nyeri, eh ini malah dibuat kayak squisy, auto marahlah Annanya.
"Cuma ngetes, siapa tahu kamu bohong. Kan biasanya suka bohong."
Anna makin mendelik kesal lalu memukuli lengan Saga.
"Ampun sayang, becanda." Saga menahan tangan Anna agar tak terus memukulinya. Masih tak mau berhenti memukul, Saga mencium bibir Anna hingga istrinya itu langsung diam, tak bergerak apalagi berontak.
"Kamu tunggu dirumah sebentar." Saga beranjak dari ranjang dan langsung menyaut kunci mobil dan dompet yang ada diatas nakas.
"Mau kemana?"
"Udah tunggu aja dirumah, sebentar kok." Ujar Saga sembali mencium kening Anna sekilas lalu pergi.
"Jangan ketemuan sama cewek ya." Teriak Anna saat Saga hendak membuka pintu.
__ADS_1
"Udah terbucin bucin sama kamu." Sahut Saga sambil membuka pintu lalu pergi.
Anna senyum senyum sendiri. Cuma dibilangin gitu aja, senengnya udah kayak diajak shoping ke mall.
Meski penasaran Saga mau kemana, tapi dia sama sekali tak cemas. Suaminya itu pasti tak akan macam macam. Dia malah menduga duga jika Saga keluar untuk membeli sesuatu atau menyiapkan kejutan untuknya.
Sembari menunggu Saga, Anna memilih untuk mandi. Berendam air hangat agar pusingnya sedikit reda.
"Sayang....sayang.." Rasanya baru sebengar Anna berendam, tapi dia sudah mendengar suara Saga memanggilnya. Dan tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka.
Ternyata Saga keluar untuk membeli testpack. Saat ini, sudah ada tiga buah testpack berbeda merk ditangannya.
"Yuk kita pastikan." Ajak Saga sambil menunjukkan tiga testpack tersebut. Dia lalu mengambil bathrobe dan mengenakannya pada Anna saat wanita itu sudah berdiri.
"Kakak tunggu diluar gih, biar aku yang tes sendiri."
"Aku mau test sendiri." Sepertinya Saga sangat antusias.
Hanya menunggu beberapa detik, tapi rasanya sangat lama, mereka tak sabar ingin segera tahu hasilnya.
"Positif." Seru keduanya hampir bersamaan. Saga seketika memeluk Anna. Menciumi kepala dan hampir seluruh bagian wajah sambil berkali kali mengucapkan syukur kepada Tuhan dan berterimakasih pada Anna.
"Kakak bahagia?" tanya Anna dengan mata berkaca kaca. Sejujurnya dia masih belum terlalu siap, tapi baginya, kebahagiaan Saga adalah segalanya.
"Sangat sayang, sangat bahagia." Sahut Saga sambil menghujani wajah Anna dengan ciuman. "Makasih, sudah mau mengandung anakku."
Mereka saling bertatapan dengan mata berkaca kaca. Saling menunjukkan kebahagiaan lewat mata, terlebih Saga. Dia memang sudah sangat ingin memiliki Anak.
__ADS_1
Saga mendekatkan wajahnya pada wajah Anna. Menempelkan kening lalu menggesek gesek gesekkan hidung mereka.
"Aku mencintaimu Annaya, sangat mencintaimu." Saga mendaratkan ciumannya dibibir Anna.
.
..
.
Selesai mandi, mereka turun kebawah untuk sarapan. Saga tak mau Anna kembali pingsan seperti semalam. Jika biasanya Anna yang akan melayani Saga dimeja makan, kali ini, Saga menyuruh Anna untuk duduk manis, dia yang akan melayani semua kebutuhan Anna.
"Mau disuapin?"
Anna langsung mengangguki tawaran Saga. Mereka makan sepiring berdua dan saling menyuapi.
"Kamu harus makan yang banyak mulai sekarang. Jaga kesehatan, jangan sampai lelah. Zizi sudah mendapatkan art untuk kita, mulai besok dia akan mulai kerja. Kamu jangan ngelakuin apa apa, duduk manis dan kuliah aja."
Anna seketika tersenyum lebar, dia yakin Saga akan meratukannya setelah ini.
Saga menarik kursinya lebih dekat keasah Anna. Menundukkan kepala lalu mencium perut Anna yang masih rata.
"Assalamualaikum anak papa. Baik baik ya didalam. Papa gak sabar pengen segera ketemu kamu."
Mam Luisa yang kebetulan lewat, tak sengaja melihat hal itu. Dia mengernyit melihat Saga mencium perut Anna. Sedang apa yang diucapkan Saga, dia tak mendengar.
"Kamu ngapain Ga?"
__ADS_1
"Anna hamil Mah." Ujar Anna bersemangat. Dia memang sudah tak sabar ingin memberitahu kabar gembira ini pada orang tuanya.
"Heleh, udah gak mempan kamu bohongin lagi."