Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
SIAP SIAP LOVELY PUNYA ADIK


__ADS_3

Lovely sudah dipegang neneknya, sekarang saatnya Anna mempersiapkan semuanya. Dia mengganti sprei dengan yang baru. Memakai masker wajah, masker rambut dan tak lupa luluran. Dia harus terlihat fresh malam ini. Biarpun sudah jadi emak emak, tetap harus wangi, bersih, dan mempesona.


Sengaja dia mengirim pesan pada Saga untuk mampir membelikannya pizza agar pria itu pulang agak telat. Dia butuh banyak waktu untuk mempersiapkan diri dan mentalnya.


Anna memoles make up tipis agar wajahnya lebih segar. Tak lupa dia mengasihi Lovely dulu sampai kenyang sebelum Saga sampai. Beberapa saat yang lalu, suaminya itu mengirim pesan jika sudah ada digerai pizza pesanannya.


"Malam ini sama nenek dulu ya sayang." Anna menciumi setiap sisi wajah Lovely sebelum dia berikan pada mamanya. Melihat stok asip lumayan banyak difreezer, dia merasa lega.


Anna menelepon Saga, sengaja menanyakan apakah sudah hampir sampai.


"Udah mau sampai. Kenapa, udah kepengen banget ya pizzanya?" tanya Saga melalui telepon.


"Hem." Anna pura pura mengiyakan. "Nanti pizzanya langsung dibawa masuk kekamar aja ya."


"Iya sayang." Setelah itu Saga mematikan sambungan telepon.


Didalam kamar, Anna segera mengganti bajunya dengan lingeri yang dibelikan Saga. Tak lupa menyemprotkan parfum dan memoles kembali liptint dibibirnya.


Jantung Anna berdebar, tubuhnya sedikit gemetaran. Rasa takut itu kembali datang meski tadi dia sudah merasa sangat yakin.


"Semangat Anna, kamu pasti bisa." Anna menyemangati dirinya sendiri.


Sesampainya dirumah, Saga langsung menuju kamar sesuai apa yang dikatakan Anna tadi. Pertama kali masuk kamar, dia langsung mencium aroma terapi yang berasal dari lilin yang sengaja dinyalakan oleh Anna.


Dan yang membuat Saga langsung terkesiap, dia melihat Anna yang memakai lingeri sedang menyisir rambut didepan meja rias. Meski hanya melihat bagian belakang, sudah terlihat lekuk tubuhnya yang sangat menggoda.


"Udah pulang?" Anna meletakkan sisirnya lalu membalikkan badan.


Saga melotot sambil menelan salivanya susah payah. Anna terlihat sangat seksi. Tubuhnya yang sedikit lebih montok daripada sebelum punya anak, membuatnya terlihat makin menggairahkan.


Saga meletakkan pizza diatas meja lalu menghampiri Anna. Jakunnya terlihat naik turun, membuat Anna yang awalnya gugup jadi pengen ketawa. Ditambah lagi suaminya itu tak berkedip dari tadi, membuat tawa Anna semakin ingin meledak.


"Kamu cantik sekali sayang." Puji Saga sambil menyentuh bahu Anna yang terbuka. Bagian dada Anna yang terlihat membuatnya panas dingin. Apalagi saat Anna mengalungkan kedua lenganya dileher Saga dan menempelkan badan mereka, sesuatu dibawah sana langsung menegang.


Saga bisa merasakan dada yang besar itu menempel didadanya. Dia yang sudah tak tahan, langsung menahan tengkuk Anna lalu menyambar bibir merah yang menggoda itu..


Anna yang awalnya gugup, sedikit mulai rilek karena ciuman Saga. Pelan pelan, dia mulai membalas ciuman itu.


"Sudah selesai nifasnya?" Tanya Saga saat ciuman mereka terlepas.


"Hem." Anna tersenyum sambil mengangguk.


Tak terkira senangnya hati Saga mendapatkan kejutan seperti ini. Langsung dia membopong tubuh Anna keatas ranjang lalu mencumbuinya.

__ADS_1


Awalnya semua baik baik saja, tapi saat Saga hendak memulai penyatuan, Anna kembali didera rasa takut. Tubuhnya bergetar hebat, wajahnya pucat pasi dan keringat sebesar biji jagung keluar dari dari pori pori kulitnya.


"Are you ok?" Saga merasa ada yang aneh.


"Hem," Anna mengangguk sambil memejamkan matanya. Dia menggigit bibir bawahnya, bersiap siap menerima rasa yang dia tak tahu akan seperti apa.


"Kita tunda saja kalau kamu belum siap."


Saga hendak bangkit dari atas tubuh Anna tapi ditahan oleh wanita itu.


"Lakukan, aku sudah siap." Meski bibirnya berkata siap, sebenarnya hatinya masih belum.


Saga menyeka keringat di dahi Anna. Selain wajah Anna yang pucat, dia bisa merasakan jika Anna kurang menikmati pemanasan yang baru saja mereka lakukan.


"Jangan dipaksa kalau memang belum."


Anna memeluk punggung Saga erat saat pria itu hendak bangkit.


"Sekarang, please." Anna tak mau mengecewakan Saga lagi.


"Baikalah." Saga lalu kembali mencium Anna. Membuat wanita itu serileks mungkin sebelum memulai penyatuan.


Ternyata semua tak semenakutkan yang Anna pikirkan. Awalnya memang sedikit sakit, tapi lama kelamaan, dia juga menikmati. Hingga sampailah mereka dipuncak kenikmatan.


Anna menggeleng. "Hanya awalnya saja, tapi kemudian..."


"Enak." Sahut Saga sambil tertawa. Wajah Anna sampai memerah karena malu. "Harusnya kamu tak perlu memaksakan jika belum siap. Urusan ranjang, harus dikomunikasikan dengan baik." Saga menggenggam tangan Anna lalu menciumnya.


Anna hanya menanggapi dengan anggukan kepala.


"Apa aku bisa meminta satu kali lagi?"


Anna tergelak mendengar itu, tapi kemudian dia mengangguk yakin. Seperti kata Desi, dia harus memberikan service sebaik mungkin agar rumah tangganya selalu harmonis.


Hampir tengah malam, Saga yang kelelahan sekaligus lapar, mengambil pizza diatas meja lalu memakannya bersama Anna. Dia baru ingat jika sejak tadi, tak mendengar tangis Lovely. Tiba tiba saja dia panik.


"Lovely." Saga tergopoh gopoh melihat Lovely di box bayi.


Anna yang sedang makan pizza hampir saja tersedak karena tertawa. Bisa bisanya setelah sekian lama, baru sadar mencari anaknya.


"Dia sama mama."


Saga yang awalnya kaget karena tak menemukan Lovely di box, langsung bernafas lega.

__ADS_1


.


.


.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu dan tangis Lovely membuat Anna dan Saga yang hendak mengulang kenikmatan semalam jadi terhenti.


Dengan tergesa gesa Anna memakai lingeri yang tergeletak dilantai lalu membuka pintu dan hanya menampakkan kepala saja.


"Lovely nangis terus nih, buruan susuin." Omel Mama Luisa yang ada didepan pintu sambil menggendong Lovely.


"Ya elah Mah, asip dikulkas kan banyak."


"Dia gak mau minum dari dot. Ngambek kali karena ditinggal emaknya dari semalam. Lagian ini sudah pagi, masak semalaman full masih belum kelar juga?" Kesal juga mama Luisa. Pasalnya semalam dia tak bisa tidur karena Lovely rewel.


"Iya, iya sini." Anna membuka pintu lebar lalu mengambil Lovely dari gendongan mama Luisa.


"Astaga!" Mama Luisa melotot melihat badan Anna yang penuh dengan kissmark. "Udah kayak gitu masih kurang aja?" wanita itu geleng geleng.


"Mama kayak gak ngerti rasanya aja," cibir Anna.


"Ngomong ngomong kamu udah KB belum?"


What! Mata Anna langsung terbeliak mendengar itu. Dia sama sekali tak ingat masalah itu.


"Siap siap dah Lovely punya adik."


"ENGGAK!" Teriak Anna dengan wajah pias. Sumpah demi apapun, dia belum siap jika harus hamil lagi. Rasa sakit saat melahirkan kemarin, masih teringat jelas dikepalanya.


.


TAMAT


.


.


Terimakasih buat yang udah dukung Saga dan Anna sejak awal hingga akhir. Novel ini sengaja dibuat ringan tanpa konflik, semoga terhibur. Maaf jika ada salah salahnya.


Salam hangat dari Author 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2