Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
JUGA MENCINTAIMU


__ADS_3

"Hwaaa..." Anna menangis dengan wajah menelungkup diatas meja. Tak hanya itu, sebelah telapak tangannya mengepal dan memukul mukul meja. Inikah balasan untuk kerja keras dan lelahnya seharian ini?


"An, kamu kenapa?" Saga bingung dengan tingkap absurd Anna. Istrinya itu memang aneh, hanya ditanya kuenya beli dimana, tanggapannnya diluar dugaan seperti ini.


"Cake itu bikinanku sendiri."


Huk huk huk


Saga langsung tersedak mendengarnya. Cepat cepat dia mengambil air untuk melegakan tenggorokannya. Dia menyesal telah berkata jujur. Tapi mau gimana lagi, udah terlanjur terucap, tak bisa ditarik lagi


Anna mengangkat wajahnya, beranjak dari kursi dengan perasaan kesal lalu meninggalkan Saga begitu saja. Dia masuk kamar, membanting pintu kuat kuat karena sebagai pelampiasan. Merebahkan badan diatas ranjang lalu memukul mukul guling.


"Kak Saga menyebalkan, menyebalkan." Setelah puas memukuli guling, Anna berganti memeluknya. Angan angannya tadi siang semua berantakan. Bukannya memakai lingeri untuk menggoda Saga dan menghabiskan malam panjang berdua, endingnya malah hanya meluk guling dengan perasaan dongkol.


"Dia bahkan tidak menyusulku kekamar. Bagaimana aku bisa percaya dia mencintaiku kalau seperti ini?"


Anna menatap pintu, berharap Saga datang, meminta maaf dan membujuknya. Sayangnya, tak ada yang muncul dari balik pintu itu. Hingga dia mulai merasa ngantuk. Sekarang sudah tengah malam, ditambah siang yang tak tidur karena membuat kue, wajar kalau matanya ingin terpejam.


Disaat hampir tertidur, dia merasakan sebuah lengan melingkar dipinggangnya. Dari bau parfumnya, dia tahu itu Saga. Emang mau siapa lagi, orang mereka hanya tinggal berdua.


"Maaf." Bisik Saga didekat telinga Anna. Sengaja tadi dia tak langsung mengejar karena tahu Anna pasti akan ngamuk ngamuk. Jadi dia menunggu dulu sampai kepala Anna dingin baru masuk. Menghabiskan setengah bagian cake karena sangat lapar meski rasanya tidak cocok dilidahnya.


Anna tak menjawab, pura pura tidur.

__ADS_1


"Udah tidur ya?"


Saga tiba tiba mencium leher Anna. Meski kegelian, demi konsisten akting tidur, Anna menahannya.


"Good night sayang." Saga memberikan kecupan lembut dipipi Anna.


Jantung Anna seketika berdebar debar. Panggilan sayang tadi terdengar sangat tulus. Dan kecupan itu, benar benar mempu memporak porandakan hati Anna.


Saga menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Tidur dengan posisi telentang, berbantalkan kedua lengan sambil menatap langit langit kamar.


"An, kamu tahu gak, Aku seneng banget saat kamu cemburu tadi. Karena itu artinya, kamu cinta sama aku."


Anna menggigit bibir bawahnya mendengar curhatan hati Saga. Akhh ..kalau saja dia lagi gak mode ngambek gini, pasti langsung dia peluk suaminya itu.


"Tapi kenapa pas Aku bilang cinta, kamu kayak gak seneng gitu. Kamu juga gak bales dengan bilang cinta balik. Aku jadi ragu, kamu sebenarnya cinta gak sih sama aku?"


Saga sebenarnya tahu Anna hanya pura pura tidur, tapi dia biarkan saja sampai wanita itu berhenti berpura pura dengan sendirinya.


"Mungkin aku harus sadar diri. Siapalah aku ini, gaji pas pasan, wajah pas pasan. Mana mungkin kamu mencintaiku."


Tak kuat juga hati Anna mendengar itu. Dia langsung membalikkan badan dan memeluk Saga.


"Siapa bilang aku gak cinta. Aku cinta banget sama Kakak."

__ADS_1


"Hahaha.." Tawa yang dari tadi ditahan Saga akhirnya meledak juga. Membuat Anna seketika itu juga, sadar jika sedang dikerjai Saga. Dia bangun lalu memukuli lengan dan dada Saga.


"Ampun, ampun sayang." Saga berusaha untuk menangkis serangan dari Anna.


"Kak Saga keterlaluan, udah ngerjain aku." Anna masih saja terus memukul dan baru berhenti saat Saga menarik lengannya hingga badannya terhuyung kedepan. Jarak wajah mereka sangat dekat, bahkan Anna bisa merasakan hembusan nafas Saga.


"Aku mencintaimu Annaya." Sebuah ungkapan cinta yang mampu membuat Anna melambung tinggi sakit happynya.


"Aku juga."


"Juga apa?" Saga sengaja menggoda.


"Juga mencintai Kak Saga." Selesai mengatakan itu, Anna langsung mencium bibir Saga. Bila biasanya Saga yang mengawali, kali ini Anna yang berinisiatif memulai duluan.


Mereka melepaskan pagutan bibir itu sejenak untuk mengambil nafas, lalu kembali lagi menyatukannya lagi dan lagi.


Tapi ketika tangan Saga hendak membuka pakaian Anna, cewek itu menahannya.


"Kenapa?"


"Tunggu sebentar." Anna mengerling nakal lalu turun dari ranjang. Mengambil sesuatu dari dalam almari lalu menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian, Anna keluar dengan memakai lingeri warna pink yang sangat seksii. Menggigit bibir bawah sambil berpose menantang.

__ADS_1


Jakun Saga bergerak naik turun. Nafasnya semakin memburu melihat pemandangan luar biasa itu. Tak tahan lagi, dia bangkit dari atas ranjang lalu menghampiri Anna yang masih berdiri didepan pintu kamar mandi.


Segera dia cium bibir menggoda istrinya dan mengangkatnya keatas ranjang.


__ADS_2