Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
KENCAN


__ADS_3

Malam ini, Saga mengajak Anna jalan jalan ke mall. Karena belum makan, tujuan pertama mereka adalah restoran. Karena memiliki kesukaan yang sama, akhirnya mereka memutuskan untuk makan ramen. Selesai mengisi perut, Saga dan Anna pergi berjalan jalan menyusuri gerai demi gerai dimall. Tapi tak ada satupun yang dibeli. Entah kenapa, perasaan bahagia membuat Anna tak tertarik belanja apapun.


Tangan Anna tak pernah lepas dari genggaman Saga. Siapapun yang melihat, pasti mengira jika mereka adalah sepasang kekasih mengingat usia Anna yang masih sangat muda.


"Kita kayak orang masih pacaran ya Kak?"


"Pacaran halal, nikmat kan?" Saga balik bertanya dan langsung diangguki oleh Anna. "Aku tak perlu dikejar kejar waktu karena harus memulangkan anak gadis orang sebelum jam 10. Dan yang paling menyenangkan." Saga berbisik ditelinga Anna. "Bebas mau ngapa ngapain saat kencan."


Setelah lelah berjalan, mereka memutuskan untuk menonton bioskop. Dengan satu kotak pop corn dan dua soft drink, yang akan menemani mereka didalam.


"Kenapa, ngantuk?" tanya Saga saat Anna meletakkan kepala dibahunya.


"Dingin."


Saga menggosok gosok tangan Anna lalu meniupnya agar lebih hangat.


"Mau keluar?"


Anna menggeleng. "Filmnya bagus."


Saga mengangkat sedikit kaos yang dua pakai, meletakkan telapak tangan Anna diatas perutnya lalu menutupnya lagi.


"Hangat gak?"


Anna mengangguk sambil tersenyum. Perhatian perhatian kecil seperti ini saja sudah sangat membuatnya senang.


"Tapi jangan nakal, jangan turun kebawah tamgannya, bisa bisa kita dikira mau berbuat mesum disini."


Anna terkekeh pelan mendengar itu.


Selesai film, mereka langsung meninggalkan mall karena sudah malam. Dalam perjalanan pulang, mereka melewati sebuah pasar malam yang tampak masih ramai. Karena masih ingin berlama lama kencan, Saga mengajak Anna mampir dulu.


"Kamu pernah main ketempat beginian gak?" tanya Saga.


"Pernah sih, sama teman teman, tapi gak sering."


Suasana pasar malam yang sangat ramai membuat Saga berjalan sambil merangkul pundak Anna agar selalu disisinya. Ribet nyarinya kalau sampai hilang dipasar malam.


"Pengen sesuatu?" tawar Saga.


Anna seketika teringat permintaannya tadi siang.


"Mana bunga buat aku, Kakak pasti lupa beliin ya?"

__ADS_1


Saga nyengir sambil garuk garuk kepala. Sebenanya dia memang lupa.


"Kayaknya disini gak ada yang jualan bunga deh. Aku ganti lainnya saja ya? Tuh banyak banget orang jualan, kamu tinggal pilih."


Anna mengedarkan pandangannya, menatap para penjual tapi tak ada satupun yang membuatnya tertarik. Hingga tiba tiba, matanya menatap sebuah boneka teddy yang besar. Yang menjadi hadiah di permainan lempar gelang kebotol.


"Aku mau itu." Anna menunjuk kearah teddy tersebut.


"Tapi itu gak dijual."


"Ya karena itu aku mau. Dapetin buat aku ya, please..." Anna memasang raut memohonnya, membuat Saga tak ada pilihan lain selain mengangguk.


Saga membeli gelang dan mulai melempar. Lemparan dia tujukan pada botol dengan hadiah boneka teddy itu.


"Ayo Kak Saga, ayo. Kamu pasti bisa." Teriak Anna menyemangati. Saking hebohnya Anna, sampai sampai banyak orang yang berkumpul untuk melihat. Bukannya semangat, yang ada Saga malah nerveous dilihatin banyak orang. Sudah puluhan gelang Saga lempar tapi tak juga berhasil.


Disaat Saga istirahat sebentar, tiba tiba seorang pria muda yang tadi ada disebelahnya bergeser ketempat Saga. Rupanya pemuda itu juga mengincar hadiah yang sama. Setelah 4 kali gagal, akhirnya,


"Yes..." Pemuda itu bersorak saat bidikannya tepat sasaran.


"Yee..hebat, hebat." Suara tepuk tangan dan pujian langsung menggema untuknya.


Saga menatap Anna yang terlihat kecewa. Digenggamnya tangan wanit itu sambil berbisik. " Nanti kita beli aja bonekanya."


"Buat kamu."


Mulut Anna langsung menganga saat boneka yang dia inginkan itu tersodor tepat dihadapannya.


"Sepertinya pacarmu sangat payah." Cibir pemuda itu sambil tersenyum sinis pada Saga.


Darah Anna mendidih mendengar pria itu mencibir Saga. Alih alih menerima teddy itu, dia malah melingkarkan tangannya dilengan Saga.


"Maaf, saya sudah tidak menginginkannya lagi."


Sekarang, giliran Saga yang tersenyum sinis pada pemuda yang terlihat kesal itu.


"Ayo sayang, kita pergi." Saga menarik Anna meninggalkan tempat itu.


"Makasih." Ujar Saga saat mereka sudah jauh dari tempat tadi.


"Buat apa?"


"Tidak menerima boneka tadi."

__ADS_1


"Sebagus apapun bonekanya, jika bukan dari Kakak, aku tak akan menyukainya dan tak akan menerimannya."


Saga tersenyum lega lalu mencium kening Anna sekilas.


Karena lapar kembali mendera, Saga dan Anna menutuskan untuk mencari makanan. Dan kali ini, pilihannya jatuh pada gerai mie setan yang tampak ramai. Tak ada kursi tersisa, mereka memilih take away dan memakannya di mobil.


Berkali kali Saga mendesis dan mengipas ngipas mulutnya efek kepedesan. Beda sekali dengan Anna yang terlihat biasa saja dan malah menertawakan Saga.


Saga akhirnya menyerah, dia tak sanggup menghabiskan mie tersebut. Perutnya sampai kenyang karena kebanyakan minum.


"Sayang."


"Hem." Anna menoleh kearah Saga.


"Jangan nakal kalau aku gak ada."


"Apa nih maksudnya?" Anna langsung meletakan mie nya diatas dashboard lalu meneguk air mineral.


"Kejadian kayak tadi pasti akan terulang lagi."


"Kejadian apa?"


"Cowok tadi."


"Astaga Kak Saga, gak usah dipikiran. Aku gak munkin tergoda sama cowok modelan kayak tadi."


"Jadi yang model kayak tadi enggak, kalau yang model lain?"


Anna menggeser tubuhnya lalu bergelayut manja dilengan Saga. "Model apapun aku gak suka, kecuali Kakak." Anna mengecup sekilas bibir Saga yang merah merona akibat kepedesan.


"Aku mau ke Cina lusa."


"Cina?" Anna langsung melepaskan lengan Saga dan menatapnya.


"Ada kerjaan, sekitar 2 minggu."


"Lama banget. Apa gak bisa orang lain aja?"


"Harusnya sih papa. Tapi papa malah nyuruh aku." Saga menghembuskan nafas kasar.


"Ikut," rengek Anna.


"Kamukan harus kuliah."

__ADS_1


Anna berdecak kesal. Membayangkan dua minggu berpisah aja, rasanya udah gak kuat, apalagi sampai menjalaninya.


__ADS_2