Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
PERHATIAN KECIL


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Saga segera mencari kotak penyimpanan obat. Begitu mendapatkan salep untuk luka bakar, dia menghampiri Anna yang sedang menunggu disofa depan tv.


"Tadi habis kena air panas, langsung kamu guyur pakai air dinginkan?"


Anna langsung mengangguk.


"Tumben pintar." Saga tersenyum sambil mengacak acak puncak kepala Anna.


"Kak Saga ihhh..." Anna menyingkirkan tangan Saga dari kepalanya sambil cemberut.


Saga meraih tangan kiri Anna. Melihat punggung tangan yang biasanya mulus itu, terdapat luka memerah sedikit hitam.


"Masih terasa panas gak sekarang?"


"Sedikit."


Saga mendekatkan tangan itu kewajahnya lalu ditiupnya sebentar.


Kenapa jantungku berdebar debar diperlakukan seperti ini?


Saga membuka penutup salep lalu mengoles tipis dibekas luka itu.


So sweet banget sih Kak Saga.

__ADS_1


Anna menggigit bibir bawahnya. Perasaannya tak karuan saat ini. Hanya perhatian kecil, tapi mampu menyentuh hatinya. Usahanya membuat kopi tadi terasa tak sia sia. Dan luka ini, seakan tak ada artinya.


"An, Anna."


Anna seketika gelagapan saat Saga memanggilnya. Dia sampai tak sadar ketika Saga sudah selesai mengobati, bahkan sudah menyimpan kembali salep tersebut kedalam kotak.


"Ngelamun?"


"Eng, enggak kok."


Saga terkekeh melihat Anna yang salting. Wajahnya yang sedikit memerah membuat Saga gemas. Dia memajukan wajah dan langsung mencium bibir Anna.


Mata Anna melotot karena serangan tiba tiba itu. Saga tak melakukannya lama, dia melepas pagutannya lalu kembali menatap Anna yang tampak malu malu. Memberi waktu wanita itu untuk mengambil nafas dan mengatur degup jantungnya. Setelah dirasa cukup, Saga kembali melancarkan ciumannya. Ditahannya tengkuk Anna untuk memperdalam ciuman mereka.


Tanpa melepaskan ciumannya, Saga menggendong Anna menuju kamar. Dilepaskannya pagutan bibir mereka lalu merebahkan Anna pelan pelan diatas ranjang.


"Tadi siang kamu sudah membuatku kelelahan. Sekarang saatnya, aku yang membuat kamu kelelahan."


Anna menggingit bibir bawahnya. Menatap suaminya yang sekarang sudah ada diatasnya dan sedang mencumbui setiap inci dari tubuhnya.


Setipa sentuhan Saga mampu membuat Anna terbuai dan melayang layang. Hingga tanpa dia sadari, mereka berdua sudah sama sama polos.


Anna kaget saat Saga tiba tiba memutar posisi mereka.

__ADS_1


"Bisakah jika kamu yang bekerja kali ini?"


Berada diposisi ini, membuat Anna sangat malu. Tapi hasratnya yang sudah menggebu, membuatnya ingin segera meraih puncak. Tak ada pilihan lain selain mengangguk. Melakukan apa yang dimau suaminya agar segera mendapatkan puncak.


Saga menatap Anna yang mulai bergerak diatasnya. Pemandangan itu terlihat sangat indah. Hingga kalimat pujian, meluncur dari mulutnya.


"Kau sangat cantik Anna."


Tubuh Anna ambruk diatas Saga saat keduanya sudah sama sama meraih puncak. Keringat sebesar biji jagung membasahi tubuh keduanya. Anna memeluk Saga erat sambil memejamkan mata. Nafasnya tersengal sengal dan tubuhnya terasa sangat lemas.


"Terimakasih." Saga mencium puncak kepala Anna yang berada didadanya. Diusapnya beberapa kali punggung polos Anna hingga wanita itu merasa sangat nyaman dan mulai mengantuk.


Saga mengangkat tubuh Anna dan memindahkannya keatas ranjang. Dirapikannya rambut sang istri yang berantakan hingga menutupi sebagian wajahnya. Saga mengecup kening Anna sekilas, setelah itu dia turun, mencium bibirnya.


"Kak Saga, nanti dulu." Anna mendorong dada Saga hingga pagutan bibir mereka terlepas. "Aku masih sangat lelah."


Saga terkekeh mendengarnya. "Memang kamu pikir aku mau apa? Aku hanya ingin memberikan kecupan sebelum tidur."


Anna menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangan. Mendengar tadi Saga bilang akan membuatnya lelah malam ini, dia pikir Saga ingin mengajak ronde kedua. Ternyata dia salah, memalukan sekali.


"Istirahatlah." Saga menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Anna.


"Jadi Kakak tidak mau ronde kedua?"

__ADS_1


"Tidak menolak jika kau menawarinya."


__ADS_2