
Anna sama sekali tak tahu jika akan serumit ini menjaga bayi. Lingkar matanya menghitam karena kurang tidur. Seminggu ini, bisa dibilang baby Lovely berada dimasa rewel rewelnya. Maunya digedong terus. Bahkan ketika sudah tertidur nyenyak, dia akan bangun ketika badannya menyentuh box bayi atau kasur.
Saga, dia belum masuk kerja sejak pulang dari US. Dia masih ingin fokus membantu Anna merawat baby girl. Dan pagi ini, Saga sudah ada dihalaman belakang bersama Lovely yang ada didalam stroller. Dengan eye mask yang sudah terpasang, bayi mungil itu siap untuk dijemur.
Selesai dijemur, baby girl diberikan pada Bi Nuning untuk dimandikan. Mungkin karena lapar, Lovely menangis terus sejak dimandikan hingga selesai ganti baju.
"Sayang, bangun dong." Saga menepuk nepuk lengan Anna. Padahal suara tangis Lovely cukup kencang, tapi sama sekali tak mampu membangunkan Anna. Wanita itu terlalu ngantuk karena semalaman begadang.
"Sayang, Lovely lapar." Saga masih berusaha membangunkan hingga akhirnya istrinya itu membuka mata. Menyadari tangis Lovely, buru buru dia mengambil bayi mungil itu lalu menyusuinya.
"Capek banget ya?" tanya Saga.
"Ngantuk."
Sebenarnya Saga kasihan sekali pada Anna. Tapi mau gimana lagi, Lovely butuh asi saat ini.
"Lapar?" tanya Saga.
"Hem." Anna mengangguk dengan mata yang hampir terpejam. Untung saja dia bersandar disandaran ranjang, jadi tak sampai oleng.
"Aku ambilin makanan, tapi kamu jangan merem. Aku takut Lovely jatuh."
Anna hanya menjawab dengan anggukan.
Saga kedapur untuk mengambil makanan. Tak lupa air putih, buah yang sudah dipotong potong serta vitamin pelancar asi. Setelah mendapatkan itu semua, segera dia kembali ke kamar.
__ADS_1
"Anna, aku bilang jangan sambil merem." Saga kaget saat mendapati Anna duduk memangku Lovely dengan kedua mata terpejam. Anna memang masih kesulitan menyusui dalam posisi tidur.
"Iya, iya." Anna berusaha membuka matanya yang terasa lengket.
"Ayo sambil makan, kakak suapin."
Anna langsung membuka mulutnya. Menerima suapan demi suapan hingga ngantuknya hilang.
"Habis makan langsung mandi. Masak anaknya udah cantik mamanya masih kumal."
"Aku kumal banget ya Kak?" Anna segera bangkit dari ranjang. Dengan Lovely yang masih dalam gendongan, dia berjalan menuju cermin lalu menatap pantulan dirinya. "Aku jelek ya Kak sekarang?" Mata Anna berkaca kaca saat mengucapkannya.
Saga baru sadar kalau dia salah ngomong tadi. Anna masih sangat sensitif sekarang, tak seharusnya dia bicara seperti itu. Selepas melahirkan, Anna memang tak percaya diri dengan penampilannya yang belum kembali seperti semula. Dia pikir, setelah bayinya lahir, dia akan langsung kembali langsing seperti gadis. Nyatanya, semuanya butuh proses, tak langsung instan.
"Siapa bilang jelek, tambah cantik malahan." Saga mengambil alih Lovely yang sudah tidur lalu memindahkannya ke box bayi. Beruntung tak menangis, mungkin bayi itu sangat mengantuk karena kurang tidur semalam.
"Aku gembrot banget sih. Mukaku juga kusut karena kebanyakan begadang." Anna menyentuh pipinya dan memperhatikan mata pandanya dicermin.
"Menyusui adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengembalikan bentuk tubuh pasca melahirkan. Aku rasa, sebentar lagi kamu juga bakalan seksi lagi. Bentuk tubuhmu akan kembali normal, tapi mungkin ada yang tak bisa kembali normal."
"Apa?" Anna mengernyit sambil menoleh kebelakang.
"Dada." Bisik Saga ditelinga Anna. "Pasti akan tetap besar dan...."
"Dan apa?"
__ADS_1
"Menggairahkan."
Anna cekikikan mendengar itu. Sampai sampai dia lupa dengan galaunya.
"Habat banget ya Lovely, baru seminggu aja, udah bisa bikin ini gede banget." Tangan Saga yang awalnya melingkar dipinggang Anna, naik ke sumber asi milik Lovely. "Padahal setahun lebih aku menghisapnya, tapi tetap saja, tak bisa menjadikannya sebesar ini."
Anna menutupi mulutnya saat tertawa. Geli juga kadang dia melihat ukuran dadanya sekarang. Bahkan selepas melahirkan, dia harus membeli penutup dada baru karena yang lama tidak muat.
"Sekarang aku pinjamkan dulu pada Lovely, mungkin 2 bulan lagi, kami harus berbagi. Tapi dua tahun lagi, akan menjadi hak mutlakku kembali."
"Ya, ya, ambilah sesukamu nanti." Ujar Anna sambil terkekeh. Bisa bisanya aset miliknya diperebutkan haknya oleh 2 orang tersayangnya.
"Apa kau mau melakukan perawatan?" Sebenarnya sejak dua hari lalu Saga sudah kepikiran tentang ini.
"Tapi lovely?"
"Ada aku, ada mama, Bu Nuning. Kamu perawatan dirumah saja, panggil orang datang kemari. Masalah asi, kan ada stok didalam freezer."
Anna baru ingat jika dia belum memompa asi. Pantesan dadanya yang sebelah terasa sangat berat. Lovely hanya meminum sebelah tadi, dan sepertinya, dia harus memompa yang sebelah kalau tak mau banjir.
Segera Anna mengambil peralatan perangnya lalu mulai mengosongkan sebelah dadanya. Produksi asi Anna memang terbilang sangat banyak dan lancar.
Saga yang melihat Anna melakukan aktifitasnya hanya bisa geleng geleng.
"Iri sekali aku pada benda itu, sering sekali dia menempel disana."
__ADS_1
Lagi lagi Anna dibuat cekikian karena kecemburuan Saga karena harus berbagi miliknya.