Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
HADIAH DARI PAPA


__ADS_3

Anna bergeming, matanya berkaca kaca melihat orang yang sangat dia rindukan ada didepan mata. Dan pria itu, sekarang berjalan kearahnya. Memberikan sebuket bunga yang sangat cantik lalu memeluknya erat.


Rasa rindu selama ini langsung terbayar lunas. Akhirnya dia bisa merasakan kembali nyamannya pelukan Saga dan harumnya aroma tubuh pria itu.


"I love you sayang, I love you so much. Aku sangat merindukanmu." Saga menumpahkan semua rasa rindunya. Cukup lama mereka berpelukan, mengabaikan beberapa pasang mata yang menatap kearah mereka. "Maaf karena tak bisa menemanimu saat melahirkan buah cinta kita. Maafkan aku Anna."


Anna menggeleng cepat dengan air mata yang mulai meleleh. "Tidak perlu minta maaf. Kakak tetap suami dan ayah terhebat buatku serta babygirl."


Oek oek oek


Suara tangis baby girl membuat Saga melepaskan pelukannya. Dia baru ingat kalau sekarang hidup mereka tak hanya berdua, ada babygirl juga.


"Dia pasti juga merindukan papanya," Anna melepaskan pelukannya.


Saga menghampiri babygirl yang ada dalam gendongan mama Luisa.


"Hai baby girl." Mata Saga berkaca kaca saat pertama kali melihat secara langsung wajah anaknya. Perasaannya membuncah saat jemarinya bisa menyentuh bayi mungil dengan kulit yang masih merah itu. Ditambah saat ini sedang menangis, kulit baby girl tampak makin merah.


Oek oek oek, bayi mungil itu masih saja terus menangis.


"Sepertinya dia lapar An. Lebih baik kamu susuii dulu." Mama Luisa memindahkan babygirl kegendongan Anna. Melihat Anna yang masih sangat kaku dalam menggendong, mama Luisa menyuruhnya untuk duduk dan membantunya mencari posisi menyuusui yang nyaman. Maklum, ini pengalaman pertama bagi Anna.


Papa Jeremi keluar lebih dulu, lalu kemudian disusul oleh mama Luisa. Mereka ingin memberikan waktu untuk keluarga kecil itu melepas rindu.


Saga heran melihat bayi sekecil itu menyusu dengan sangat rakus. Dielusnya pipi gembul baby girl menggunakan punggung tangannya.

__ADS_1


"Dia mirip banget sama kamu kan Kak?"


"Hem, iya." Saga tersenyum, ada rasa bangga tersendiri bagi seorang ayah saat wajah anaknya sangat mirip dengannya. "Tapi kulit dan warna rambutnya mirip kamu. Saat besar nanti, dia pasti akan secantik kamu." Saga mengalihkan tatapannya dari babygirl ke Anna.


Wajah Anna memerah. Meski sudah lama menikah, tapi tatapan mesra serta pujian dari Saga masih saja membuat jantungnya berdebar debar.


"Oh iya aku hampir lupa." Saga beranjak dari duduknya untuk mengambil sesuatu didalam tas.


Saga kembali duduk disebelah Anna dengan sebuah kotak kecil berwarna biru tua. Meski belum dibuka, dilihat dari kotaknya, Anna bisa menebak jika isinya adalah perhiasan.


Dan benar saja, saat kotak tersebut dibuka oleh Saga, isinya sepasang gelang emas putih yang sangat cantik.


"Hadiah kecil buat supermom dan babygirl yang sudah berjuang keras. Apa kau suka?"


Anna mengangguk cepat. "Cantik sekali."


Saga hendak memasangkan ditangan kiri Anna, sayangnya belum bisa karena tangan itu memegangi babygirl.


"Pasangin ke baby dulu aja," ujar Anna.


Saga mengangguk lalu meraih tangan mungil itu pelan pelan. Bayi yang tampak sudah tertidur itu diam saja saat Saga memasangkan gelang.


"Masih kebesaran." Anna terkekeh pelan melihat gelang yang langsung melorot karena kebesaran.


"Padahal ini udah kecil banget, masih aja kebesaran."

__ADS_1


"Namanya juga masih baru lahir Kak. Gak papa, nanti beberapa bulan lagi pasti udah pas. Sekarang mending disimpan dulu saja."


Saga mengangguk lalu memasukkan kembali gelang tersebut kedalam kotak.


"Kayaknya enak banget nih, udah tidur aja mulutnya masih terus ngenyot. Papa mau dong." Saga tak bisa melepaskan pandangannya dari bibir mungil yang terus menyedot sumber makanan itu.


"Nih yang satunya nganggur. Coba aja kalau pengen." Goda Anna sambil membusungkan dadanya.


"Gak usah mulai deh. Kakak udah puasa lama, dan masih harus lama lagi. Gak usah mancing mancing."


Anna tergelak mendengarnya. Karena babygirl udah tidur, pelan pelan dia melepaskan puncak dadanya dari mulut mungil itu lalu memindahkannya ke box bayi.


Saga menghampiri Anna yang masih berdiri didepan box lalu memeluknya dari belakang. Mencium wangi tubuh Anna yang selalu dia rindukan saat ada di US.


"Enaknya, babygirl kita kasih nama siapa ya kak?"


"Em...apa ya?" Saga sebenarnya sudah kepikiran beberapa nama. Tapi karena nama belakang anak mereka menggunakan namanya, dia ingin Anna yang memberi nama depannya. "Menurut kamu, apa yang bagus?"


"Selain anak pertama kita, dia juga cucu pertama dari kedua belah keluarga. Babygirl penuh sekali dengan limpahan kasih sayang. Semua orang menyayangi dan mencintainya. Emmm ..gimana kalau kita kasih nama Lovely, Lovely Dirgantara?"


.


.


Saatnya pengumuman giveaway. Buat dua orang dibawah ini, silakan langsng chat author.

__ADS_1




__ADS_2