Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
MARAH


__ADS_3

Jam terus bergerak, sampai pukul 10 malam, Saga belum pulang juga. Tadi Anna sempat menelepon kantor, kata mereka Saga sudah tak ada diruangannya sejak sore.


Dimana kamu kak?


Anna merasa jika dia harus bertindak. Dia tidak boleh diam saja seperti ini. Anna menelepon uminya Hanafi, bertanya dimana Rania dirawat dengan alasan ingin menjenguknya besok.


Setelah tahu dimana Rania dirawat, Anna segara berganti pakaian. Tak peduli meski saat ini sudah jam 10 malam, dia tetap ingin pergi kerumah sakit. Dia harus membuktikan apakah Saga ada disana atau tidak. Dengan menggunakan taksi online, Anna meluncur menuju rumah sakit.


"Siapanya yang sakit mbak, orang tua ya?" Tanya supir taksi yang melihat dari spion tengah saat Anna menyeka air mata. "Sabar mbak, semoga siapapun kerabat mbak yang sakit, segera diberi kesembuhan."


"Gak usah sotoy deh." Sahut Anna jutek.


"Ya elah, cantik cantik galak." Cibir supir taksi yang kebetulan masih muda. Padahal niatannya bertanya karena ingin ngajak kenalan. Kapan lagi coba, dia yang jomblo dapat penumpang secantik Anna.


"Jangan galak galak mbak, ntar susah dapat jodoh."


"Tuh kan sotoy lagi. Gue itu udah dapat jodoh, udah nikah." Seru Anna sambil melotot menatap supir itu dipantulan spion. Saat bad mood seperti ini, dia ingin sekali makan orang. Jadilah supir taksi itu pelampiasan kemarahannya.


"Waduh, udah nikah to, sorry mbak." Supir taksi itu nyengir sambil garuk garuk kepala.


Sesampainya didepan rumah sakit, Anna bergegas turun.


Awas kamu Kak Saga, aku bejek bejek kalau sampai ketangkap basah disini.

__ADS_1


Anna mengepalkan kedua tangan sambil melangkah terburu buru seperti orang dikejar hantu.


Tapi langkahnya itu mendadak terhenti saat melihat orang yang berjalan keluar dari rumah sakit. Siapa lagi kalau bukan orang yang sedang dia cari, Saga.


Jadi benar Kakak ada disini


Dada Anna terasa terhimpit, sesak sekali. Ternyata kecurigaannya terbukti. Bukannya menghampiri lalu membejek bejek seperti apa yang dia pikirkan tadi, Anna justru mematung. Air matanya meleleh membasahi pipi merona yang terpulas blush on.


"Anna." Saga kaget melihat Anna ada disana. Saat dia hendak menghampiri, Anna tiba tiba berlari.


"Anna, Anna tunggu." Teriak Saga sambil mengejarnya.


Anna mengabaikan penggilan Saga. Sakit hati dan kecewa berat, membuatnya tak mau bertemu pria itu. Dia terus berlari lalu memasuki taksi tadi yang kebetulan masih ada didepan rumah sakit. Sontak si supir yang sedang menelepon itu kaget karena ada yang tiba tiba masuk.


"Cepetan jalan."


"Emang mbaknya udah pesen lewat aplikasi?"


"Jalan, aku bilang jalan." Teriak Anna sambil menangis.


Tok tok tok


"Anna, buka pintunya?" Seru Saga sambil mengetuk kaca pintu disebelah Anna.

__ADS_1


"Jalann." Anna kembali berteriak karena supir itu masih belum juga mengemudikan mobilnya. "Saya bayar 3 kali lipat."


"Siap mbak e." Dengan semangat 45, supir taksi itu langsung melajukan mobilnya.


Saga berdecak sambil menyunggar rambutnya kebelakang. Dia bingung kenapa Anna tiba tiba marah padanya seperti ini.


Saga kembali keparkiran, mengambil mobil lalu melajukannya ke apartemen. Tapi sesampainya diapartemen, dia tak menemukan Anna.


"Kamu kemana An?" Saga mengacak acak rambutnya frustasi. Saat ini, dia tidak bisa menghubungi Anna karena ponselnya hilang.


Tadi sore, saat perjalanan pulang, terjadi sebuah kecelakaan tak jauh dari kantor. Saga kaget saat melihat motor korban, dia hafal dengan motor itu, itu milik Kai. Tanpa pikir panjang, Saga segera turun dari mobil. Ternyata benar, Kai mengalami kecelakaan lumayan parah, sampai tak sadarkan diri.


Beruntung mereka yang ada disana sigap menelepon polisi serta ambulance, sehingga tak lama kemudian ambulance datang dan membawa Kai kerumah sakit. Saga tak mungkin diam saja saat sahabatnya seperti itu. Dia mengikuti ambulance itu sampai rumah sakit. Kai adalah anak perantauan, keluarganya ada di Lampung.


Saat tiba dirumah sakit, Saga berniat menghubungi Anna, tapi nahas, ponselnya hilang. Sepertinya ada oknum yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Ponsel Saga dicopet ditempat kecelakaan Kai. Disana tadi memang sangat ramai, dia yang kalut sampai tak sadar saat ada yang mengambil ponselnya.


Saga berniat kerumah papa Jeremi untuk mencari Anna. Tapi tenggorokan yang terasa sangat kering, memaksanya untuk kedapur mengambil minum.


Saga melihat banyak makanan dimeja makan. Tak hanya itu, dia juga melihat cake bertuliskan happy 4 months anniversary.


Jadi karena ini dia memintaku langsung pulang tadi pagi. Anna pasti menungguku sejak tadi. Maaf sayang.


Saga menghela nafas berat. Dia diliputi rasa bersalah pada Anna. Tapi yang menjadi pertanyaanya, kenapa Anna semarah itu saat melihatnya dirumah sakit? Dia tahu telah salah karena membuat Anna menunggu. Tapi haruskah semarah tadi, sampai tak pulang juga?

__ADS_1


__ADS_2