Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
LDR


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju bandara, Anna terus bergelayut manja dilengan Saga. Rasanya berat sekali melepakan suaminya itu pergi. Membayangkan dua minggu tanpa Saga, hari harinya pasti hampa.


"Bisakah Kakak gak usah pergi?" rengek manja Anna sambil menatap Saga. Mata yang biasanya penuh keceriaan itu, tiba tiba terlihat sayu. Membuat Saga merasa berat untuk pergi.


"Suamimu itu mau pergi kerja, bukan jalan jalan. Disemangatin, bukan malah merengek gak mau ditinggal." Sahut mama Luisa yang ada dibangku penumpang bagian depan. Ya, tak hanya ada Saga dan Anna dimobil itu, melainkan 5 orang termasuk kedua orang tua Anna dan supir.


"Benar kata mama kamu. Suami mau pergi jauh itu didoain, bukan digandolin." Papa Jeremi ikut menyahuti. Keduanya seakan kompak untuk mengomeli Anna. Menggunakan kesempatan ini untuk melampiaskan kekesalan karena waktu itu Anna telah membohongi mereka.


"Kamu fokus kerja aja Ga. Gak usah pikirin Anna." Ujar Luisa sambil menoleh kebelakang.


"Mamah!" Seru Anna tak terima. "Aku istrinya, masa gak boleh mikirin aku?"


"Maksud mama, gak usah terlalu dipikirin. Kamu baik baik saja sama mama dan papa. Gak akan kami biarin keluyuran apalagi sampai kekurangan makan."


Saga hanya menanggapi dengan senyuman obrolan itu.


Anna menghela nafas kasar. Rasanya benar benar jadi anak tiri. Kalau mereka kumpul berempat, pasti Saga yang dielu elukan. Orang yang tidak tahu pasti mengira Saga anak mereka sedang Anna hanya menantu.


Sesampainya dibandara, Anna masih juga enggan melepaskan tangannya dari Saga. Disana sudah ada 2 orang staf SE Corp yang akan menemani Saga ke China.


"Ikut." Rengek Anna dengan mata berkaca kaca saat Saga harus segera pergi.


"Kamukan harus kuliah."Jawab Saga sambil membelai rambut Anna. Mungkin karena saat ini, mereka sedang sayang sayangnya, jadi berat sekali untuk berpisah.


Mungkin terlihat lebay menurut sebagian orang, tapi tak tahu kenapa, Anna sangat berat melepaskan Saga. Dia tak mau pisah meski hanya sebentar.


"Hanya dua minggu, tak akan lama. Dan setiap hari, aku janji akan selalu melakukan video call. Jaga diri baik baik, jangan nakal." Saga mengusap pucuk kepala Anna lalu mencium keningnya sebagai tanda perpisahan.


Air mata Anna mengalir tanpa bisa dicegah.

__ADS_1


Arghh kenapa cengeng sih Anna. Cuma dua minggu, gak usah pakai nangis kal**i, lebay.


Anna merutuki dirinya sendiri sambil memeluk Saga. Perasaan ini sangat aneh, dia begitu merasakan kesedihan yang mendalam.


Saga melepaskan belitan tangan Anna lalu menyeka air matanya. "Jangan nangis, kakak jadi pengen ikutan nangis juga kan?" Saga kembali mengecup kening Anna lalu pergi bersama dua orang staf yang sejak tadi menunggunya.


Mama Luisa menghampiri Anna lalu memeluknya. Mereka menatap kepergian Saga hingga hilang dari pandangan.


.


.


.


Anna tersenyum lebar kearah kamera ponsel dimana ada Saga disana. Mereka sedang melakukan video call malam ini. Perbedaan waktu satu jam antara China dan Jakarta membuat tak ada kesulitan dalam hal komunikasi.


"Miss u honey."


"Miss u too my hubby."


Kening Saga seketika mengkerut. "Panggilan baru nih?"


Anna langsung cekikian. Sebenarnya bukan panggilan baru, hanya ingin membuat ldr makin hangat dan romantis saja. Rasanya terlalu biasa jika memanggil kakak.


"Lagi apa?"


"Mikirin kamu." Wajah Saga seketika memerah karena gombalan istrinya. Tak menyangka jika gadis tengil yang dulu bukan tipenya, mampu membuatnya gelisah karena rindu.


"Aku lelah sekali hari ini sayang, kepalaku pusing, pengen dipijitin kamu."

__ADS_1


"Pengen dipijitin apanya, kepala atas atau bawah?" Goda Anna sambil mengedipkan sebelah mata lalu menggigit bibir dalamnya.


"Anna." Saga mengeram tertahan. "Jangan menggodaku disaat seperti ini."


"Emang kenapa dengan saat seperti ini? Apa pahala istri yang menggoda suami menjadi gugur saat mereka ldr?"


"Bukan itu masalahnya, tapi bagaimana jika aku tidak bisa menahan."


Mata Anna seketika melotot tajam. "Awas kalau disana sampai jajan."


"Yah, sayang sekali, padahal jajanan disini enak enak." Saga pura pura kecewa.


"Kak Saga! Aku tidak sedang becanda."


Melihat Anna yang mulai kesal, Saga tak bisa menahan tawanya. Menggemaskan sekali wajah istrinya saat kesal seperti ini. Andai saja dekat, Saga pasti sudah mencium habis habisan bibir yang mengerucut kedepan itu.


"Kak, tadi malam aku gak bisa tidur. Padahal udah meluk guling yang aku semprot dengan parfum kamu, tapi tetap saja gak kayak meluk kamu."


Saga terkekeh mendengarnya. Itu justru terdengar bagus baginya. Karena akan berabe jika posisinya bisa tergantikan oleh guling.


"Ya udah, malam ini kakak tungguin sampai kamu tertidur."


"Beneran?


"Hem."


Mereka lalu mengobrol sampai panjang lebar. Sesuai janjinya, Saga baru menutup panggilan itu saat melihat Anna tertidur pulas.


"Aku merindukanmu Anna, sangat merindukanmu. Andai saja bisa, malam ini juga, aku ingin pulang dan memelukmu."

__ADS_1


Jarak benar benar menyebalkan. Membuat dua orang yang saling mencintai harus tersiksa rindu.


__ADS_2