Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
KETEMU MANTAN


__ADS_3

Saga melajukan mobilnya menuju sebuah mall yang letaknya tak begitu jauh dari kantor. Dia terpaksa mengikuti kemauan Anna untuk jalan jalan. Bekerjapun tak ada gunanya, karena Anna terus merecokinya. Dia menoleh kesamping, melihat Anna yang sibuk memakai bedak dan lipstik.


"Tak perlu berdandan lagi. Seorang istri itu harusnya berdandan hanya untuk suami, bukan untuk orang lain atau malah laki laki lain di mall."


Anna memutar kedua bola matanya jengah. Melanjutkan memoles lipstik yang hampir rampung lalu menutup wadah bedak yang dia gunakan untuk bercermin.


"Jangan salah paham, aku itu berdandan spesial untuk Kak Saga. Untuk suami yang belum mencintaiku dan otw akan terbucin bucin padaku."


"Pede," lirih Saga.


"Kakak pasti malukan, kalau menggandeng istri yang kumal? Makanya aku berdandan, biar Kak Saga bangga saat menggandengku nanti. Itu artinya, aku berdandan untuk Kak Saga."


Saga menghela nafas sambil geleng geleng. Percuma juga menjelaskan pada Anna jika ujung ujungnya, gadis itu selalu mencari pembenaran.


"Enaknya kita bawa apa ya Kak, pas jenguk mama nanti?"


"Terserah kamu." Jawab Saga dengan tatapan mata yang tetap fokus kejalan.


"Apa kita bawa kue aja ya? Ngomong ngomong, apa kue kesukaan mama Mila?" Tanya Anna sambil menoleh kearah Saga.


"Semua kue mama suka, kecuali satu."


"Apa?"


"Kue bikinan kamu."


"Ish, jahat." Seru Anna sambil memelototi Saga.


Karena jaraknya tak jauh dari kantor, mobil yang dikendarai Saga sudah sampai di mall. Mereka berjalan jalan menyusuri toko demi toko. Karena waktu itu sudah belanja banyak, Saga sudah antisipasi dengan menyuruh Anna janji untuk tidak belanja sebelum mereka berangkat tadi.

__ADS_1


Mata Anna berbinar melihat sebuah gaun cantik yang terpasang dimanekin sebuah toko.


"Kak Saga, satu aja, please.." Dia memasang ekspresi puppy eyes agar Saga mengabulkan.


"ENGGAK!" Tekan Saga sembari menarik lengan Anna menjauh dari toko tersebut. "Kamu sudah janji, kita hanya jalan jalan saja di mall. Makan, beli kue untuk mama, lalu pulang."


Anna mengerucutkan bibirnya. Dia yang memang sudah kecanduan shopping jelas sangat kesulitan menahan keinginannya. Tapi mau gimana lagi, dia sudah terlanjur janji.


Mereka berdua akhirnya sampai disebuah toko kue. Saat sedang memilih, tiba tiba ponsel Saga berbunyi, ada telepon dari Zizi.


"Aku tunggu diluar, ada sedikit urusan pekerjaan." Pamit Saga dan langsung diangguki oleh Anna.


Anna memilih beberapa kue lalu membawanya menuju meja kasir, disaat bersamaan, dia melihat Evan dan seorang cewek masuk. Entah siapa cewek itu, yang pasti mereka bergandengan sangat mesra. Mungkinkah sudah putus dengan Ayumi? Tanya Anna dalam hati.


"Anna." Evan yang melihat ada Anna mengantri didepan kasir, segera mendatanginya. "Kita harus bicara An. Aku minta maaf." Evan menarik pergelangan tangan Anna. Dia berniat membawa Anna ketempat lain tapi sebuah tangan langsung menariknya kasar.


"Apa apaan sih Van. Bisa ya, lo megang tangan cewek lain didepan gue." Sentak cewek yang datang bersama Evan.


"Sorry, tapi sepertinya, kita sudah tidak ada urusan lagi." Melihat orang didepannya sudah selesai, Anna maju lalu meletakkan kue yang mau dibeli diatas meja kasir.


Tapi Evan belum menyerah. "Please An, maafin aku. Aku janji gak akan selingkuh lagi. Aku janji akan setia sama kamu. Kamu masih sayang sama aku kan An? Kita balikan kayak dulu lagi ya?"


Wanita yang datang bersama Evan tadi langsung melongo. Matanya membulat serta mulutnya terbuka lebar. Tak percaya jika Evan yang beberapa saat lalu bicara manis padanya, penuh dengan gombalan, sekarang malah mengajak mantannya balikan.


"An, kamu masih sayangkan sama aku? Kita balikan ya An?" Evan hendak memegang tangan Anna tapi lebih dulu ditepis oleh wanita itu.


"Van, kamu apa apaan sih?" Putri menarik lengan Evan kasar. Tak terima jika Evan mengajak Anna balikan. Tapi Evan sama sekali tak mempedulikan Putri, dia malah menepis tangan wanita itu.


"Sorry, gue gak suka barang bekas. GUE JIJIK," tekan Anna.

__ADS_1


Anna mengeluarkan dompetnya begitu kasir menyebutkan jumlah nominal yang harus dia bayar.


"Kembaliannya buat mereka aja Mbak. Kayaknya mereka orang kere." Cibir Anna sambil tersenyum meremehkan pada Evan dan Putri.


Anna hendak mengambil kue diatas meja kasir, tapi belum sempat tangannya meraih itu, Putri sudah lebih dulu menjambaknya. Cewek itu tak terima dihina kere.


"Siapa lo, berani beraninya ngatain gue kere?" Putri mengamuk dengan menjambak rambut Anna. Jangan panggil Anna jika hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Jelas dia melawan, menjambak balik rambut Putri. Hingga terjadilah adegan jambak jambakan dimana Evan sibuk melerai.


"Berhenti, berhenti." Ujar Evan sambil berusaha melerai.


"DIAM LO." Sentak Anna dan Putri bersamaan. Evan menciut, dua cewek yang pernah tergila gila padanya, sekarang malah kompak membentaknya.


Mereka kembali saling jambak dan umpat hingga menjadi bahan tontonan beberapa pengunjung. Mereka kondisi sudah mulai tak kondusif, beberapa pegawai toko datang melerai.


"Hei cewek sombong. Atas dasar apa lo ngatain gue kere?" Bentak Putri ketika mereka sudah berhenti saling jambak.


Anna menyeringai tipis mendengarnya. Hanya dari tampilannya saja, dia sudah bisa tahu jika Putri adalah jenis cewek yang suka bergaya, meski low budget.


"Lo pikir gue gak tahu. Hanya melihat sekilas saja, gue udah bisa tahu jika tas yang lo pakai imitasi. Begitupun dengan kalung, jam dan semua yang melekat dibadan lo itu."


Putri seketika gelagapan, nyalinya menciut, apalagi disana banyak orang, jelas dia malu. Dia tak mengira jika Anna bisa mengetahuinya kualitas barang barangnya. Evan, pria itu langsung manatap Putri. Dia pikir Putri kaya, ternyata dia tertipu dengan penampilan glamornya yang ternyata semua imitasi.


"Kenapa, mau nyangkal? Kere ya kere aja, gak usah sok sok an kaya," cibir Anna.


"Kurang ajar." Putri hendak melayangkan tamparan pada Anna tapi seseorang lebih dulu menangkap tangannya.


"Jangan berani beraninya menyentuh istri saya apalagi sampai menamparnya." Saga menatap tajam Putri, hingga cewek itu gemetar ketakutan. Demikian juga dengan Evan, cowok itu ketakutan saat melihat Saga. Tadi dia pikir, Anna hanya sendirian.


"Ayo sayang, kita pergi dari sini." Saga meraih pergelangan tangan Anna lalu membawanya pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Sayang? Anna masih belum bisa percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Saga memamggilnya sayang.


__ADS_2