Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
BERBALIK ARAH


__ADS_3

Firasat Anna tiba tiba tidak enak. Dia mencoba mengingat ingat siapa cewek yang sepertinya pernah dia lihat itu. Tapi dia tetap tak ingat. Apa mungkin mereka senior yang sengaja ingin membullinya? Tapi karena apa? Rasanya dia tak pernah buat masalah di kampus ini. Dulu saat SMA, dia memang biang masalah. Tapi saat kuliah, dia berusaha untuk tak cari masalah dengan siapapun apalagi senior.


"Masih inget gue?" Tanya Putri sambil tersenyum miring. Saat ini, dia seperti berada diatas awan karena yakin Anna tak bisa apa apa melawan 4 orang.


"Kayaknya kita gak kenal deh. Permisi, gue mau keluar." Anna mendorong bahu Putri yang menutupi jalannya menuju pintu.


"Heis kenapa buru buru." Putri mencekal lengan Anna lalu menariknya kembali ketengah tengah. Dikerubungi 4 orang dengan wajah tak bersahabat, membuat nyali Anna menciut.


"Kayaknya dia ketakutkan tuh." Cibir teman Putri yang langsung disambut tawa oleh lainnya.


Anna mulai gemetaran mendengar tawa mereka yang menggema di toilet. Entah apa salahnya, kenapa dia dikeroyok seperti ini. Dia harus kabur dari sini apapun caranya.


"Belum ingat sama gue?" Putri mencengkeram kasar kedua bahu Anna. "Gue cewek yang hari itu berantem di toko kue sama lo."


Mata Anna seketika membulat dan mulunya menganga.


Sial, jadi dia cewek gila itu. Kayaknya dia bakal balas dendam, ini gawat.


Anna melihat ketidak seimbangan disini. Dia bukannya penakut, tapi 1 lawan 4 rasanya mustahil menang. Ditambah lagi saat ini dia sedang hamil. Dia tak boleh gegabah, keselamatan babynya jadi prioritas utama.


Anna memasukkan tangannya kedalam tas. Dia harus menelepon seseorang untuk minta tolong sekarang. Masalahnya dia tak tahu Desi sedang ada dikampus atau tidak. Saga, ya, suaminya itu pasti sudah menjemputnya diluar saat ini.


Srett


Gerakan Anna dapat terbaca oleh Putri. Cewek itu menarik kasar tas Anna. Terjadi tarik menarik diantara mereka hingga teman Putri maju untuk membantu cewek itu. Jelas Anna kalah, kedua lengannya dipegagangi hingga dia tak bisa berbuat apa apa.


"Mau macem macem lo rupanya." Putri mengambil ponsel ditas Anna.


Plung

__ADS_1


Mata Anna melotot saat Putri memasukkan ponsel itu kedalam kloset. Sedangkan teman teman Putri langsung ketawa cekikikan.


Teman Putri yang mengintip kedalam kloset dibuat tercengan melihat jenis ponsel yang dipakai Anna. "Wuih, ponsel mahal masuk kloset." Dia menelan ludah. Nabung setahunpun, belum tentu dia bisa membeli ponsel seperti itu.


Anna heran, kenapa tak ada yang mengetuk pintu atau berusaha untuk masuk kedalam toilet. Tanpa dia tahu, ada dua orang teman Putri yang menjaga diluar.


"Lepasin gue." Anna berusaha berontak. Menatap tajam Putri dan teman temannya bergantian.


"Lepas, enak aja. Gue bakal lepasin lo setelah puas main main sama lo." Putri tersenyum miring sambil menarik dagu Anna. Memberi isyarat pada temannya untuk menarik Anna kedekat bilik toilet. Cewek gila itu mengambil jet shower dan langsung menyemprot wajah Anna. Anna yang gelagapan tak bisa berbuat banyak. Terpaksa diam karena jika berontak, takut malah jatuh, dan membahayakan janinnya.


Putri menghentikan semprotannya untuk memberi waktu Anna bernafas.


"Kalian dapat apa sih bantuin dia?" Anna menoleh ke kiri dan kekanan, mencoba untuk menego teman teman Putri.


"Gak usah memperngaruhi teman teman gua." Putri kembali menyemprot wajah Anna sampai gelagapan.


Mikir Anna, mikir. Jangan sampai mereka berbuat lebih dari ini dan membahayakan kendungan lo.


"5 juta, gue kasih 5 juta." Anna berusaha berteriak ditengah semprotan jet shower.


Mendengar itu, dua orang yang memegang Anna langsung melepaskannya.


"Hei apa apaan kalian, cepet pegangi dia," titah Putri yang mulai panik.


Anna menggunakan kesempatan itu untuk merebut jet shower ditangan Putri.


"Pegangi dia," titah Anna.


Teman teman Putri tampak masih ragu. "Lo gak bohongkan bakal ngasih kita 5 juta?" tanya seseorang.

__ADS_1


"Jangan percaya dia, cepat pegangi dia." Putri kembali memerintah. Terlihat kebingungan diwajah teman teman Putri.


"Gue tambah, 6 juta perorang. Cepat pegangi dia." Anna kembali berseru.


Mata Putri melotot saat ketiga temannya malah memeganginya. Disaar itulah, Anna tersenyum penuh kemenangan.


"It's time for revenge" Anna tersenyum devil lalu menyemprot wajah Putri hingga gelagapan. Tak hanya wajah, dia juga menyemprot sekujur tubuh Putri hingga basah kuyup.


"Hai lepas, lepasin gue. Sialan kalian, kenapa malah ganti bantuin dia," teriak Putri.


"Ambil ponselnya." Lagi lagi Anna memerintah teman Putri.


Anna tersenyum saat ponsel Putri sudah ada ditangannya. Beruntung sejak hamil dia menghafal nomor Saga, jadi disaat seperti ini dia bisa langsung menelepon suaminya itu.


Selesai mengabari Saga, Anna masuk kebilik toilet lalu melakukan seperti apa yang dilakukan Putri tadi. Dia memasukkan ponsel tersebut ke dalam kloset.


Putri berteriak teriak minta dilepaskan, tapi temannya tak peduli. Sekarang mereka hanya akan patuh pada perintah Anna.


Anna menatap Putri sambil tersenyum sinis. "Evan mutusin lo?" ledek Anna.


"Itu semua gara gara lo," teriak Putri. Hari itu, setelah tahu jika Putri hanya pura pura kaya, Evan tak lagi mau berhubungan dengannya. Bahkan nomor ponselnya langsung diblokir.


"Lo itu terlalu bodoh apa begok? Harusnya lo berterimakasih ke gue karena secara tidak langsung gue udah bongkar kebobrokan Evan. Dia itu cowok bangsat, matre. Macarin cewek cuma buat diambil duitnya doang. Asal lo tahu, selain jalan sama lo, Evan juga jalan sama banyak cewek. Salah satunya namanya Ayumi, temen gue sendiri. Harusnya lo bersyukur karena lepas dari Evan."


Tak lama kemudian, terdengar suara terikan dari luar.


"Anna , Anna, buka pintunya."


Brak brak brak

__ADS_1


Saga yang tak sabaran menggebarak berkali kali pintu toilet.


__ADS_2