
Anna terdiam, tak lagi meronta untuk melepaskan diri dari pelukan Saga. Jantungnya berdegup dengan kencang. Bahkan mungkin saja Saga yang sedang memeluknya erat, bisa merasakan itu. Anna masih belum bisa percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Apa mungkin, ada masalah dengan telinganya?
"Aku mencintaimu Anna."
Mata Anna membulat. Sekali lagi dia mendengar kalimat itu. Sudah dua kali, jadi tak mungkin kesalahannya ada pada telinganya.
Saga melepaskan pelukannya lalu menatap Anna yang masih bengong. Mengikis jarak diantara mereka lalu mendaratkan bibirnya pada bibir Anna. Tapi Anna malah mendorongnya kasar.
"Bohong, Kalau Kakak mencintaiku, Kakak gak mungkin menjenguk Rania dirumah sakit tanpa memberitahuku apalagi mengajakku."
Saga menghela nafas sambil garuk garuk kepala. Dia pikir dengan diamnya Anna beberapa saat yang lalu, gadis itu tak akan mengamuk lagi, ternyata dia salah.
"Memang kalau aku mengajakmu, kamu mau ikut?"
"KAK SAGA!" Seru Anna sambil menghentak hentakkan kakinya kelantai karena kesal. Pertanyaan macam apa itu?
"Jadi kakak mau aku rukun dengan Rania agar bisa dipoligami?"
"Emang kamu mau?"
"KAK SAGA!" Anna makin mencak mencak.
"Besok kita jenguk Rania, biar kamu bisa tanya langsung padanya apa aku hari ini datang menjenguknya atau tidak?"
Anna terdiam, memikirkan maksud kalimat yang Saga ucapkan barusan.
"Aku ada dirumah sakit, karena ngurusin Kai yang kecelakaan, bukan menjenguk Rania. Lagipula, aku gak tahu dimana dia dirawat."
Anna kaget mendengar penjelasan Saga. Jika itu benar, berarti dia salam paham sejak tadi. Anna tertunduk sambil menggigit kuku telunjuknya.
__ADS_1
"Kenapa diam, gak percaya? Perlu bukti?" Saga berjalan menuju kamar untuk mengambil bukti pembayaran deposit rumah sakit atas nama Kai yang dia simpan didalam tas.
Anna makin malu setelah melihat bukti itu. Sejak Rania berstatus janda, dia jadi parno. Alhasil menuduh suaminya yang tidak tidak.
"Mana mungkin aku menjenguk Rania seorang diri. Rania itu sedang dalam masa berkabung dan masa iddah. Lagi pula aku sudah memiliki istri, galak pula."
Anna langsung mengangkat wajahnya saat Saga mengatainya galak. Apalagi nada suara Saga yang sangat menekankan kata galak tersebut.
"Aku gak galak kok."
"Gak galak tapi marah marah mulu dari tadi." Saga menghembuskan nafas kasar lalu pergi.
"Kemana?" Anna menahan lengan Saga agar tidak pergi. "Maafin aku." Sekarang gantian Anna yang merasa bersalah.
"Aku lapar." Mendengar jawaban itu, Anna langsung melepaskan lengan Saga. Membiarkan Saga berjalan dulu sementara dia mengekor dibelakang.
Saga memperhatikan makanan yang ada dimeja, semuanya sudah dingin. Terlalu lama jika harus memanaskan lebih dulu. Jadi pilihan terakhir jatuh pada cake.
"Tiup lilin dulu dong." Sahut Anna antusias. Dia segera mengambil lilin yang ada dialmari gantung. Menancapkan 4 buah lilin ulir lalu menyalakannya.
"Kamu gak nyuruh aku nyanyi dulukan?"
Anna terkekeh mendengar celetukan Saga.
"Emang Kakak mau?"
"Ogah!"
Anna makin cekikikan mendengarnya.
__ADS_1
"Kita make a wish aja. Kak Saga yang doa, biar aku aminin." Anna mengangkat kedua tangannya, siap mengaminkan doa sang suami.
Saga tersenyum lalu melalukan hal yang sama, mengangkat kedua tangannya.
"Ya Allah, lembutkanlah hati istri hamba agar dia gak galak lagi."
Plakk
"Aww.." Saga meringis saat Anna memukul lengannya.
"Kak Saga apa apaan sih, kok doanya gitu?"
Saga menahan tawa melihat wajah cemberut Anna. Ada perasaan senang saat berhasil membuat Anna kesal.
"Maaf. Ya udah, ayo kita berdoa." Saga kembali mengangkat kedua tangannya, begitupun Anna.
"Ya Allah, terimakasih atas nikmat yang selalu Engkau berikan pada kami. Semoga saja, pernikahan yang baru berjalan 4 bulan ini, menjadi pernikahan sekali seumur hidup bagi kami."
Anna seketika menatap Saga. Matanya berkaca kaca karena terharu.
"Aamiin." Keduanya mengucapkan itu bersama.
Setelah meniup lilin, Saga segera mengambil pisau untuk memotong cake tersebut. Sedangkan Anna, dia hanya diam karena masih kepikiran doa Saga tadi.
Apakah pernyataan cinta Kak Saga tadi beneran? Dia tak mengucapkan itu hanya supaya aku gak marahkan? Apa ini artinya, sekarang Kak Saga benar benar sudah mencintaiku?
"Kak, apa yang tadi kakak ka_"
"Kamu beli dimana sih kue ini?" Tanya Saga sambil menunjukkan potongan kue yang ada ditangannya. "Selain bentuknya yang jelek, rasanya gak enak banget."
__ADS_1
"Hah." Anna langsung menjatuhkan kepalanya diatas meja karena lemas. Terang terangan sekali Saga menghina kue buatannya. Ingin sekali dia menangis meraung raung saat ini.