
Jangan dikira Saga tak mendengar gerutuan Anna. Dia dengar, hanya saja pura pura tuli karena kondisi badan yang memang sudah tidak bisa diajak kerjasama. Selain lelah, dia juga mengantuk berat. Kalau mau nurutin Anna, malah takut terjadi hal hal yang berbahaya bagi ketiganya.
Sesampainya dirumah, Saga segera membersihkan diri lalu langsung tidur. Mengabaikan Anna yang masih membersihkan wajah didepan meja rias dengan raut cemberut.
Nyebelin, bisa bisanya dia langsung tidur gitu aja.
Padahal Anna berharap dibujuk, nyatanya malah ditinggal tidur. Tanpa ucapan good night apalagi kecupan mesra dikening.
Selesai membersihkan wajah dan ganti baju, Anna naik ketempat tidur. Dia duduk diatas ranjang dengan kedua lengan dilipat. Kesalnya naik dua kali lipat saat memperhatikan Saga yang sudah terlelap dan masuk kealam mimpi.
Bisa banget langsung tidur nyenyak gitu, gak ada rasa bersalah sama sekali.
Anna mencoba untuk tidur. Tapi karena perut yang lapar, meski sudah hampir 2 jam bolak balik, dia tetap tak bisa tidur. Tak ada pilihan lain, dia turun dari ranjang lalu menuju dapur. Beruntung menu makan malam tadi belum tersentuh, jadi banyak stok makanan dikulkas. Memanaskan sebentar dimicrowave lalu memakannya.
Didalam kamar, Saga yang terbangun tak menemukan Anna disisinya.
"Sayang...Anna...., kamu di kamar mandi?" Tak terdengar sahutan maupun suara air membuat Saga jadi khawatir. Dia turun dari ranjang untuk mengecek kamar mandi.
Kosong, tak ada Anna didalam.
Saga melihat jam, sudah pukul 2 lebih, kemana kira kira Anna. Mungkinkah dia keluar untuk mencari mie aceh? Tapi rasanya tidak mungkin. Saga keluar kamar untuk mencari keberadaannya. Melihat lampu dapur menyala, dia yakin Anna ada disana.
__ADS_1
"Kenapa gak ngebangunin aku. Kan bisa aku temenin makan." Ujar Saga sembari berjalan mendekati Anna.
Tadi aja diajak nyari mie gak mau. Sekarang pakai bilang mau nemenin makan.
Anna memutar kedua bola matanya jengah. Melihat Saga duduk dikursi yang ada disebelahnya, gegas dia mengakhiri makan lalu bangkit dari kursi.
"Mau kemana?" Saga menahan lengan Anna. "Makanannya kok gak dihabisin?"
"Aku ngantuk mau tidur." Anna menghempaskan tangan pria itu lalu pergi begitu saja meninggalkan dapur.
Saga membuang nafas kasar sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Sepertinya akan sulit membujuk bumil yang lagi ngambek.
Sesampainya dikamar, Anna segera naik keatas tempat tidur. Menarik selimut hingga leher lalu memeluk guling. Tak berselang lama, dia merasakan sebuah lengan yang memeluknya dari belakang.
.
.
.
Selesai mandi, Saga mendapati pakaian kerja sudah disiapkan diatas ranjang. Tapi yang aneh, tak ada Anna disana. Padahal saat dia pergi mandi tadi, Anna masih terlihat sedang make up. Kemana dia? biasanya dia selalu membantu Saga bersiap.
__ADS_1
Selesai bersiap, Saga keluar kamar menuju dapur. Dia melihat Anna sedang sarapan. Wajah istrinya itu tampak pucat dan lingkaran hitam terlihat jelas disekeliling mata. Melihat itu, Saga jadi merasa bersalah.
Semalam Anna memang hanya tidur beberapa jam. Sebenarnya tak hanya semalam, akhir akhir ini, Anna memang mulai sulit tidur. Mungkin karena bertambahnya usia kehamilan.
Saga tersenyum melihat kopi yang terhidang diatas meja. Jadi meskipun ngambek, istrinya itu masih menyiapkan segela kebutuhannya.
"Makasih sayang buat kopinya." Saga duduk dihadapan Anna, mengambil cangkir kopi diatas meja lalu menyeruputnya sedikit. "Enak banget, manis kayak kamu," puji Saga.
Tapi yang dipuji malah pura pura tuli. Tak merespon apa apa dan malah terlihat mempercepat makan.
"Nanti pulang kuliah, kita nyari mie aceh gimana? Setelah itu ikut Kakak kekantor, sekalian nemenin Kakak kerja. Pasti Kakak makin semangat kerja kalau ditemenin istri yang cantik."
Bukannya menanggapi, Anna malah beranjak dari duduknya. "Aku udah selesai. Aku tunggu diruang tamu."
Saga hanya bisa menatap kepergian Anna sambil garuk garuk kepala. Bingung harus pakai jurus apalagi biar Anna gak ngambek. Segera dia menghabiskan sarapan lalu menyusul Anna yang ada diruang tamu.
"Sayang, kayaknya dasi Kakak miring nih, benerin dong." Saga sengaja membuat dasinya sedikit berantakan meski aslinya tadi udah bener.
Anna bangkit dari duduknya, mendekati Saga lalu merapikan dasinya.
"Kamu cantik banget sih Sayang pagi ini." Puji Saga sambil menunduk menatap wajah Anna yang cemberut. Kalau biasanya Anna akan tersipu malu, kali ini tak ada ekspresi apapun, datar saja.
__ADS_1
Selesai membernarkkan dasi, mereka langsung berangkat. Selama dalam perjalanan, Anna hanya diam saja sambil melihat kearah jendela, padahal biasanya nyerocos tak karuan.