Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
BOHONG


__ADS_3

Saga segera membereskan meja kerjanya begitu jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Ini hari spesial yang sudah dia tunggu tunggu, rasanya tak sabar sekali mau pulang.


"Cie...yang mau buka puasa udah beres beres aja jam segini. Biasanya sampai jam 5 juga masih disini. Tanda tanganin dulu ini." Kai meletakkan sebuah map didepan Saga.


"Apa gak bisa besok?"


"Yaelah Ga, cuman tanda tangan doang berapa lama sih? Lagian ini juga masih sore, masa udah mau kuda kudaan aja."


Saga membuag nafas kasar. Meraih map diatas meja lalu membacanya cepat.


"Eh Ga, besok lo kerjakan?"


"Ya kerjalah, besok kan ada meeting penting." Meski sambil bicara, dia tetap fokus membaca.


"Bagus deh kalau lo inget. Takutnya ntar malem kalap sampai gak tidur. Tahu tahu besok gak kuat kerja."


"Gua masih ngerti tanggung jawab kali." Saga meraih ponsel diatas meja lalu membubuhkan tanda tangan.


"Eh Ga, emang kalau udah 40 hari, itunya Anna udah balik kayak semula? Kok gue ngeri ya, takut sobek jahitannya." Kai bergidik ngeri sambil membayangkan yang tidak tidak.


"Ini udah 43 hari, sengaja gue lebihin. Tapi dari yang gue baca, diatas 40 hari udah aman."


"Ternyata lo cari informasi tentang itu juga ya? Kirain cuma mikirin si otong aja, pengen cepet cepet masuk sangkar." Ujar Kai sambil terkekeh.


"Ya iyalah Bro. Kesehatan dan kenyamanan Anna itu yang paling utama buat gue. Udah ah, gue mau pulang. Ngeladenin lo, bisa bisa sampai isyak gak kelar kelar." Saga melempar pelan berkas yang sudah dia tanda tangani kedepan Kai. Memasukkan laptop kedalam tas lalu meraih jas yang ada digantungan. "Gue pulang dulu bro." Saga menepuk bahu Kai lalu pergi begitu saja.


Lagu lagu cinta terputar dimobil Saga selama perjalanan pulang. Dia tak menyangka jika akan seperti ini perasaannya, sudah seperti mau malam pertama saja. Deg degan dan tak sabar.


Saga menyempatkan singgah ke juliet florist. Toko bunga yang tiap hari dia lewati saat pergi dan pulang kantor.


"Cari bunga apa Pak?" Tanya wanita cantik yang sedang hamil tua, dia adalah Rere, pemilik juliet florist.


"Tolong buatkan buket bunga mawar merah. Yang ukuran besar dan kualitas bunganya yang paling bagus." Sahut Saga sambil meneliti bunga mawar yang ada disana.


"Tenang saja Pak, kualitas bunga ditoko kami sangat bagus." Rere, pemilik juliet florist segera mengambil beberapa bunga mawar lalu mulai merangkainya. "Untuk istri atau pacar?"


"Istri saya, dia baru melahirkan satu setengah bulan yang lalu."

__ADS_1


Rere tersenyum mendengar itu. Senang sekali melihat pria yang sangat meratukan istrinya. Apalagi yang baru saja melahirkan. Karena kadang diluar sana, banyak pria yang justru selingkuh setelah istrinya melahirkan. Dengan alasan, tak bisa menahan syahwatnya.


"Apa mau ditambah kartu ucapan?" Tanya Rere saat buket itu hampir siap.


"Tidak perlu, saya lebih suka mengucapkan secara langsung daripada dengan kartu."


"Beruntung sekali istri anda, memiliki suami romantis dan perhatian."


"Bukan dia yang beruntung, tapi saya. Karena istri saya adalah wanita yang sangat hebat. Waktu itu saja, dia melahirkan tanpa saya. Dan dia masih bisa tersenyum meski saya tahu itu tidak mudah."


Rere mengelus perutnya. Dia tak bisa membayangkan jika harus melahirkan tanpa suami. Semoga saja dia tak mengalami kejadian seperti istri pria didepannya itu.


Setelah mendapatkan bunga, Saga melanjutkan perjalanan pulang. Tak lupa dia kembali lagi konfirmasi pada pihak hotel tentang kamar yang dia pesan untuk malam ini.


"Hias secantik mungkin, seperti kamar pengantin." Hanya membayangkan saja, Saga sudah berdebar.


"Sudah kami kerjakan tapi belum selesai. Nanti jika sudah, saya akan kirim fotonya ke Pak Saga."


Saga menutup telepon begitu urusan dengan pihak hotel selesai. Ah...dia benar benar tak sabar untuk malam ini.


Sesampainya dihalaman rumah, Saga mengambil buket bunga dan sebuah paperbag yang sudah dia siapkan untuk Anna. Dengan langkah tergesa gesa dengan senyum yang lebar, dia langsung menuju kamar.


"For my beloved wife." Saga melatakkan bunga disebelah Anna karena istrinya itu sedang menggendong sambil menyusui Lovely.


"Terimakasih. Cantik banget." Anna meraih bunga itu dengan sebelah tangan lalu menciumnya. "Apa itu?" Dia mengernyit melihat Saga meletakkan paper bag disebelahnya.


"***** terus anaknya papa, pantesan pipinya embul banget." Saga mencubit pelan pipi gembul baby Lovely. "Belum selesai nennya? Ikut papa yuk."


"Kakak udah cuci tangan?"


"Udah didepan tadi."


Anna melepaskan dadanya dari bibir Lovely lalu menyerahkan bayi gembul itu untuk digendong Saga.


Saga menyiumi baby Lovely saking gemasnya. Beberapa jam tak bertemu, rasanya dia rindu sekali.


"Apaan sih ini?" Anna mengambil paper bag disebelahnya lalu melihat isinya. Matanya melotot saat melihat sebuah lingeri warna pink didalamnya.

__ADS_1


"Pakailah nanti malam." Ujar Saga sambil tersenyum menatap Anna.


Anna menelan ludahnya susah payah. Bagian intinya mendadak ngilu membayangkan akan kembali berhubungan badan. Jujur saja, dia masih belum siap, tapi bingung harus seperti apa mengatakannya pada Saga.


"Aku mandi dulu." Ujar Anna sambil beranjak dari ranjang.


Sementara Anna mandi, Saga menimang nimang Lovely hingga tertidur. Melihat Anna yang baru keluar dari kamar mandi, segera Saga meletakkan lovely kedalam box.


Saga mendekati Anna lalu memeluk dari belakang wanita yang hanya mengenakan handuk itu.


"Wangi banget sih Yank." Saga menciumi leher dah bahu Anna. "Aku tak sabar untuk nanti malam." Tangan Saga mulai merambat keatas, ketempat favorit Lovely.


"Tapi..." Anna menghentikan gerakan tangan Saga.


"Tapi apa?"


"Aku belum selesai nifas."


"Hah." Saga melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Anna yang sedikit pucat. "Bukankah sudah 40 hari lebih?"


Tenggorokan Anna seperti tercekat. Rasanya berat sekali mau berbohong, tapi dia belum siap jika malam ini. Mungkin 3 sampai satu minggu lagi, dia baru akan siap.


"A, aku juga gak tahu. Tapi darahnya masih keluar dikit."


Raut wajah Saga seketika berubah, tampak sekali kekecewaan disana. Padahal hari ini, dia sudah sangat bersemangat.


"Maaf." Ujar Anna sambil menunduk.


"Buat apa minta maaf." Saga meraih tangan Anna lalu menggenggamnya. "Mungkin aku saja yang terlalu bersemangat, sampai lupa menanyakan hal itu padamu. Semoga saja tak lama lagi darahnya sudah benar benar bersih."


"Ya, semoga saja."


"Ya udah buruan ganti baju, entar masuk angin." Saga lalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ponsel Saga berbunyi saat pria itu mandi. Ada kiriman foto dari nomor tanpa nama. Karena penasaran, Anna membukanya. Dan betapa kagetnya dia saat melihat foto kamar hotel yang sudah dihias sangat cantik bak kamar pengantin baru.


Apa sudah cukup, atau perlu ditambah apa lagi?

__ADS_1


Ternyata staf hotel yang mengirim foto itu. Anna semakin merasa bersalah. Bisa bisanya dia berbohong disaat Saga sudah menyiapkan segalanya untuk malam ini.


__ADS_2