
"Iya Kak ini aku udah nyampek apartemen."
Melalui video call, Anna menunjukkan kalau dia benar benar sudah sampai apartemen. Hari ini Saga memang tak bisa menjemput karena ada meeting penting. Kai masih dirawat dirumah sakit, jadi tak ada siapapun yang dia andalkan. Jadi Anna pulang menggunakan taksi.
"Gak usah keluyuran, tetep diapartemen. Kalau pengen jalan, nanti sama kakak aja."
"Iya, iya, bawel.." Anna pura pura melotot padahal dalam hati berbunga bunga.
"Mau dibawain oleh oleh gak sepulang kerja?"
"Emmmmm...." Anna tampak berfikir. "Mau bunga."
"Emang kamu setan makan bunga?"
"Ihhh Kak Saga gak romantis." Anna menghentak hentakkan kaki sambil memasang wajah cemberut.
"Iya iya, nanti Kakak beliin." Saga cekikikan melihat tingkah menggemaskan istrinya. Dia masih ingin terus mengobrol dengan Anna, sayang dia tak bisa berlama lama karena meeting belum selesai.
"Ya udah kalau gitu, Kakak harus lanjut meeting. I love you my sweetheart."
"I love you too." Jawab Anna sambil mengulum senyum. Wajahnya merah merona karena malu. Sampai sambungan telepon tertutupun, dia masih senyum senyum sendiri saking bahaginya. Dia begitu menikmati setiap perlakuan posesif suaminya. Bila orang lain tak suka pasangannya posesif, Anna justru kebalikannya, dia suka Saga yang posesif. Dia merasa sangat dicintai dengan perlakuan demikian.
Tiba tiba Anna kepikiran ingin memasak. Dia mencari resep simpel diinternet yang bisa dia contoh. Setelah mendapatkan menu yang cocok, langsung saja dia save agar nanti tak perlu mencari lagi.
Tapi sebelum memasak, dia harus bersih bersih dulu. Karena mamanya ngambek, tak ada art yang dikirim kesini sejak kemarin. Alhasil Anna harus mengerjakan semuanya sendiri.
"Aishh.." Anna mendesis saat melihat keranjang cucian yang penuh. Sepertinya sebelum mulai memvacum, dia harus mencuci baju dulu.
__ADS_1
Anna sudah membawa keranjang pakaian itu tempat mencuci. Tapi didepan mesin cuci, dia garuk garuk kepala, tak tahu bagaimana cara menggunakan mesin itu. Beruntung jaman sudah canggih, jadi dia bisa mencari tutorialnya diinternet.
"Ternyata tidak susah." Anna bermonolog sambil melakukan sesuai yang ada divideo. Saat mesin cuci mulai melakukan tugasnya, Anna mengambil vacum untuk membersihkan debu.
Setelah dua pekerjaan selesai, Anna terduduk disofa. Tubuhnya terasa sangat lelah, tapi masih banyak yang harus dia kerjakan. Antara lain, mengepel, memasak, cuci piring dan membereskan dapur setelah itu.
"Semangat Anna, kamu pasti bisa." Anna menyemangati dirinya sendiri. Setelah menghabiskan satu gelas penuh air putih, Anna bergegas mengambil alat pel. Ternyata mengepel tak semudah melihat Bi Nuning melakukannya. Jika tak biasa, terasa kaku sekali, dan yang pasti melelahkan.
.
.
Saga yang baru pulang kerja, mengernyit melihat Anna yang tidur disofa depan TV. Biasanya, tak pernah Anna tidur disana. Saga berjalan menghampirinya, terkekeh pelan melihat mulut Anna yang sedikit menganga. Tak jauh dari sana, ada peralatan mengepel yang belum dibereskan.
"Kau pasti sangat lelah."
"Kakak udah pulang?" Anna terbangun saat Saga menurunkannya diatas ranjang. Dia menepuk jidatnya karena ingat belum masak.
"Kenapa?" tanya Saga.
"Aku belum masak."
Saga tersenyum sambil merapikan rambut Anna yang berantakan kedepan. "Kita makan diluar aja malam ini, sekalian jalan jalan."
"Yeeyy.." Anna bangun lalu memeluk Saga. Hanya mau diajak jalan jalan, tapi kenapa rasanya sesenang ini. Ingat jika tadi dia habis melakukan pekerjaan rumah tangga dan belum sempat mandi, buru buru Anna melepaskan pelukannya. Dia menoleh kesamping untuk mencium aroma keteknya sendiri.
"Gak bauk kok." Ujar Saga sembali memeluk Anna kembali dan menyandarkan kepala wanita itu didadanya. "Capek banget ya?"
__ADS_1
"Hem." Anna mengangguk.
"Tadi aku udah nyuruh Zizi buat nyariin art. Kamu gak usah nyuci atau beres beres rumah lagi. Pekerjaan kamu cukup belajar dan menjadi istri yang baik diatas ranjang."
"Yakin cuma diatas ranjang?" Anna menyebikkan bibirnya. "Biasanya dikamar mandi atau sofa depan tv, sering minta."
"Ishhh." Saga mendesis samsil menarik gemas hidung Anna. Pintar menjawab juga istrinya itu.
Anna mendongak menatap Saga. "Emang besok udah pasti dapat artnya?"
"Semoga aja. Sekarangkan ada agen penyalur art."
"Tapi harus dicek bener bener latar belakangnya. Jaman sekarang banyak orang jahat. Kalau uang sama barang berharga yang diembat sih, aku masih gak papa, tapi kalau sampai suamiku yang diembat..." Anna mengeraskan rahangnya sambil memukulkan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kiri. "Aku bikin dia menyesal seumur hidup."
"Hahaha..." Saga tak bisa menahan tawanya melihat kelakuan Anna.
"Aku pijitin ya, kamu cepek bangetkan?" tawar Saga.
"Beneran mijitkan, gak modus, aku capek banget." Anna memelas, membuat Saga gemas lalu mengecup bibirnya sekilas.
Anna menggigit bibir bawahnya. Hanya kecupan singkat, tapi jantungnya sudah berdebar debar.
Saga menggeser duduknya, menaikkan kedua kaki Anna kepangkuannya lalu memijitnya. Pijitan yang lembut tapi terasa pas itu, sungguh membuat Anna nyaman.
"Enak banget kak, tangan sekalian ya."
"Ish, ngelunjak."
__ADS_1
"Hehehe...."