Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
TREAT LIKE A QUEEN


__ADS_3

Anna terbengong bengong melihat meja makan yang penuh dengan makanan. Yang benar saja, ini sudah jam 8 malam, tapi dia dijamu seperti ini. Auto nambah 2 kg berat badannya besok. Ya, saat ini dia berada dirumah orang tua Saga. Tadi siang saat mendapatkan kiriman foto testpack dua garis merah dari Saga, Mila langsung memaksa mereka untuk datang. Dan ternyata, sambutannya sungguh luar biasa.


"Mah, gak harus sebanyak ini kali," ujar Saga sambil garuk garuk kepala menatap aneka hidangan diatas meja.


"Kita semua juga belum makan kok."


"Oh....." Saga ber oh ria mendengar jawaban mamanya. Dia masih belum lupa jika makan malam dirumah ini biasanya dilakukan jam 7 malam. Mungkin hari ini karena menunggunya, jadi agak molor.


Tiba tiba, terdengar suara salam dari luar, ternyata Jeremi dan Luisa juga datang. Mereka terlihat membawa banyak sekali buah tangan untuk besannya.


"Loh, Mama sama Papa kesini juga?" Anna tak tahu menahu soal itu.


"Iya, diundang mamanya Saga makan malam," jawab mama Luisa.


"Sekalian syukuran kehamilan kamu sayang," mama Mila menyahuti.


Anna merasa sangat beruntung karena semua orang menyambut kehamilannya dengan suka cita. Jika diluaran sana banyak cerita tentang mertua kejam, beruntung sekali dia memiliki mertua sebaik Mila.


Kahamilan Anna memang sangat dinanti karena cucu pertama untuk kedua belah pihak. Jadi tak heran jika mereka semua mendadak riweh sendiri.


Karena semua sama sama sudah lapar, makan malampun disegerakan. Entah pada kelaparan atau apa, makanan segitu banyak ludes hingga hanya tersisa sedikit saja. Mungkin karena suasana hati yang bahagia, jadi makan terasa tanpa beban dan alhasil, nambah lagi dan lagi.


"Bu Mila ini memang pandai sekali memasak. Semua makanannya enak enak," puji Luisa. "Kamu harus banyak belajar masak dari mertua kamu An."


"Iya, Anna pasti belajar." Sahut Anna sambil makan ayam goreng krispi. Disaat semua orang sudah selesai makan, hanya dia yang masih sibuk dengan ayam goreng. "Mah." Anna menghentikan makannya lalu menatap kearah mamanya. "Gimana kalau kita belajar masaknya bareng bareng, kan mama juga gak pinter masak."


"Huk huk huk." Luisa yang sedang minum langsung tersedak karena kartu as nya dibuka oleh Anna. Dia sebenarnya bisa memasak, tapi hanya yang simpel saja. Selebihnya dia hanya main perintah, karena art yang akan mengeksekusi.


Ingin sekali Luisa menjewer Anna saat itu juga. Bisa bisanya bikin malu mamanya didepan besan.


"Kamu sering mual muntah gak sayang?" tanya Mila. Dia sengaja mengalihkan topik agar Luisa tak lagi keki karena malu.

__ADS_1


"Enggak kok Mah, tapi sering pusing."


"Terus gimana kuliah kamu, kuat gak?"


"Dicoba dulu aja."


Kalani yang sejak tadi diam, tiba tiba penasaran dengan ngidamnya Anna. Dari yang dia baca, biasanya bumil suka ngidam yang bikin geleng geleng.


"Kak Anna, udah ngerasa ngidam belum?"


"Masih kakak pikirin mau ngidam apa."


Semua yang ada disana seketika menatap Anna. Dan cewek tengil yang masih sibuk dengan ayam itu, langsung berhenti makan saat menyadari tatapan semua orang.


"A, ada apa?" tanya Anna tanpa rasa bersalah.


"Ngidam itu bawaan bayi, bukan dipikiran," Ucapan mama Luisa langsung disambut tawa serta gelengan kepala oleh semua orang.


"Kayak mamamu dulu," Jeremi angkat bicara. "Ngidam perutnya minta dicium Saga pas hamil kamu."


Anna seketika melongo manatap Saga. Dia baru cerita tentang itu.


"Udah tahukan sekarang, kalau masih didalam perut aja, kamu udah bucin sama aku." Wajah Anna seketika merona merah karena malu. Bisa bisanya masih didalam perut, dia udah tahu cowok cakep.


"Itulah jodoh, aneh bukan. Mungkin Anna sudah tahu kalau jodohnya Saga, makanya udah minta cium dulu aja." Mila ikutan menggoda Anna.


"Kalau pas mama hamil aku, mama minta perutnya dicium sama siapa? Jangan jangan itu juga jodohku." Kalani tiba tiba kepikiran sampai kesana.


"Minta dicium Syahrukhan, tapi gak kesampaian," jawab Elgar.


Kalani bernafas lega sambil memegangi dadanya yang deg degan. "Untung, kalau kesampaian, udah tuir dong jodoh aku."

__ADS_1


Ucapan Kalani langsung disambut tawa oleh mereka semua.


Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Oroblan menyenangkan itu terpaksa disudahi karena Jeremi dan Luisa harus segera pulang. Begitupun dengan Anna dan Saga. Malam ini, mereka kembali ke apartemen.


"Capek."


Anna langsung merebahkan tubuh diatas ranjang begitu mereka sampai di apartemen. Kehamilannya membuat dia cepat lelah.


Saga duduk ditepi ranjang, mengangkat kedua kaki Anna dan meletakkannya dipangkuan.


"Kakak pijitin."


"Oh...so sweet banget suami aku."


Saga memijit pelan pelan telapak kaki hingga betis Anna. Merasa nyaman, Anna sampai hampir tertidur.


"Jangan tidur dulu. Bersihin dulu mukanya."


"Ngantuk." Jawab Anna dengan mata terpejam. Dia memang sudah tak kuat lagi mau membuka mata.


Saga menyudahi pijatannya dikaki Anna. Berjalan kemeja rias untuk mengambil kapas dan micelar water. Dengan telaten dan pelan pelan, di membersihkan wajah Anna dari sisa make up dan debu.


"Makasih hubby."


Saga tersenyum karena ternyata Anna belum seratus persen tertidur. Dia masih sadar saat Saga membersihkan wajahnya.


"Ternyata hamil itu enak." Meski matanya tertutup Anna masih saja bicara.


"Kenapa?"


"Semua orang makin sayang sama aku, terutama Kakak. Seneng deh di treat like a quee."

__ADS_1


__ADS_2