Cewek Tengil Itu Istriku

Cewek Tengil Itu Istriku
TAKUT PERANNYA TERGANTIKAN


__ADS_3

Hari ini, untuk pertama kalinya, Anna mengajak baby Lovely jalan jalan ke mall. Dia pengen healing setelah satu bulan setengah hanya berada dirumah saja. Sambil mendorong Lovely yang ada di stroller, dia mengitari mall bersama Desi.


"An, ini bagus gak?" Desi menunjukkan sebuah kaos yang ingin dia beli. Alih alih mendapatkan bantuan milih, direspon aja enggak pertanyaannya sama Anna.


Kesal karena sejak tadi Anna hanya bengong, Desi langsung mentoyor pelan kepalanya.


"Aw...apa apaan sih Des?" Protes Anna sambil memelototi Desi.


"Lo yang apa apaan. Situ yang ngajak jalan, tapi bengong mulu dari tadi. Badan ada disini, tapi otak entah ada dimana?" Desi mendengus sebal. Dia lalu meletakkan kembali kaos yang dia pegang ke tempat semula. Mood nya untuk belanja jadi ilang.


"Sorry Des, gue lagi banyak pikiran."


Desi memutar kedua bola matanya malas. Dia sudah menduga itu sejak tadi. Pasalnya, gak mungkin si ratu shopping gak beli apapun meski sudah dua lantai mereka putari.


"Ya udah kita cari tempat buat ngobrol aja kalau gitu. Percuma juga keliling kalau otak lo lagi gak pada tempatnya." Anna mengangguk, mereka lalu mencari cafe untuk ngobrol.


Anna mengangkat Lovely dari stroller. Digendongnya bayi mungil itu sambil diberi asip yang ada didalam botol.


"Eh, dia kan gak nangis, kenapa lo kasih dot?" tanya Desi.


"Takut asipnya keburu basi kalau gak segera dikasihin."


"Lha entar, kalau asipnya habis terus dia nangis gimana?"


"Ya nyari tempat buat mengasihi."


"Ribet juga ya punya anak."


"Emang ribet, tapi kalau kita menikmati, gak juga kok, biasa aja. Apalagi kalau suami kasih dukungan penuh. Ikut bangun malem buat ganti popok, gantian gendong, rasanya tuh gimana gitu. Kayak menikmati aja, gak bisa mau ngeluh lagi." Anna teringat malam malam yang dia lalui bersama Saga saat Lovely sedang rewel rewelnya.

__ADS_1


"Beruntung banget sih lo, punya suami kayak kak Saga."


Ya, Anna juga merasa demikian, beruntung sekali memiliki suami seperti Saga. Tetapi, suami sudah sebaik itu, dia malah tega membohongi saat suaminya meminta jatah berhubungan badan.


"Eh, bengong lagi. Emang lo ada masalah apa sih An?"


Anna ragu untuk cerita, tapi saat ini, dia sedang sangat butuh pendapat. Anna menghela nafas lalu meneguk jus yang ada dihadapannya.


"Gue...gue takut kembali berhubugan badan Des." Anna berkata lirih, jangan sampai ada yang mendengar. Bisa bisa dia malu. "Gue ngeri ngebayangin itu gue yang habis dijahit, kembali dipakai." Anna menggingit bibir bawahnya menahan ngilu yang tiba tiba datang.


"Emang Kak Saga udah minta?"


Anna mengangguk. "Tapi gue bohong kalau belum selesai nifas. Gue masih belum siap Des."


"Wah gila lo, parah," maki Desi. "Bisa bisanya lo bohong kayak gitu. Yang gue denger ya An, laki itu perjuangan banget nahan buat gituan. Apalagi kan dulu Kak Saga di luar negeri lama sebelum lo lahiran. Pasti makin lama dong gak gituan."


"Kalau sama sebelum lahiran, hampir 2 bulan," Anna menimpali.


Anna lalu menceritakan jika dua hari yang lalu, Saga sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari hotel, sampai lingeri, tapi malah berujung dia kecewakan.


"Lo gak takut, laki lo nyari pelampiasan ke perempuan lain?"


Anna langsung melotot mendengar itu. "Apaan sih lo, gue lagi galau malah ditakut takutin."


Desi berdecak sambil geleng geleng melihat respon Anna.


"Lo tahukan, kalau pas lapar, paling enak ya makan. Pas ngantuk, tidur. Kalau pas kebelet, terus ada cewek gatel yang nyodorin, menurut lo gimana?"


"Suami gue gak kayak gitu." Sahut Anna cepat dan lumayan keras, sampai sampai Lovely yang ada dalam gendongannya kaget dan menangis. Padahal bayi itu sudah hampir tertidur tadinya. "Gara gara lo nih, anak gue nangis." Anna berdiri lalu menimang nimang Lovely sambil memberinya dot agar tidur kembali.

__ADS_1


"Kok gara gara gue sih. Orang dia yang teriak. Udah jadi emak emak, makin gak jelas aja nih anak." Desi geleng geleng lalu memakan makanan yang ada dihadapannya. Membiarkan Anna yang sibuk menenangkan Lovely.


Mereka keluar dari cafe saat Lovely sudah tidur dan makanan mereka habis. Karena mood yang buruk, Anna memilih mengajak Desi pulang saja. Tapi saat melewati sebuah restoran Desi melihat ada Saga disana.


"Eh An, An, lihat tuh? Itu laki lo kan?"


Anna melihat kearah yang ditunjuk Desi. Didalam restoran, tampak Saga bersama dua orang wanita dan seorang pria.


"Yang disebelah Kak Saga, itu Zizi, sekretarisnya. Kalau yang didepannya, mungkin sekretaris pria itu kali," tebak Anna.


"Laki lo kerjaannya dikerumunin cewek cakep cakep ya. Emang lo gak takut gitu An. Sekarang banyak lo cewek cewek berjiwa pelakor, apalagi kalau dihadapkan sama lelaki kayak Kak Saga. Yang awalnya alimpun, bisa mendadak pengen jadi pelakor."


Dada Anna terasa sesak. Benar juga yang dikatakan Desi. Saga terlalu sempurna untuk menjadi incaran pelakor. Mendadak dia jadi gelisah.


"Yuk lah An, buang rasa takut lo. Beri service yang memuaskan sama suami sebelum peran lo digantiin oleh pelakor. Entar lo nyesel sendiri kalau udah kejadian. Emang lo mau, tugas lo cuma ngasuh Lovely dan nyiapin kebutuhan makan dan pakaian dia aja. Sementara kebutuhan ranjang, wanita lain yang memenuhi?"


Pikiran Anna makin kacau. Jelas dia tak mau kalau sampai kejadian seperti itu. Jangankan kebutuhan ranjang dipenuhi wanita lain, tangan Saga dipegang wanita lain saja, dia kadang tak terima. Anna sering kesal saat Saga salaman dengan lawan jenis, apalagi yang cantik.


"Udah ah, ayok kita pulang." Anna mendorong stoller baby Lovely menuju pintu keluar.


Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Anna terus dihantui hal hal yang buruk. Dia bahkan sampai membayangkan Saga tidur dengan wanita lain.


"Makasih ya Des." Ujar Anna saat Desi menurunkannya didepan rumah. Dengan Lovely dalam gendongan, dia berjalan memasuki rumah. Sementara stroller, dia meminta bantuan satpam membawa masuk.


"Udah pulang aja, kirain bakal lama. Soalnya kalap udah lama gak ngemall. Ada apa, Lovely rewel ya?" Tanya Mama Luisa sembari mengambil alih Lovely dari gendongan Anna.


"Mah, malam ini, aku nitip Lovely ya."


"Emang kamu mau kemana?"

__ADS_1


"Ngelonin bapaknya."


What, mama Luisa langsung melotot lalu geleng geleng.


__ADS_2