
Singkatnya keesokan harinya, semua siswa asrama teratai putih mulai berdatangan ke asrama untuk mengecek kembali semua dekorasi. Pesta topeng akan di mulai sekitar jam empat sore, namun beberapa tamu sudah mulai berdatangan ke asrama.
Semua murid di sana berusaha untuk melayani semua tamu dengan baik. Asrama teratai putih pun telah mempersiapkan sejumblah kamar khusus untuk para tamu yang datang, tujuan nya adalah untuk membuat semua tamu merasa nyaman, dapat bersantai, juga mengganti pakaian nya nanti.
"Selamat datang di asrama kami, semoga kalian merasa nyaman disini. Anda boleh berjalan ke sebelah kanan, lalu bertanya kamar nomor berapa yang kami siapkan untuk para tamu." ujar salah satu murid yang berjaga di gerbang.
"Wah asrama ini mempunyai murid-murid yang ramah, baik terimakasih." jawab salah satu tamu yang datang.
......................
"Aku tak menyangka para tamu akan lebih memilih untuk datang lebih awal." ujar Agam.
"Mungkin mereka semua ingin menikmati fasilitas yang di berikan di sini, sesuai dengan apa yang kalian tau bahwa asrama teratai putih adalah salah satu asrama terbesar ke dua di kota ini." jawab Nathan.
"Ah... kau benar juga, tapi kalo gini caranya pasti sangat melelahkan." keluh Agam.
"Tenanglah, kita pasti akan bergantian untuk menjalan kan tugas ini." ujar Nathan.
"Oh iyah Than, tumben banget si Sella, nggak dateng ke sekolah lebih awal, padahalkan dari kemarin dia yang paling rajin, kira-kira kemana yah?" tanya Dias.
"Kayanya dia masih di jalan." jawab Nathan.
"Tapi menurutku si Sella itu ga akan dateng ke pesta." ujar Agam, yang tiba-tiba menyimpulkan sesuatu.
"Loh kok gitu?" tanya Dias.
"Kalian berdua juga tau kan kalo si Sella, masuk ke asrama ini karna beasiswa? jadi mana mungkin ia punya gaun untuk datang ke sini." jawab Agam.
Plak...
Nathan, secara tiba-tiba memukul kepala Agam. "Jangan pernah kamu merendahkan orang lain seperti itu Agam, aku yakin dia pasti akan datang, dan jika Sella memakai pakaian yang kurang mewah, lihatlah apa yang akan aku lakukan nanti untuknya."
"E-eh... sakit tau! iyah-iyah deh maaf. Jadi kalo si Sella pake gaun lusuh ke sini, kamu akan memerintahkan seseorang untuk mendandani nya?" tanya Agam.
"Iyah, tepat seperti itu." jawab Nathan, dengan raut wajah sedih.
Nathan, menundukan kepalanya, dan bergumam di dalam hatinya. "Sella, apakah kamu benar-benar tidak akan datang? apakah karna kamu tidak memiliki gaun yang indah? lihatlah ketika kamu datang nanti, aku pasti akan langsung memintamu untuk memperlihatkan gaun yang kamu bawa, jika karna hal itulah yang membuat mu tidak percaya diri, maka akan aku datangkan sepuluh gaun untukmu."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tujuh jam kemudian.
Acara pesta topeng pun akhirnya akan di mulai, semua tamu mulai berdatangan ke Asrama Teratai Putih, begitu pun dengan para keluarga bermarga besar yang ikut serta dalam memeriah 'kan acara pesta topeng ini. Terkecuali dengan ayah Grisella, yang sangat enggan untuk mengikuti acara tersebut, yang pada akhirnya Aditya 'lah yang menggantikan nya untuk datang.
Grisella, yang telah bersiap akhirnya memutuskan untuk menyewa jasa kereta kuda mewah untuk mengantarnya ke acara pesta topeng di Asrama.
Klotak... klotak...
Suara langkah kaki kuda yang sudah mulai semakin terdengar jelas, dan dekat. Seorang kusir langsung turun dari kereta kudanya, lalu bertanya. "Apakah anda nona Sella?"
"Iyah benar, pak." jawab Grisella.
"Baiklah nona, mari saya antar."
"Terimakasih banyak." ujar Grisella, yang langsung masuk ke dalam kereta kuda.
Setelah Grisella, masuk ke dalam kereta kuda ia meresa semakin tidak sabar untuk cepat sampai ke acara pesta topeng, dan ia pun bergumam. "Gaun ku sudah cantik, dah penampilan ku ini sudah seperti seorang putri, jadi mana mungkin aku akan naik kereta kuda biasa, ini semua berkat dukungan kakak. Lihatlah nanti ketika aku sudah mulai memasuki gerbang asrama, kalian semua pasti akan terkesima oleh ku."
Fiuh...~~
Di sisi lain Lidia, berserta teman-teman nya sudah berada di Asrama untuk bergiliran menyapa para tamu-tamu. Lidia, menyangka bahwa Grisella, tidak akan pernah datang karena ia percaya bahwa Grisella tidak memiliki pakaian yang cukup bagus untuk ia pakai ke pesta.
"Apakah kalian sudah melihat Sella?" bisik Lidia.
"Belum tuh, tapi nggak tau sih." jawab Wulan.
"Mungkin dia sudah ada di dalam." sambung Dhea.
"Eum sepertinya tidak mungkin, karna sebelum aku kesini untuk menjaga gerbang, aku terlebih dahulu ada di dalam. Dan di sana tidak aku temukan ciri-ciri dari wanita itu." ujar Lidia, yang memberi penegasan.
"Eumm... mungkin ia akan datang sebentar lagi."
"Percayalah dia tidak akan datang, karna aku tau jelas bahwa si Sella itu pasti sedang merasa kebingungan, dengan pakaian apa yang seharusnya ia pakai ke pesta ini." ucap Lidia.
"Yasudahlah jangan di fikirkan dulu, kita fokus saja dulu menyambut tamu." ujar Dhea.
__ADS_1
"Hmm... baiklah, kali ini aku mengalah untukmu." jawab Lidia.
Tak lama dari itu sekitar dua puluh menit kemudian Grisella, akhirnya sampai di asrama. Penampilannya kali itu seketika membuat banyak orang terkejut dengan kehadiran nya.
Kereta kuda mewah datang membawa seorang wanita di dalam nya, dan semua orang pun menyiapkan matanya masing-masing untuk melihat siapa wanita yang ada di dalam.
Sang kusir pun turun dan membukakan pintu untuk wanita yang ada di dalam kereta kudanya. "Mari nona, kita sudah sampai."
Grisella, mulai turun dari kereta kuda itu dengan sangat anggun. "Terimakasih."
Seketika seluruh tamu yang ada di sana terkejut dengan sosok wanita anggun itu. "Hey siapa wanita itu? dia pasti anggota dari keluarga bermarga besar, atau mungkin dia adalah salah satu murid di asrama lain?"
"Wanita itu sangat anggun, kira-kira siapa dia?" saut tamu yang lain.
Seorang pria mempersilahkan Grisella, untuk masuk ke dalam asrama terlebih dahulu. "Nona silahkan."
"Ah terimakasih." ujar Grisella.
Sepertinya penilaian Lidia, salah. Ternyata kedatangan Grisella, membuat banyak mata terpasang hanya melirik pada dirinya saja, dan tidak ada seorang pun yang mengenalinya bahwa ia adalah Sella, yang sedang menyamar.
"Selamat datang di asrama teratai putih." ujar Lidia, beserta kawan-kawan nya secara bersamaan.
Grisella, menunduk dan memberi salam dengan mengangkat gaun nya baseorang putri sungguhan. "Terimakasih."
"Wah... wah... siapa dia? apakah kau mengenalnya?" tanya Dhea.
"Tidak aku tidak mengenalnya, tapi dia benar-benar seorang gadis yang cantik." jawab Wulan.
"Aku bukan bertanya padamu tapi pada Lidia!"
"Ya habisnya Lidia, ga jawab jadi yaudah aku aja."
Lidia, hanya bisa terdiam karna ia sedikit iri dengan wanita itu.
bersambung......
Jangan lupa Like + Komen + Vote and Share🖤
__ADS_1
Nantikan update bab selanjutnya.