
Sesampainya Grisella, dan Nathan di kelas. Lidia, langsung menyeret matanya mengikuti awal langkah kaki Grisella, dan Nathan ketika mereka mulai memasuki kelas, hingga pada akhirnya mereka duduk. "Cih... dasar perebut pacar orang lain."
Puk...
Dhea, menepuk pundak Lidia, dari belakang. "Tenanglah, dan sabarlah sedikit lagi Lidia."
"Ya aku tau! sudah lah aku tak mau memikirkan nya dulu." jawab Lidia.
"Ckckck... Lidia, nasib mu sungguh malang." ujar Dhea.
"Diam kamu! atau akan aku robek juga mulut mu itu."
"Ah... jangan serem-serem gitu dong, yaudah nih aku diem."
"Yasudah itu lebih bagus."
Di sisi lain Agam, dan Dias, mulai menggoda Nathan, agar ia berkata dengan jujur.
"He-he-heh! gimana tadi? apakah kamu mencium si kutu buku itu di ruangan pengumuman?" tanya Agam.
"Apakah kamu sudah gilan?! aku ini ketua osis, mana mungkin aku melakukan hal yang seperti itu! apalagi ini masih di asrama." jawab Nathan, dengan tegas.
"Ya kan aku hanya bertanya, memang nya ga boleh?"
"Ya boleh, tapi jangan nanyain hal yang ga logis kaya gitu dong." ujar Nathan, yang sedikit kesal.
"Iyah deh maaf-maaf, aku kan hanya bercanda."
"Bercandanya nggak luci tau nggak!" bentak Nathan.
"Ah iyah maaf, udah jangan marah-marah ga jelas gitu dong."
"Yasudah sebaiknya kamu diam oke? sebentar lagi kelas akan kembali di mulai."
"Astaga ketua osis kita jahat banget! oke-oke deh aku bakal diem."
"Baguslah."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkatnya, jam pulang sekolah pun tiba, semua siswa pun berbondong-bandong masuk ke dalam aula asrama untuk berkumpul, sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh Nathan, dan Grisella.
"Kamu tau nggak Kak Sella, yang mengumumkan pengumuman ini dengan Kak Nathan? sepertinya mereka pasangan, karena baru kali ini aku mendengar Kak Nathan, bersama seorang wanita ketika mengumumkan sesuatu." bisik salah satu adik kelas di sana.
__ADS_1
"Ah... kau benar, tapi bukan nya Kak Nathan itu adalah pacarnya Kak Lidia yah?" saut temannya.
"Eumm entahlah, aku jadi penasaran dengan Kak Sella, itu. Dari suaranya sih... dia orang nya pasti aga pemalu-pemalu gitu, lucu banget yah."
"Eumm iyah-iyah, kita lihat saja nanti oke? aku juga jadi ikut penasaran."
"Hahaha oke."
Hampir semua orang siswa di sana menggosipkan Nathan, dan Grisella, akan tetapi semua berita gosip itu belum sampai terdengar ke telinga mereka berdua. Semua siswa di Asrama begitu sangat memperhatikan Nathan, ternyata.
Nathan, pun akhirnya datang dan langsung memulai perencanaan perancangan pesta topeng yang akan di adakan tiga hari lagi, dan ia menginginkan semuanya bekerja sama untuk acara pesta topeng ini.
"Halo semuanya." ujar Nathan, yang mulai menaiki panggung yang ada di aula.
"Halo juga Kak Nathan/Halo juga Nathan." jawab seluruh siswa secara bersamaan.
Tanpa basa-basi lagi Nathan, pun segera mengumumkan. "Kalian pasti sudah tau apa yang akan aku umum 'kan di aula ini. Pertama, aku ingin semua siswa-siswi di asrama ini bekerja sama saat pengerjaan dekorasi ataupun yang lainnya, yang kedua, tidak ada yang membantah apapun lagi, semuanya harus bekerja sama! dan yang terakhi, semua persiapan akan di mulai dari hari ini. Apa ada pertanyaan? atau ada yang mau memberikan saran masuk?"
Seorang siswa mengacungkan tangan nya. "Baiklah, yang disana?"
"Kak saya mau bertanya soal kak Sella, yang tadi mengumumkan pengumuman bersama mu, apakah dia adalah pacarmu?" tanya salah satu sang adik kelas, yang menggosipkan Nathan, dan Grisella.
Seketika Grisella, langsung membeku ketika mendengar pertanyaan itu, ia berusaha untuk sedikit menjauh dari kerumunan, dan bergumam,"Astaga?! pertanyaan macam apa itu? ke-kenapa dia malah menyimpulkan gosip seperti itu? aku harus sedikit menjauh dari kerumunan!"
"Padahal cocok lhoh Kak!/Aku ingin tau Kak Sella, itu yang mana/Pasti kalian sudah mulai PDKT kan?" ujar semua siswa di aula yang seketika menjadi menyorak-nyoraki Nathan, dan Grisella.
"Astaga! bagaimana jika ada yang mengenali ku? ya tuhan! apakah Harry, akan mendengarnya? ah... dia pasti akan sangat cemburu. Hmph... dasar adik kelas tukang gosip!" gumam Grisella.
"Semuanya berhenti!" seru Lidia.
"Wah... wah... sepertinya kita membuat masalah besar di sini." bisik salah satu siswa.
Lidia, mulai berjalan ke arah panggung untuk naik dan mengumumkan sesuatu. "Semuanya! cobalah untuk serius sedikit, waktu kita hanya tiga hari, sudahlah jangan membuat sebuah gosip yang belum tentu kebenaran nya. Kalian semua juga tau 'kan bahwa akulah satu-satunya pacar Nathan! baik sekian terimakasih, Nathan mohon lanjutkan kembali dengan tegas."
"Baik. Semuanya kita kembali ke topik pembicaraan yang utama, Kakak memutuskan untuk membagi dua kelompok siswa. Namun sebelum itu Kakak akan umum 'kan tugas kita semua hari ini yaitu semua siswa akan mulai membersihkan kelas, aula, loker, kamar mandi, taman-taman, lapangan, dan juga kolidor. Semua ruangan di asrama ini memang sudah kelihatan bersih dan rapi, akan tetapi kita wajib untuk mengecek nya kembali."
"Baiklah kita mulai masuk ke dalam pembagian kelompok tugas. Kelompok pertama adalah adik kelas kita yang paling kecil yaitu kelas budaya 3-4 tugas kalian adalah mencetak dan membagikan undangan sesuai dengan daftar yang nantinya akan di berika oleh guru, ingat semuanya harus ikut bekerja!"
"Kelompok dua, adalah kelas 2-3 sastra dan kelas kami, kenapa kelompok dua di buat dua kelas? karna tugas kita lebih berat, juga membutuhkan banyak tenaga yaitu, untuk menentukan hiasan yang tepat, lalu memasang hiasan-hiasan ruangan, dan terakhir untuk menyiapkan makanan, minuman mulai dari yang berat hingga yang paling ringan, sampai pada akhirnya hari ketiga, kita semua akan menikmati hasil dari kerja keras kita semua."
"Baik apa ada koreksi?" tanya Nathan.
"Hidup Kak Nathan, sang ketua osis terbaik!" sorak salah satu murid laki-laki.
__ADS_1
"Hidup!" jawab semua siswa.
"Hahaha... baiklah-baiklah, ayo sekarang kita mulai membereskan semuanya!" seru Nathan.
"Baik kak! kami akan mulai." ujar seluruh siswa, dengan kompak nya mereka pun segera berpencar untuk membereskan semua ruangan di asrama teratai putih.
Ketika semuanya mulai berpencar untuk membereskan sesuatu, namun berbeda dengan Grisella, yang langsung mencari Harry, di karenakan ia takut Harry marah padanya karna gosip itu, dan akhirnya ia pun kenemukan Harry di kolidor.
"Permisi Harry, apakah aku boleh berbicara sebentar dengan mu?" ujar Grisella.
Harry, seketika langsung menatap Grisella, dan menebak di dalam hatinya bahwa ia pasti akan meminta maaf. "Ah wanita ini selalu membuatku terpesona, aku menebak dia pasti akan meminta maaf padaku."
"Baiklah ayo." ujar Harry, yang langsung menarik tangan Grisella, ke tempat yang sedikit sepi.
"Ha-harry..." Grisella, cukup terkejut dengan sikap Harry, yang secara tiba-tiba langsung menarik tangan nya begitu saja.
Sesampainya di tempat yang sepi Grisella, pun langsung memeluk Harry, dan meminta maaf padanya. "Harry, apakah kamu marah padaku karna gosip itu? maafkan aku karna telah mengumumkan sesuatu dengan pria lain, kamu pasti cemburu kan?"
Harry, memeluk balik Grisella, dengan penuh kasih sayang di dalam nya. "Sayang, aku sama sekali tidak cemburu kok, kamu jangan takut yah?"
"Umm benarkah?" tanya Grisella, dengan wajah memelasnya.
"Iyah, apakah itu saja yang akan kamu katakan padaku?" jawab Harry, yang bertanya kembali.
"Aku sangat mencintaimu, dan sangat senang bisa bertemu dengan mu setiap hari, ya walau kita tidak sering saling menyapa." jawab Grisella, yang masih nyaman di dalam pelukan Harry.
Cup...
Harry, mengecup kening Grisella. "Aku juga mencintaimu, dan sangat senang bisa bertemu dengan mu. Baiklah waktu kita tidak banyak ayo kita kembali sebelum banyak orang yang mencariku."
"Ah... padahal aku masih ingin memeluk mu." keluh Grisella.
Dengan kehangatan nya, Harry mengusap kepala Grisella, dan membujuknya. "Sayang, ingat misi mu itu, kita akan berpelukan lagi nanti okey? eum di rumah ku, nanti kapan-kapan kamu main yah."
"Eumm baiklah." jawab Grisella, yang berhasil di bujuk oleh Harry.
Mereka pun akhirnya kembali ke kolidor.
Bersambung.....
Jangan lupa Like + Komen + Vote and Share🖤
Nantikan Bab selanjutnya!
__ADS_1