Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 14 : Teman pertama


__ADS_3

Keesokan harinya, Nathan pengumuman pengumuman di asrama bagi siapa saja yang dapat menemukan gadis cantik yang ada di pesta topeng semalam ia akan menjanjikan sejumblah uang baginya.


"Pengumuman bagi siapa saja orang yang dapat menemukan gadis cantik yang ada di pesta topeng semalam, akan aku janjikan sejumblah uang baginya." ujar Nathan.


Kedua teman Nathan tak menyangka bahwa Nathan, akan senekat ini untuk mencari gadis cantik itu. Mereka berdua sedikit penasaran dengan hal apa saja yang telah terjadi pada malam itu, kenapa gadis secantik dia bisa membuat Nathan, menjadi tak berdaya dengan membuat kakinya terkilir?


Namun, sayang nya tindakan yang di lakukan oleh Nathan, itu mengundang amarah Harry. Harry, yang mengetahui jelas bahwa gadis cantik yang ada di pesta semalam itu sebenarnya adalah kekasihnya sendiri. Ia di buat cemburu oleh Grisella, yang semudah itu menerima ajakan dari lelaki lain.


Setelah mendengar pengumuman itu seketika tangan Harry, langsung bergetar karna berusaha untuk menahan emosinya. "Grisella, aku tidak tau apakah ini adalah kesalahan mu atau kesalahan si putra tunggal itu, yang pasti hal ini sungguh membuatku sangat kecewa."


Tidak hanya Harry, saja yang merasa kecewa akan tetapi Lidia, pun sama-sama merasakan api cemburu yang bergejolak di dalam hatinya karna perbuatan Nathan, yang sangat nekat untuk mencari wanita itu.


Lidia, yang sudah mendengar pengumuman itu segera pergi ke kamar mandi, untuk segera menangis sepuasnya. "Dasar ******! hiks... kenapa dia malah menyakiti hatiku? padahal rasa cinta ini begitu nyata, tapi kenapa dia menganggap bahwa cintaku adalah sebuah permainan."


Tak lama kemudian Grisella, pun datang ke asrama dengan penampilan culun nya lagi, di saat ia berjalan di kolidor terdengar banyak sekali orang yang sedang membicarakan pengumuman yang baru saja di berikan oleh Nathan.


"Eh udah denger pengumuman nya belum? Kak Nathan, nekat buat cari gadis cantik yang ada di pesta semalam." desis salah satu siswa yang sedang berkumpul di kolidor.


"Ternyata bukan hanya laki-laki biasa saja yang menyukainya, namun Kak Nathan pun ikut terjerat oleh pesona nya, padahal kita tidak tau asalnya dari mana, mungkin dia dari asrama lain." jawab siswa lain.


"Tapi bisa jadi dia berasal dari asrama kita, namun ia sengaja menyembunyikan segalanya, harus di berantas!"


"Hahaha... kau benar sekali."


Grisella, seketika langsung di buat terkejut setelah mendengar pemberitaan tersebut.


"Astaga! kenapa Nathan, sampai begitu nekatnya mencari keberadaan ku? apa karna penampilan ku semalam?" guman Grisella.


Saat berjalan di kolidor ia bertemu dengan Harry, namun sayang nya Harry, langsung memalingkan wajahnya dari Grisella ketika ia melihatnya. Grisella, yang merasa aneh dengan sikap Harry, awalnya tidak menyadarinya, namun tak lama ia langsung tersadar, dan merasa sangat bersalah pada Harry, karena perbuatan nya semalam sangatlah sembrono.


Tap... tap...


"Ha-Harry..." panggil Grisella.


Namun, sayang nya sebelum Grisella, memanggil pun Harry, sudah memalingkan wajahnya dari jangkauan pandangan Grisella.

__ADS_1


Grisella, akhirnya hanya dapat tertunduk diam, dan kembali melanjutkan langkah nya dengan melewati Harry. "Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Harry? kenapa ia bersikap seperti itu padaku?"


Grisella, berusaha untuk tetap positif thinking, sebelum pada akhirnya ia pun menyadari kesalahan nya. "Astaga! jangan-jangan semua ini karna Harry, sudah mengetahui segalanya?"


Fiuh...


Grisella, menghembuskan nafasnya sebentar untuk menenangkan diri, dan melampiaskan nya dengan berteriak. "Agrh... !!! pasti ini semua karna kelakuan ku semalam, astaga... ini sebuah masalah besar untuk ku, bagaimana'pun caranya aku harus menenangkan nya nanti."


Orang-orang disana seketika langsung melihat ke arah Grisella, yang secara tiba-tiba berteriak seperti aungan singa "Agrh". Grisella, yang merasa malu'pun segera berlari menuju kelasnya dengan tergesa-gesa.


"Maaf-maaf, aku tak sengaja." ujar Grisella, sambil berlari kencang.


Sesampainya Grisella, di kelas ia melihat satu orang kutu buku yang sedang di bentak, dan di kasari oleh Lidia, sekaligus dengan teman-temannya, tujuan mereka membully kutu buku tersebut adalah untuk memanfaatkan nya mengerjakan tugas mereka semuanya dengan cepat.


"Ayo cepat kerjakan! sebentar lagi sudah waktunya masuk kelas." seru Dhea, pada kutu buku tersebut.


"Ji-jika, ka-kalian terus menekan ku seperti ini tugas-tugas kalian akan semakin lama beresnya." jawab sang kitu buku dengan raut wajah penuh dengan rasa takut, dan cara bicaranya begitu kaku.


"Alasan! cepat-cepat tidak ada alasan lagi untuk kamu mengulur waktu." ujar Lidia.


Grisella, yang melihatnya pun berusaha untuk segera membela sang kutu buku tersebut.


Grisella, bertemuk tangan seraya ingin menjatuhkan nama baik Lidia. "Waw Lidia! hebat sekali, seorang ketua bimbingan kesiswaan membully teman sekelasnya, waw Lidia! kau sangat hebat. Kenapa di kelas ini tidak ada yang mau menindak nya? apakah kalian semua merasa takut?"


"Jaga bicara mu Sella!" seru Dhea, yang tidak terima nama Lidia, di permalukan seperti itu.


"Apa?! ancaman mu itu tidak mempan padaku." jawab Grisella.


"Se-Sella, tak apa... aku bisa menghadapi nya." ujar sang kutu buku yang tidak ingin membuat masalah di kelas.


"Siapa nama mu?" tanya Grisella, sambil mendekat ke arahnya.


Seketika senyuman sang kitu buku terlukis jelas di pipinya bahwa ia sangat bahagia Grisella, menanyakan tentang namanya. "Nama ku Treysa."


"Oke Treysa, dengarkan aku sebagai sesama kutu buku, kita juga punya harga diri, jangan mau di injak injak seperti ini." ujar Grisella.

__ADS_1


"Me-mereka baik padaku, oleh sebab itu aku memberi mereka bertiga sebuah tanda terimakasih lewat mengerjakan tugas-tugas mereka." Treysa, tetap ingin membela bahwa sebenarnya ia ihklas melakukan semua hal ini.


"Ayolah Treysa, jangan ketakutan seperti itu. Lidia, ayo minta maaf padanya! sekarang!" bentak Grisella.


"Tidak Mau! apa hak mu untuk memerintah ku?!" bentak balik Lidia, pada Grisella.


Tap...


Grisella, melangkah maju ke arah Lidia, dan mendekatkan wajahnya pada Lidia dengan tatapan maut. "Ouh tidak mau meminta maaf yah? kalo begitu aku akan mencalonkan diri untuk menjadi wakil osis?"


Seketika Lidia, langsung di buat membeku oleh Grisella. Rasa ingin melawan di hatinya pun semakin membesar, namun pada akhirnya ia memilih untuk memendam amarahnya tersebut demi hubungan nya dan Nathan.


"Dia adalah salah satu bajingan yang berpenampilan kutu buku, jika bukan karna Nathan, aku tidak akan pernah merendah seperti ini." ucap Lidia, di dalam hatinya.


"Baiklah. Treysa, aku minta maaf atas ketidak nyamanan mu di kelas ini, kamu maukan berbaik hati untuk memaafkan ku?" ujar Lidia.


Treysa, dengan senang hatinya langsung memaafkan semua kesalahan Lidia. "Iyah Lidia, tidak apa-apa aku sudah memaafkan mu."


"Maafkan kami berdua juga." ujar Dhea.


"Iyah Dhea, Wulan, aku pun sudah memaafkan mu."


"Baik terimakasih kalo begitu, kami harus segera pergi." ujar Lidia, yang langsung keluar dari kelas bersama teman-temannya.


"Se-sella," panggil Treysa.


"Kenapa? lain kali kamu jangan mau di tindas gitu dong. Kamu pasti mau bertanya apakah aku mau jadi teman mu kan?" jawab Grisella, yang selalu menebak sesuatu dengan benar.


"Hahaha... kamu hebat, jadi apakah kamu mau?" tanya Treysa.


"Pasti!" jawab Grisella, dengan memperlihatkan senyuman lebarnya.


Dan pada saat itulah Grisella, memiliki seorang teman pertamanya.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa Like + Komen + Vote + Shaređź–¤


Di tunggu update bab selanjutnya! dan di tunggu juga dukungan kalian.


__ADS_2