
Bella, yang berjalan tanpa arah pun memutuskan untuk segera mencari kakak nya, karena hanya dialah yang dapat menolong nya.
Singkatanya Bella, telah tiba rumah kakak nya. Ketika ia baru saja akan meminta izin untuk masuk ke dalam rumah, tiba-tiba kakak nya memeluk dari belakang.
"Apakah ini kau Bella? adik kesayangan ku? kapan terkahir kau mengunjungiku? lihatlah betapa jahatnya adik ku ini..." ujar Indri, yang sangat senang melihat adiknya, yang akhirnya dapat berkunjung setelah sekian lama.
"Ka...kak..." bisik Bella.
Mendengar bisikan dari adiknya itu Indri, segera memutarkan badan Bella, ke arahnya. "Bella? kamu kenapa?"
"Hiks... Kakak, bawa aku masuk ke dalam rumah mu kak." jawab Bella, yang mulai menangis.
"Baiklah-baiklah. Penjaga! bukakan pintu gerbang!"
__ADS_1
"Baik Nyonya Besar!" saut para penjaga yang segera membukakan gerbang.
Setelah mereka berada di dalam Bella, segera menceritakan semua hal kebenaran tentang nya selama ini, bahwa sebenarnya keluarga Yan memperlakukan nya tidak sebaik apa yang ia katakan selama ini.
"Ayo katakan-lah, apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Indri, dengan nada suara yang begitu sangat lebut.
"Kakak... hiks, sebenarnya keluarga Yan tidak memperlakukan aku sebaik apa yang aku ucapkan padamu, dan sekarang aku mau meminta bantuan mu untuk membantu ku." jawab Bella.
"A-aku baru saja melahirkan putraku tiga hari yang lalu, kau juga tau tentang hal itu, akan tetapi dahulu aku pernah membuat perjanjian dengan keluarga Yan jika anak itu seorang laki-laki maka aku yang harus pergi dari rumah, dan sebaliknya jika anak itu perempuan."
"Mertuamu itu! kenapa ia sangat jahat padamu?! bukankah kau itu anak yang sangat baik? walaupun anakmu itu hasil dari hubungan gelap diantara kalian, tapi anak kalian itu adalah keturunan nya juga." ujar Indri, yang seketika langsung terpancing emosinya, karena cerita yang di ceritakan oleh adiknya itu.
"Kakak... aku mohon, bantu aku untuk bertemu dengan anak-ku lagi. Aku sangat ingin menyusui Rangga, hingga ia genap usia 2 tahun."
__ADS_1
"Baiklah! akan aku segerakan pertemuan diantara keluarga kita." ujar Indri, dengan tegas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Musyawarah diantara kedua keluarga pun di mulai, dan sudah di putuskan. Bahwa pada umur Rangga, sekarang hingga umur tiga tahun ia akan di rawat oleh ibunya, dan dari umur empat tahun sampai sembilan tahun ia akan di rawat oleh keluarga Yan, lalu setelah ia berumur umur sepuluh tahun hingga sampai lima belas tahun, ia akan kembali pada ibunya yang akan merawatnya.
Namun, sayang nya di umur Rangga, yang ke riga belas tahun ibunya meninggal dunia, dan ia memilih untuk tinggal bersama kakak dari ibunya yaitu Indri Yudisti ibu dari Grisella, dan semenjak ia berumur tiga belas tahun sampai lima belas tahun mereka selalu bersama, dan tidak pernah terpisahkan.
Hingga pada akhirnya ketika umur mereka menginjak enam belas tahun, mereka harus terpisah karena sebuah perjanjian. Grisella, yang tidak ingin kehilangan Rangga, di dalam hidupnya sempat memohon pada ayah-nya untuk mengizinkan nya bersekolah di asrama yang sama dengan Rangga.
Namun, ayah Grisella, tidak akan pernah mengizinkan Grisella, untuk keluar dari rumah ini sebelum ia sendiri yang menghendaki nya.
Bersambung.....
__ADS_1