Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 54 : Obat yang tak baik di konsumsi


__ADS_3

Singkatnya ketika Grisella, mulai membuka matanya ia langsung terkejut karna secara tiba-tiba ia malah enak tertidur di ranjang kamar Nathan.


"Astaga!" seru Grisella, yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Tenanglah... aku yang memindahkan mu ke sini, habisnya kamu malah tertidur di pangkuan ku tadi." ujar Nathan, yang segera memeluk erat Grisella. Nathan, sudah mulai memerhatikan kembali Grisella, dari satu jam yang lalu, lebih tepatnya di saat ia baru saja kembali setelah menenangkan diri.


Grisella, dengan segera langsung memeluk balik Nathan, dengan sangat erat, lalu dengan spontan ia berkata. "Apakah kau juga mencintaiku?! jika kau juga mencintaiku, mengapa kau ingin meninggalkan ku? mengapa engkau begitu tega terhadap ku?"


"Karna..." Baru saja Nathan, akan menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan oleh Grisella, akan tetapi secara mendadak Grisella, langsung menjerit kesakitan, dan memegangi area kepalanya.


Agrhh... !!!


"Kepala ku terasa sangat sakit sekali! Nathan, aku mohon tolong aku! Aku Sangat Membutuhkan Mu." teriak Grisella, yang sedang kesakitan.


Tentu saja hal itu membuat Nathan, cukup terkejut, dan dengan segera ia pun memanggil Dokter terbaik untuk datang ke rumahnya.

__ADS_1


"Sella! aku mohon tunggu sebentar lagi... biar aku panggil Dokter ke rumah." ujar Nathan, yang segera mengambil telfon genggam nya untuk menelfon Dokter.


Lima belas menit kemudian.


Sang Dokter akhirnya datang, dan dengan segera memeriksa Grisella. "Tuan Muda Tunggal! saya sudah di sini, biar saya tangani Nona kecil ini."


"Terimakasih Dokter, saya sangat mengandalkan mu kali ini." ujar Nathan.


Setelah itu Grisella, segera di periksa oleh sang Dokter, dan setelah satu jam Nathan, menunggu kabar pada akhirnya Dokter tersebut pun selesai memeriksa Grisella.


"Ya Dokter! sebenarnya apa yang telah terjadi pada kekasih saya?" tanya Nathan.


"Syukurnya ia masih bisa di tangani tanpa harus ke rumah sakit, akan tetapi sayang nya ia terlalu banyak memakan obat yang memengaruhi memory ingatan nya, dan karna obat itu juga'lah yang menyebabkan rasa sakit di area kepala nya." Jawab Dokter, dengan sekaligus penjelasnya


"Ouh ya Tuan Muda, saya ingin bertanya soal apa alasan Tuan Muda Nathan, memberikan nya sebuah obat yang memiliki manfaat untuk mempertahan'kan ingatan nya yang sekarang? bukankah lebih baik jika ia mengingat semua hal yang ia lupakan?" tanya sang Dokter.

__ADS_1


Nathan, kebingungan dengan perkataan Sang Dokter itu, ia pun bertanya kembali padanya. "Maksudmu... apakah Sella, sedang mengalami lupa ingatan?"


"Iyah betul Tuan, saya kira anda sudah tau. Jika terus di biarkan maka kemungkinan besar ia akan mengalami operdosis." ujar sang Dokter.


"Eumm... begitu yah? dia baru saja menjadi kekasih ku, aku belum mengetahui dirinya lebih jauh, dan aku pun tidak tau bahwa ia sedang mengalami lupa ingatan, di tambah lagi selama ini ia malah salah memakan obat."


"Tenanglah Tuan, untung nya saya mempunyai obat yang cocok untuk kekasih anda. Obat ini dapat meminimalisir obat yang selama ini ia konsumsi, dan aku mohon padamu untuk segera menghentikan obat yang selama ini ia konsumsi, karena obat itu jika terus di konsumsi dapat membahayakan otaknya." Sang Dokter, menyodorkan obat itu pada Nathan.


"Emm baiklah, terimakasih telah mau membantuku."


"Sama-sama Tuan, sudah menjadi tugasku sebagai seorang Dokter. Kalo begitu saya pamit dulu, jagalah dengan baik kekasih anda itu Tuan Muda."


"Hahaha... iyah pasti akan ku jaga dengan baik."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2