Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 32 : Kediaman Jian


__ADS_3

"Apa katamu? aku hanya milik Lidia? jelas-jelas aku ini hanya milikmu." ujar Nathan, yang kembali menggandeng Grisella.


Grisella, pun kembali melepaskan tangan Nathan, dari pundaknya. "Ih... siapa juga yang ingin bersama mu, lepaskan aku!"


Puk...


"Diam! aku bilang diam!" ujar Nathan, yang segera memeluk Grisella, dengan sangat erat.


"Hmm! lepaskan!" seru Grisella.


Nathan, mendekatkan bibirnya ke telinga Grisella, untuk berbisik. "Sudah ku bilang diam bukan? jika kau tetap ingin berontak akan aku cium kamu di hadapan mereka semua, mau?"


"Agrhh! yasudah aku akan diam!" jawab Grisella, yang mau tidak mau harus menurutinya.


"Anak baik." ujar Nathan, dengan senyuman liciknya.


"Hahaha... kalian ini kenapa sih?" tanya Rangga.


"Eumm... bisa di bilang kami sudah terikat kontrak." jawab Nathan.


Agam, yang mendengar nya seketika langsung berfikir bahwa kontrak yang di maksud oleh Nathan, adalah ciuman itu. "Astaga! ko-kontrak?"


"Hahahaha... kalian ini memang aneh." ujar Dias, yang sama-sama tertawa karna sikap yang di tunjukan oleh Nathan.


Menyaksikan para sahabatnya tertawa terutama Rangga, yang membuat Nathan, kembali berfikir bahwa sebenarnya ia tau Rangga, itu memiliki seorang sepupu yang memiliki identitas tersembunyi akan tetapi ia belum sadar bahwa ternyata itu adalah Grisella, dan ia lah sepupu yang di maksud oleh rangga, tadi.

__ADS_1


Berbeda dengan Dias, ia secara tiba-tiba mulai mencurigai Rangga, dan Grisella, lewat perkataan mereka berdua yang sepertinya saling mendukung, juga ada beberapa hal yang membuatnya merasa curiga yaitu wajah mereka yang hampir mirip seperti memiliki hubungan keluarga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya, sang montir-pun akhirnya sampai di depan rumah Grisella, dan tidak butuh waktu yang lama Ban barupun akhirnya terpasang.


Di saat mereka berempat meminta izin pada Grisella, untuk pulang tiba-tiba Nathan, sangat ingin membawa Grisella, ke rumahnya. Karena ia ingin memberikan beberapa pakaian, dan makanan untuknya.


"Grisella, kami pulang dulu." ujar Rangga.


"Iyah baiklah, berhati-hatilah di jalan." jawab Grisella.


"Eumm... Sella. bagaimana jika kamu ikut bersamaku ke rumah? aku sangat ingin memberimu beberapa pakaian, dan makanan, bolehkah aku ngajakmu?" ujar Nathan, yang memberanikan diri untuk mengajak Grisella.


Grisella, sempat ingin menolak akan tetapi hal ini adalah kesempatan baginya untuk mengetahui wajah dari musuh ayahnya dengan lebih jelas, dan ia pun akhirnya memutuskan untuk menyetujui ajakan Nathan, untuk ikut ke rumahnya.


"Baiklah." Nathan, tersenyum lembut pada Grisella.


...****************...


Singkatnya mereka pun akhirnya sampai di rumah Nathan. Teman-teman Nathan, yang lain segera meminta izin pada Nathan, untuk pergi lagi dengan alasan mereka bertiga yang masih memiliki tugas yang harus di kerjaakan.


Tugas itu adalah untuk menyelidiki rumah Grisella. Semua itu berawal dari Nathan, yang secara tiba-tiba mengajak Grisella, untuk ke rumahnya. Mereka bertiga seketika langsung mengerti bahwa Nathan, sedang memberikan sebuah kode yaitu dengan cara membawa Grisella, ke rumahnya sebagai sebuah pengalihan.


Ketika mereka berlima berangkat ke kediaman Jian. Agam, berhasil mengambil secara diam-diam kunci yang ada di saku Grisella. Rencana selanjutnya adalah untuk mencari sebuah barang bukti di rumah Grisella, setelah mereka selesai mereka pun pada akhirnya akan segera kembali ke rumah Nathan, dan kunci rumah Grisella akan mereka kembalikan pada Nathan, dan menyerahkan sisa rencananya pada Nathan.

__ADS_1


"Eumm... Nathan, kalo begitu kami akam segera kembali untuk melanjutkan tugas oke?" ujar Rangga.


"Tu-tugas apa?" tanya Grisella.


"Ahh... iyah-iyah, baiklah. Berhati-hatilah di jalan." jawab Nathan, pada Rangga.


"Baiklah kalo begitu kami bertiga pamit, sampai juga setelah tugas kami selesai." saut Rangga.


"Ya sampai jumpa."


Grisella, dan Nathan, pun segera masuk ke dalam, dan ketika ia mulai memasuki krdiaman Jian, tiba-tiba ada yang membuatnya sangat terkejut yaitu Grisella melihat Abi, yang sedang bekerja disana. Ia pun segera menyimpulkan bahwa Abi, adalah seorang penghianat, sedangkan Abi, juga sama-sama mengenali Grisella, dan lagi-lagi ia malah menyangka bahwa Grisella, telah jatuh cinta pada Nathan, pada intinya mereka berdua sama-sama sangat ingin melaporkan hal ini pada Aditya.


Grisella, yang sedang melihat-lihat pemandangan yang ada di sana, seketika matanya langsung di buat berhenti oleh seorang tukang kebun. Hal itu di karenakan pandangan nya di buat tekejut dengan seorang tukang kebun yang begitu sangat mirip dengan Abi, yaitu tangan kanan kakaknya.


"Abi? apakah itu adalah Abi? ah... benar! aku tidak salah lagi. Berani-beraninya! ia menghinati kakak ku, awas saja nanti! akan aku adukan pada kakak." gumam Grisella, di dalam hatinya.


Abi, pun sama-sama menatap Grisella, dan langsung mengenalinya. "Astaga? nona Grisella? apa yang ia lakukan disini? bukankah ia hanya di tugaskan untuk sekolah? ahh jangan-jangan nona Grisella, jatuh cinta padanya. Pokoknya aku harus melaporkan hal ini pada tuan Aditnya." ujar Abi, yang sama-sama bergumam di dalam hatinya.


Bersambung.....


Jangan lupa Like - Komen - Suport - Vote - and Share❤


Waktunya iklan...


Jangan lupa mampir ke novel yang ada di bawah ini ya...

__ADS_1



__ADS_2