Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 69 : Kesengsaraan Harry


__ADS_3

Satu tu bulan kemudian, persidangan telah selesai di laksanakan. Ayah Harry di jatuhi hukuman dua puluh tahun penjara, dan denda sebesar empat miliyar. Namun Harry, tidak di jebloskan ke penjara karna ia masih bersekolah, akan tetapi ketika ia sudah lulus dari asrama, dan kuliah hingga D1 ia pun akan di penjara selama sepuluh tahun.


"Ayah... maafkan aku, sebagai anak mu aku merasa bahwa diriku ini sangatlah tidak berguna." ujar Harry, yang berbicara dengan ayah nya di luar sel tahanan.


Ayah Harry, mengusap kepala Harry dengan penuh kasih sayang. "Sudahlah nak, jangan hawatirkan ayah. Hal yang terpenting sekarang adalah kau belajar, dan mengembangkan bisnis kita untuk membayar denda kepada keluarga Yudista, dan keluarga Jian."


"Emm baiklah ayah, aku pergi dulu. Ayah jangan merasa kesepian oke?" tanya Harry, yang begitu berat untuk meninggalkan ayahnya.


"Iyah nak, aku tidak akan merasa kesepian karna aku tau bahwa kau akan selalu menemani ku jika kau bisa." jawab ayahnya.


"Hmm... baiklah, selamat tinggal ayah. Besok aku akan kesini lagi." ujar Harry, yang mulai melangkah pergi dari kantor polisi.

__ADS_1


Di sisi lain akhirnya keluarga Yudisti, dan keluarga Jian kembali bersatu, ayah Nathan, berkata pada Ayah Grisella bahwasanya ia akan mengundurkan diri untuk menjadi wali kota dan meyerahkan nya kembali pada Aditya sebagai penerus.


"Kailes, aku ingin mengundurkan diri untuk menjadi wali kota, dan seharusnya yang menjadi wali kota kali ini adalah Aditya bukan? maka oleh sebab itu aku akan memberikan tahta wali kota ini kepada Aditya." ujar Alfin, kepada Kailes.


Ayah Grisella, begitu terkejut dengan keputusan yang di putuskan oleh Ayah Nathan. "Sudahlah Alfin... tidak mengapa jika kau ingin menjadi wali kota, aku sudah tidak mempermasalahkan nya."


"Ayolah Kailes, terimalah. Jika tidak seumur hidupku ini pasti akan merasa berdosa setiap harinya, aku mohon Kailes... ini permintaan ku yang harus kau kabulkan." ujar ayah Nathan.


Dua hari kemudian Aditya, langsung di lantik menjadi wali kota, dan di hari itu pula Grisella di publikasikan ke seluruh warga yang ada di kota, Grisella pun mengumumkan bahwa ia sudah memiliki seorang tunangan yaitu Putra Tunggal keluarga Jian, sorak semua orang pun seketika langsung bergemuruh setelah pengumuman itu.


Di sudut keramaian Harry, menatap sangat dalam ke arah Grisella dengan penuh kesedihan karna ia masih berharap bahwa seharusnya ia lah yang berada di samping Grisella, dan bukan nya Nathan.

__ADS_1


Gejolak amarah di dalam hati Harry, semakin besar yang membuat keadaan mentalnya mulai memburuk karna itu, ia pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan keramaian dan kembali ke rumah nya.


"Mengapa aku harus berada di sini jika sekedar ingin membunuh hatiku sendiri, kalo memang aku menginginkan nya mungkin lebih baik aku bunuh diri saja. Sudahlah keberadaan ku di sini saja tak di pedulikan, sebaiknya aku pulang." gumam Harry, yang segera pergi menjauh dari keramaian.


Setelah Harry, sampai di rumah nya ia langsung membanting vas bunga yang ada di dalam rumah nya karna kesal melihat kebagaiaan diantara mereka.


Prank... !!!


"Grisella... !!! jika kau tidak dapat aku dapatkan, maka Nathan pun tidak bisa mendapatkan mu!" seru Harry, yang mulai kehilangan kendalinya atas dirinya sendiri.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2