
Singkatnya jam istirahat pun habis dan kelas kembali di mulai. Wali kelas mereka menyampaikan bahwasanya dalam waktu tiga hari kedepan semua peserta didik di asrama ini harus mempersiapkan acara pesta topeng yang nantinya akan di hadiri oleh tamu-tamu dari asrama lainnya, tidak sampai di situ saja semua keluarga bermarga besar pun akan di undang dalam acara perta topeng itu.
"Selamat siang anak-anak." ujar sang wali kelas.
"Selamat siang juga bu." jawab semua murid di kelas.
Nathan, mengacungkan tangan nya bertanda ia ingin bertanya. "Ya Nathan, kenapa?"
"Apakah ada berita baru?" tanya Nathan.
"Ya betul sekali Nathan, baiklah semuanya dengarkan ibu yah."
"Baik bu."
"Asrama kita ini punya perjanjian dengan asrama-asrama lainnya untuk mengadakan pesta topeng setiap lima tahun sekali, dan kebetulan di tahun ini asrama kitalah yang menjadi tuan rumah. Guru-guru di asrama ini berharap keterampilan dari kalian semua untuk menghias asrama ini sebagus-bagusnya, dan tenang saja kami juga pasti akan membantu kalian semua, apa ada pertanyaan?" ujar sang wali kelas, yang menjelaskan secara detail.
"Ibu kok mendadak banget sih? kenapa tidak memberi info ini sekitar satu bulan yang lalu saja?" tanya Wulan.
"Karena semua guru-guru di asrama lain sudah sepakat untuk pemperlombakan sepuluh asrama yang terdaftar sebagai kerabat, lalu menilai asrama siapalah yang paling bagus, dan sesuai persepakatan semua guru di sepuluh asrama bahwa semua asrama memberi info perlombaan pada saat tiga hari sebelum acara." jawab sang wali kelas.
"Ah... kenapa ayah tidak pernah memberitahukan aku soal ini?" ujar Lidia.
"Ibu, harap kelas ini dapat bekerja sama dengan kelas lainnya. Untuk Nathan, mungkin ini tugas tambahan untukmu."
"Tugas apa ibu?" tanya Nathan.
"Kamu akan menjadi ketua, atau pengatur semua kelas di asrama ini." jawab sang wali kelas.
Nathan, hanya dapat tersenyum, dan menuruti apa yang di katakan oleh guru wali kelasnya. "Hmm... iyah baik ibu, aku pasti akan berusaha dengan baik."
"Terimakasih Nathan, kamu memanglah sosok pria yang sangat bertanggung jawab. Baiklah cukup sekian info yang ibu sampaikan, pelajaran akan di mulai setelah guru mata pelajaran ke lima masuk ke dalam kelas."
"Ah semua ini sangatlah merepotkan, bukankah asrama ini memiliki jumlah petugas kebersihan sangat banyak? kenapa tidak menyuruh mereka saja?" ujar Lidia, yang mengeluh.
"Lidia, ini adalah perlombaan, oleh sebab itu kita harus bekerja sama untuk mencapai kemenangan, kamu pasti mau kan asrama ini menjadi pemenang nya?" jawab Nathan, yang tidak ingin Lidia, mempropokasi murid yang lain.
"Umm sayang, kamu begitu lembut menjelaskan nya padaku. Baiklah semuanya, kita harus bekerja sama dengan baik oke? tidak ada yang bermalas-malasan."
"Baik Lidia." jawab semua murid di kelas.
"Ketua osis..." panggil Grisella.
"Ya, kenapa Sella? apakah ada hal yang sulit di mengerti oleh mu?" jawab Nathan.
__ADS_1
"Tidak, aku sudah mengerti semuanya, hanya saja aku ingin bertanya. Kapan kamu akan mengumumkan perkumpulan seluruh murid di asrama untuk berunding?" ujar Grisella, yang memberikan pendapat.
"Ah... iyah, kamu benar juga Sella, baiklah kalo begitu aku akan umumkan sekarang. Sella, kamu bisakan membantuku di ruang pengumuman?"
"Eumm... aku rasa bisa."
"Bagus, kalo begitu ayo!" ujar Nathan, yang langsung menggandeng tangan Grisella, keluar kelas.
Lidia, yang melihat jelas di depan matanya bahwa Nathan, telah menggandeng tangan Grisella, begitu merasa sangat geram akan tetapi ia hanya dapat bergumam di dalam hatinya untuk melampiaskan semua kekesalan nya. Itu semua ia lakukan demi hubungan nya dengan Nathan, baik-baik saja. "Dasar perempuan caper! seharusnya aku yang memberi pendapat itu! dan seharusnya aku yang di gandeng tangan nya oleh Nathan. Untung saja aku ingin bersabar untukmu, jika tidak aku pasti akan langsung menjambak rambut mu tadi."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat di bangku paling belakang kedua teman Nathan, segera langsung berkompromi untuk mendekatkan Grisella, dengan Nathan secepatnya, dan membantu Nathan, agar cepat terbebaskan dari penjara cinta palsunya yaitu Lidia.
"Euhem... Gam-Gam." panggil Dias.
"Apakah kita memiliki fikiran yang sama?" tanya Agam.
"Hahaha... sepertinya iyah. Terlihat sangat jelas, dan pasti bahwa si Nathan, itu sedang di mabuk cinta bukan?" jawab Dias.
"Hmm... benar sekali! bagaimana kalo kita berkompromi untuk mendekatkan mereka berdua?"
"Tapi gimana caranya?" tanya Dias.
"Tapikan ada Lidia and the geng."
"Ah gampang soal itu mah, tapi sepakatin aja dulu." ujar Agam yang mengulurkan tangan nya.
Dengan segera Dias, pun menjabat tangan Agam, dengan senang hati. "Baik bro... kita harus bekerja sama demi kebahagiaan sahabat terbaik kita."
"Ya benar sekali, tapi sayang nya Rangga, nggak ada di sini. Kok saya tiba-tiba jadi kangen yah?"
"Hahahaha... semoga deh dia cepet pulang ke sini, dan semoga aja bener dia bakal pulang besok." ujar Dias.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Samuel, siapkan tiket untuk pulang ku sekarang! aku sudah mulai merindukan sahabat-sahabat ku." ujar seseorang di dalam ruangan perpustakaan.
Di sisi lain Nathan, dan Grisella pun bergegas ke ruang pengumuman untuk mengumumkan bahwa setelah sepulang sekolah hari ini semua siswa dan siswi di asrama teratai putih akan berkumpul di aula asrama, untuk merundingkan acara pesta topeng yang akan di selenggarakan tepat tiga hari lagi.
"Ayo Sella, kita harus cepat mengumumkan berita ini." ujar Nathan, yang masih terus menggandeng tangan Grisella.
"Baiklah, tapi aku sudah bisa berlari sendiri, aku mohon lepaskan genggaman tangan mu itu dari tangan ku." ujar Grisella.
__ADS_1
"Ahh... maaf-maaf, namun kita sudah sampai di depan ruangan nya, ayo!" Nathan, sempat melepaskan gandengan tangan nya, namun ia kembali menggenggam tangan Grisella untuk masuk ke dalam ruangan pengumuman.
"Astaga ketua osis."
"Sudah jangan banyak bicara, sekarang kita harus mengumumkan berita ini, di awali dengan salam bersama lalu di lanjutkan oleh mu, setelah itu baru aku, dan penutup kita ucapkan secara bersama lagi."
"Baiklah, hanya mengumumkan saja kan?"
"Iyah... lalu apalagi memang nya?" tanya Nathan, dengan menatap mata Grisella.
Grisella, seketika langsung menundukkan kepalanya karna malu. "Ah baik-baik, ayo."
"Eum, ternyata dia bisa merasa malu juga." ujar Nathan, di dalam hatinya.
...Isi dari pengumuman...
Selamat siang semuanya, bagaimana dengan kabar kalian semua? apakah baik?
"Perkenalkan nama saya Sella, di sini saya mau menyampaikan bahwa perencanaan pesta topeng akan di laksanakan setelah sepulang sekolah." ujar Grisella, yang menyampaikan pengumuman.
"Lebih tepatnya kita semua akan berkumpul di aula asrama, di mohon kerja samanya, kita akan membuat pesta topeng terbaik sepanjang sejarah di asrama ini, dan kita pun pasti akan memenangkan perlombaan." sambung Nathan.
Baik sekian dari kami, terimakasih.
"Aku merasa grogi." ujar Grisella.
"Kenapa harus grogi?" tanya Nathan.
"Karna ini pertama kalinya aku mengumumkan sesuatu untuk banyak orang." jawab Grisella.
"Puftt... Kamu lucu juga yah? tenanglah." ujar Nathan, sambil mengusap kepala Grisella, dengan halus.
"Eumm... ke-kenapa rasanya begitu nyaman?" tanya Grisella, di dalam hatinya.
"Yasudah ayo kita kembali ke kelas."
"Baiklah."
Bersambung.....
Jangan lupa untuk Like + Komen + Vote and Share❤
Nantikan bab selanjutnya yah?!
__ADS_1