Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 48 : Rasa cemburu yang amat besar


__ADS_3

Tak lama dari itu kelas-pun akhirnya di mulai. Di tengah-tengah jam pelajaran pertama Grisella, sedikit merasa kesepian karna Nathan, masih juga belum kembali.


"Nathan, kemana yah? jangan-jangan dia bolos lagi! e-eh... tidak mungkin, itu tidak mungkin! orang dia ketua Osis, ngapain juga boloskan?" gumam Grisella, di dalam hatinya.


"Anak-anak setelah mata pelajaran ibu selesai kalian semua boleh istirahat untuk makan siang." ujar sang guru, yang sedang mengajar di kelasnya.


Grisella, mengacungkan tangan nya untuk bertanya. "Tapi kenapa waktu jam istirahatnya jadi di majukan?"


"Karna kalian juga tau Nathan, sedang membantu para guru di ruang guru, kami tidak ingin ia ketinggalan pelajaran. Maka oleh sebab itu jam istirahat hari ini lebih maju di bandingan dengan jam istirahat biasanya."


"Eumm... baik bu terimakasih." ucap Grisella.


"Iyah sama-sama."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua puluh menit kemudian, jam istirahat pun di mulai. Grisella, sempat menunggu Nathan, kembali akan tetapi Harry, memaksanya untuk cepat.


"Nathan, kau dimana? bukankah kau menyuruhku untuk menunggumu? tapi kenapa kau tidak cepat kembali?" ujar Grisella, di dalam hatinya dengan pandangan yang melamun ke arah pintu keluar.


Harry, melambai-lambaikan tangan nya ke wajah Grisella. "Sella... Sella... ayo! ayo, kita makan siang bersama."

__ADS_1


Seketika Grisella, tersadar dari lamunan nya. "Ah iyah! oke-oke."


Mereka berduapun segera pergi meninggalkan kelas bersama. Namun, setelah selang beberapa menit kemudian Nathan, akhirnya kembali ke dalam kelas.


"Sella... apakah kau merindukan ku?" ujar Nathan, yang baru saja memasuki kelas akan tetapi ia belum sadar bahwa ternyata Grisella, tidak ada di dalam kelasnya.


"Kau memanggil siapa?" tanya Agam.


"Sella... tapi kok nggak ada di kelas? kemana dia?" tanya Nathan, yang mulai menyadarinya.


"Sella, lagi makan siang sama Harry." jawab Rangga, dengan raut wajah yang sedikit merasa bersalah.


Nathan, menundukan pandangan nya ke bawah, dan bergumam di dalam hatinya. "Kenapa Sel? kenapa? bukankah aku sudah memintamu untuk menungguku? sekarang bagaimana caranya aku dapat menenangkan diri tanpamu?"


"Yasudah'lah... aku ingin menenangkan fikiran ku di taman, ikut nggak?" tanya Nathan.


"Yaudah ayo!" seru mereka secara bersamaan.


Dias, berbisik pada Rangga. "Palingan si Nathan, mau bikin rencana baru."


"Iyah bener, yaudah kita ikutin aja dulu alurnya." jawab Rangga, yang juga ikut berbisik.

__ADS_1


"Heh! apa yang kalian bisikan?! aku juga ingin tau." seru Agam.


"Sudahlah... saksikan saja nanti." ujar Dias.


"Dih... yaudah." ucap Agam, yang pasrah.


...****************...


Kembali ke sisi Grisella, yang sedang makan siang mewah bersama Harry, dan Bum! ia membuat banyak wanita iri padanya karna pada dasarnya Harry, adalah salah satu pria yang paling di puja oleh para wanita, termasuk juga Wulan.


Ternyata Wulan, diam-diam begitu mengagumi Harry, dari awal ia masuk ke asrama, tentu saja ia menyukainya karna sikapnya yang manis, dan juga dengan ketampanan nya.


"Ke-kenapa? kenapa?! dan kenapa... harus Sella? apa spesialnya dia? dan apa kekurangan ku dari dia?" gumam Wulan, yang begitu merasa iri dengan Grisella.


Dari situlah Wulan, mulai membenci Grisella, karna ternyata bukan hanya Nathan, yang tertarik padanya akan tetapi Harry juga. Maka oleh sebab itu di dalam dirinya itu pun mulai tumbuh kebencian yang semakin ingin menjatuhkan Grisella, seperti apa yang di rencanakan oleh Lidia, sebelum nya.


Bersambung.....


Jangan lupa mampir ke novel di bawah ini.


__ADS_1


__ADS_2