
Di tengah-tengah perjalanan Nathan, tiba-tiba mengambil ponsel nya yang bertujuan untuk menelfon ayah nya.
"Apa yang akan kau lakukan? fokus saja dulu menyetir." tanya Grisella, pada Nathan.
"Tenanglah hanya sebentar." jawab Nathan.
"Ahh yasudah terserah kamu saja."
Berdering...
"Halo? ada apa Nathan? tumben sekali kau menelfon ayah." ujar ayahnya di dalam telfon.
"Cepatlah pulang ayah, karena saat ini aku sangat membutuhkan mu di sisi ku, aku mohon segera kembali." setelah itu telfon pun langsung di tutup oleh Nathan.
Tut...
"Kau membutuhkan apa? Halo? halo?! dasar bocah ingusan ini selalu membuatku merasa hawatir secara mendadak." gumam ayah Nathan.
Tanpa fikir panjang lagi ayah Nathan, dengan segera langsung mengemas barang-barang untuk segera pulang karna ia merasa sangat menghawatirkan Nathan, apalagi ia adalah anak satu-satunya yang mereka punya.
"Istriku... bersiap-siaplah, kita akan segera pulang untuk menemui putramu." teriak ayah Nathan.
Singkatnya setelah Nathan, dan Grisella sampai di kediaman Yudisti. Pada pandangan pertama ketika Grisella, melihat ibunya untuk pertama kalinya lagi dengan segera ia langsung memeluk erat ibunya itu.
Grisella, begitu tak pernah menyangka bahwa ibunya akan kembali setelah dua tahun lamanya ia meninggalkan nya. Tangis di matanya pun akhirnya tak dapat ia bendung lagi ketika dirinya sudah merasakan kembali hangat nya pelukan dari seorang ibu.
__ADS_1
"Ibu... hiks, aku sangat merindukan mu." ujar Grisella, dengan air mata yang sudah berlinang ke pipi nya.
Ibu Grisella, langsung mengusap kepala Grisella, dengan sangat lembut. "Ohh putriku tersayang... ibu juga sangat merindukan mu."
Di saat suasana haru itu Rangga, tiba-tiba mendekat ke arah Grisella, dan berkata. "Hai sepupuku... apakah kau sudah mengingatku sekarang? akupun sudah memingat mu. Maafkan aku yang dulu, karena terlalu memaksa mu untuk mengikuti ku, dan akhirnya keluarga kita begitu sangat berantakan."
Grisella, pun mendekat dan memeluk erat Rangga. "Ah sudahlah biarkan yang lalu itu berlalu, yang terpenting sekarang adalah kita sudah kembali bersatu."
"Sudahlah jangan memeluk ku seperti ini, ingatlah Grisella ada seorang pria tampan disana yang sedang berdiri tegak untuk menunggu pelukan dari mu juga." ujar Rangga, sambil melepaskan pelukan Grisella darinya, dan menunjuk ke arah Nathan sebagai pertanda.
Grisella, langsung berbalik dan menghampiri Nathan, untuk memeluknya, dan berterimakasih karna obat yang ia berikan itu membuatnya berhasil mengembalikan ingatan nya. "Umm terimakasih Nathan sayang... kau sudah membantuku selama ini, aku mencintaimu."
Seketika Nathan, di buat terkejut dengan apa yang di katakan oleh Grisella. "Apakah aku boleh mencium mu?"
Grisella, melihat ke arah sekeliling. "Apakah kau tidak lihat begitu banyak orang di sini?"
Nathan, langsung mengecup kening Grisella, tanpa ada rasa takut sedikit pun. "Aku juga sangat mencintaimu, Grisella."
Prok... prok... prok...
Suara tepuk tangan seketika langsung bergemuruh. "Bibi... sepertinya putrimu itu sudah menemukan cintanya."
"Dia memang pria yang baik, sangat cocok untuk anak gadis ku." jawab ibu Grisella.
"Adik! jangan dahului aku oke?" seru Aditya, yang ikut gembira.
__ADS_1
"Ka-kalian apaan sih, aku jadi malu." ujar Grisella, yang menunduk karna malu.
Ayah Grisella, tersenyum dan tiba-tiba mendekat ke arah Nathan, dan Grisella. "Tuan Muda Tunggal, saya sebagai kepala keluarga Yudisti meminta maaf atas kesalah fahaman ini yang berbampak begitu buruk pada keluarga kira."
Nathan, dengan rendah hati langsung menjawab. "Aku percaya ayah ku akan segera kembali besok, maka oleh sebab itu aku umumkan untuk kalian semua, seluruh keluarga Yudisti untuk menyambut kedatangan kedua orang tuaku besok."
Ayah Grisella, dengan senang hstuhati langsung menerima undangan nya itu. "Baiklah akan aku terima."
Setelah itu Kailes, langsung menggenggam kedua tangan putrinya. "Sayang... kali ini aku minta maaf padamu atas kesalahan ku terdahulu padamu, seharusnya aku tidak pernah setuju untuk menjodohkan mu dengan Harry."
Grisella, langsung memeluk erat ayahnya itu. "Tenanglah ayah, hal ini murni sebuah kesalahan keluarga Jonathan terhadap kita, jadi tentu saja aku akan memaafkan mu."
"Hahahaha... kau memang putriku yang sudah dewasa." ujar ayahnya.
"Ayah... jika kau menyesal telah menjodohkan Grisella dengan Harry, maka jodohkan saja dengan Putra Tunggal keluarga Jian, akan aku jamin kehidupan nya, dan akan selalu aku bahagia dirinya sepanjang usia." ujar Nathan, yang ingin merubah suasana menjadi lebih damai.
Semua orang di sana langsung tertawa mendengarnya.
"Hahaha... kau ini bisa saja Tuan Muda Tunggal Jian." ujar Aditya.
"Baiklah kalo begitu, perjodohan ini akan di laksanakan ketila ayah mu telah datang kembali." ucap ayahnya.
"Yuhu! kita akan di jodohkan Key!" seru Nathan, yang langsung memeluk Grisella, dengan sangat erat.
"Iyah sayang iyah." jawab Grisella, dengan penuh cinta.
__ADS_1
Bersambung.....