Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 51 : Kakak! bagaimana ini?


__ADS_3

"Eumm... teman-teman, aku izin ke toilet dulu yah? bye!" seru Grisella, yang langsung melepaskan pelukan nya dari Nathan, dan segera berlari menuju ke arah toilet.


"Random banget tuh anak." ujar Rangga.


"Sangat unik, cintaku berasa langsung bertambah setelah ia memeluk ku tadi." jawab Nathan.


"Halah bucen! yo lah pergi." seru Agam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya setelah Grisella, sampai di toilet. Ia segera mengeluarkan telfon gengam nya dan segera menelfon Aditnya.


"Astaga-astaga! aku sangat bingung. Pokoknya aku harus segera menelfon kakak." gumam Grisella.


Drtt... Berdering...


"Kakak! ini gawat! sangat gawat! apakah kau sudah tau bahwa Nathan, akan pergi ke luar negri?" tanya Grisella, setelah Aditya, menjawab telfon nya.


Aditya, begitu kebingungan dengan apa yang Grisella, katakan. Karena Abi, belum memberitahukan hal apapun padanya. "Apa?! Abi, kok belum memberitahukan hal itu pada kakak."


"Ya jangan nunggu Abi, dong! masalah nya si Nathan, udah ngumumin di hadapan banyak orang tadi."

__ADS_1


Aditya, pun segera memutar otaknya untuk menemukan cara agar rencana yang di buat oleh Nathan, itu dapat di batalkan. "Baiklah-baiklah cobalah untuk membujuknya dengan halus."


"Tidak mempan! aku sudah menangis di hadapan nya akan tetapi ia tidak tersentuh." seru Grisella.


"Kalo begitu cobalah untuk menghabiskan waktu hanya berdua bersamanya, dan mulailah kembali bujukan maut mu itu, aku yakin dia akan luluh." jawab Aditya.


"Ide yang bagus! baiklah kalo begitu setelah pulang dari Asrama aku akan segera berbicara pada Nathan, agar menghabiskan waktu bersama ku hari ini."


"Anak pintar, ada hal lain lagi tidak?" tanya Aditya.


"Cukup, sudah tidak ada lagi pertanyaan. Sekarang aku pamit dulu ya... karna sebentar lagi sudah mau masuk jam pelajaran pertama. Bye kakak! aku mencintaimu."


Grisella, langsung mematikan telfon nya. "Anak ini... selalu saja begitu. Tapi walaupun Grisella, seperti itu tetap saja ia adalah adik perempuan kesayangan ku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya waktu pulang pun datang. tanpa basa-basi lagi Grisella, segera meminta Nathan, untuk menghabiskan waktu bersamanya hari ini, dengan alasan bahwa hari ini adalah hari terakhirnya untuk melihat Nathan.


"Ketua Osis... eh maksudku Nathan..." teriak Grisella, yang memanggil Nathan.


"Pftt... iyah ada apa?" tanya Nathan, yang berusaha untuk menahan tawanya.

__ADS_1


"Apakah hari ini kau sibuk?" jawab Grisella, yang kembali bertanya pada Nathan.


"Sepertinya tidak, memang nya ada apa?" tanya Nathan, sekali lagi.


"Bisakah kau meluangkan waktu untuk ku hari ini? Eh... maksudku bisakah kau menghabiskan waktu hari ini bersamaku?" Jawab Grisella.


Seketika Nathan, langsung terlihat sangat bahagia, dan sama sekali tidak dapat menolak tawaran langka yang di ucapkan oleh Grisella, itu. "Apakah kau sedang bercanda? ya tentu saja aku mau."


"Ya aku tidak sedang bercanda... hanya saja, hari ini adalah hari terakhirmu bukan? aku ingin melihat wajahmu lebih lama lagi dari biasanya, apakah aku di berikan izin olehmu?" ujar Grisella, dengan ucapan nya yang begitu manis pada Nathan.


"Mengapa kau harus meminta dulu izin dariku? ya tentu saja aku akan mengizinkan nya." ujar Nathan.


"Baiklah kalo begitu, kita akan kemana untuk menghabiskan waktu bersama? ingat yah... hanya kita berdua tidak ada Agam, Dias, dan juga Rangga."


"Hahaha... baiklah, yasudah kalo begitu ayo kita ke rumah ku saja, di sana ada taman, dan makanan yang pastinya kamu akan sangat menyukainya."


"Eumm baiklah, ayo."


Akhirnya Grisella, dapat menjalan'kan misi pertamanya untuk hari ini, dan ia pun segera di bawa ke kediaman Jian, oleh Nathan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2