
Sesampainya Harry, di rumah sakit. Ia memilih dokter andalan keluarganya untuk memeriksa Grisella, yang pada awalnya memang sudah biasa ia kirim ke rumah Yudisti untuk merawat semua orang di sana terutama Grisella.
Di dalam Ambulance Harry, segera menelfon dokter andalan nya untuk bersiap siaga ketika mereka telah tiba di rumah sakit. "Dokter Daniel! bersiap-siaplah karna kami akan segera tiba di rumah sakit."
Dokter Daniel, yang mendengarnya seketika langsung terkejut. "Ada apa tuan Harry?!"
"Grisella, dia jatuh sakit. Aku mohon bersiap-siap lah." jawab Harry.
"Nona Grisella? hah! baiklah-baiklah, kalo begitu telfon nya saya matikan" ujar Dokter Daniel, yang langsung tergesa-gesa untuk mempersiapkan semua peralatan medisnya.
Tut...
Keringat dingin, seketika langsung mengguyur seluruh tubuh Harry, itu di sebabkan oleh kehawatiran ny pada Grisella, yang begitu besar.
"Bertahanlah sayang... kita akan segera sampai di rumah sakit." bisik Harry.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah akhirnya sampai di rumah sakit. Grisella, langsung di bawa ke ruang ICU untuk di periksa. Tak lama Grisella, berada di dalam Dokter Daniel pun akhirnya keluar dari ruang ICU, dan menanyakan beberapa pertanyaan pada Harry.
Dokter Daniel, keluar dari ruangan ICU, dengan keadaan wajah yang sedikit suram. "Tuan Harry... ada beberapa pertanyaan yang harus saya tanyakan padamu."
"Baiklah tanyakan saja, tapi bagaimana dengan keadaan Grisella? dia akan baik-baik sajakan?" ujar Harry, yang semakin merasa hawatir.
"Apakah ada seseorang yang mengingatkan Grisella, pada memory lamanya?" tanya Dokter Daniel, dengan bibirnya yang sedikit bergetar ketika menanyakan hal itu.
"Maksudmu apa? bertanya hal seperti itu padaku?!" jawab Harry, yang malah bertanya balik pada Dokter Daniel.
Fyuh...
__ADS_1
Dokter Daniel, menghembuskan nafasnya sebentar untuk menyeimbangkan suaranya ketika berbicara pada Harry. "Tuan, mohon dengarkan saya dulu, saya sudah lama merawat Grisella, kurang lebih sekitar tiga tahun. Sakit yang di alami oleh Grisella terutama di bagian kepalanya adalah sebuah titik awal pengembalian memory otak yang pernah hilang. Emm... Hal yang saya takutkan adalah memory nya akan kembali dengan cepat jika ada seseorang yang berusaha untuk mengingatkan nya kembali ke masalalu."
Pupil mata Harry, seketika langsung mengecil karna ketakutan, yang membuatnya hanya dapat terdiam, dan seketika membatu setelah mendengar hal itu, karena ia baru saja menyadari bahwa Rangga, berada di kelas yang sama dengan Grisella.
Rangga, adalah satu orang yang dapat mempengaruhi ingatan Grisella, dan ia sangatlah berpengaruh di dalam kehidupan Grisella, di masa lalu.
Dan Hal itulah yang mengingatkan Harry, pada kejadian dua tahun yang lalu.
Flasback.
Rangga, adalah seorang anak dari hasil hubungan gelap antara adik dari ibu Grisella yaitu Bella arabel, dengan Indra Yan dari keluarga Yan yaitu ayah kandung Rangga. Di saat Rangga masih di dalam kandungan, Ayahnya yaitu Indra, selalu memperhatikan kehamilan dari ibu Rangga.
Hingga suatu saat Indra, mencoba untuk membawa Bella, kerumahnya dengan keadaan Bella, yang sedang hamil tujuh bulan.
Namun, sayangnya tanggapan kedua orang tua Indra, begitu kasar pada Bella, mereka berkata bahwa jika anak di dalam kandungan nya adalah laki-laki maka mereka akan menganggap nya sebagai cucunya, akan tetapi dengan syarat Bella, yang harus pergi, dan jika sang bayi itu adalah seorang perempuan, maka keluarga Yan akan menerima Bella, namun dengan syarat tidak dengan anaknya.
Di karenakan, sudah tidak ada cara lagi yang dapat membantunya untuk mengulur waktu, pada akhirnya ia pun memutuskan untuk menyanggupi apa yg di tawarkan oleh kedua orang tua Indra.
"Sayang?! apakah kamu benar-benar akan memutuskan untuk menyetujui nya?" tanya Indra, yang langsung menatap kedua mata Bella, dalam-dalam. Begitu terpancar jelas di matanya bahwa ia sedang merasa hawatir.
Bella, langsung memberikan senyuman nya pada Indra, untuk tidak usah menghawatirkan nya. "Aku harus melakukan nya demi masa depan anak kita."
"Sudah-sudah! tidak ada drama lagi. Baguslah jika istrimu itu sudah menyetujuinya, sekarang bawa dia ke kamarmu." seru ibu Indra.
"Eum... baik ibu."
Singkatnya Rangga pun akhirnya lahir kedunia, semua keluarga begitu merasa gembira atas kelahiran anak laki-laki di keluarganya, namun berbeda dengan Indra, yang langsung merasa ketakutan istrinya akan di usir dari rumah.
Dan benar saja setelah tiga hari dari kelahiran Rangga, Bella langsung di usir oleh keluarga Yan keluar.
__ADS_1
Plung... Brak!
Plung... Brak!
Barang-barang Bella, di lempar keluar oleh ibu Indra, tanpa ada rasa kemanusiaan sedikitpun.
"Keluar dari rumah ini! tugasmu sudah berakhir, dan sesuai dengan perjanjian, jika anak yang kau kandung adalah laki-laki itu menandakan bahwa dirimulah yang harus pergi dari rumah ini!" bentak Ibu Indra, pada Bella.
"I-ibu... tapi ini baru saja tiga hari, aku masih belum kuat untuk langsung berpisah dengan anakku." ujar Bella, dengan wajah yang ketakutan.
"Ibu! biarkan Bella, tinggal hingga Rangga, berumur satu tahun saja" ujar Indra, yang langsung membela Bella, di hadapan ibunya.
"tidak Ada Bantahan Apapun! Pengawal!" Seru ibu Indra.
Bug...
Pengawal itu memukul kepala Indra, dengan tongkat sehingga ia langsung jatuh pingsan.
"Indra!" teriak Bella, yang semakin ketakutan.
"Jika kamu tidak segera pergi buka hanya Indra, yang akan aku celakai akan tetapi Rangga, juga!"
"Baik ibu baik! aku akan segera pergi dari rumah ini." ujar Bella, yang dengan segera langsung pergi meninggalkan kediaman Yan.
.........
Dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. Bella, dengan terpaksa harus pergi meninggalkan kedua belahan jiwanya. "Indra... Rangga... Ibu, harus pergi, dan untuk mu Indra, aku menyerahkan Rangga, padamu---jagalah ia dengan baik, lalu jadilah ayah yang baik untuknya, jangan lagi seperti anak kecil yang sama manjanya."
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa Like - Suport - Vote setiap hari senin.🖤