Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 70 : Satu tahun berlalu


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Grisella, dan juga Nathan, telah lulus dari asrama, sekarang mereka sudah di terima di universitas yang sangat berkualitas untuk pendidikan. Begitupun dengan Harry, yang masuk ke universitas yang sama dengan Grisella.


Singkatnya setelah pengumuman penerimaan murid baru, mereka pun akhirnya masuk ke universitas unggulan itu, di sana Grisella langsung di sambut dengan sangat baik oleh para guru, dan murid lainnya di karnakan ia adalah adik dari wali kota.


"Coba lihat itu! bukan kah ia adalah adik dari wali kota kita?" tanya salah satu orang di sana.


"Ouh iyah! aku tak menyangka bahwa ia akan kuliah di universitas ini." jawab seseorang yang lain nya lagi.


"Hallo semuanya, semoga kita dapat menjadi teman baik kedepan nya." ujar Grisella.


Di sisi lain Harry, juga ikut di sorot oleh semua orang di universitas, namun bukan karna ketampanan nya lagi akan tetapi karna keburukan nya.


"Stt... bukankah dia adalah Harry? dia yang telah menyebabkan Grisella, lupa ingatan selama dua tahun bukan?" bisik salah satu murid.


"Iyah... laki-laki bejad sepertinya itu mengapa tidak di tahan saja? dan aneh nya polisi malah meringan kan hukuman nya?" jawab murid yang lainnya.


Bisikan mereka tak sengaja di dengan oleh Grisella, maka ia pun langsung menjawab nya. "Bagaimana pun ia adalah anak dari keluarga Jonathan, di masa dan ia pasti akan mewarisi tahta ayahnya, begitupun dengan perusahaan nya."

__ADS_1


"Hahaha Nona Grisella... tapi mengapa denda nya hanya satu milyar, bukan kah keluarga Jonathan itu sangat kaya?" tanya salah satu murid pada Grisella.


Grisella, terseyum dan langsung menjawab nya. "Satu milyar itu hanya denda untuk di bagikan ke seluruh penduduk, akan tetapi ia masih mendapatkan dendam sebesar tujuh milyar ke keluarga kami, dan mereka baru membayar lima milyar, butuh dua milyar lagi untuk melunasinya. Maka oleh sebab itu kami membiarkan Harry, sekolah terlebih dahulu hinggal ia lulus D1, tujuan nya agar ia dapat mengelola semua perusaan ayahnya kelak."


"Ouhh begitu ya?, maafkan kamu Nona Grisella." ujar salah satu murid diantara dua orang.


"Iyah tidak apa-apa, panggil saja aku Grisella oke?"


"Eumm okey, Grisella."


"Baiklah aku pergi duluan yah." ujar Grisella, yang mulai meninggalkan tempat.


"Eumm... terimakasih Grisella, aku tau bahwa kau sudah mulai jatuh cinta padaku, karna dua tahun ini aku selalu ada untuk mu." gumam Harry.


Singkatnya lagi di jam istirahat Harry, tiba-tiba mulai mendekati Grisella, dengan modus permintaan maaf.


"Halo Grisella... aku ingin minta maaf padamu." ujar Harry, dengan sangat lembut.


Namun Grisella, sama sekali tidak mempedulikan kehadiran Harry, hingga pada akhirnya Nathan, datang ke universitas nya untuk melihat Grisella.

__ADS_1


"Yasudahlah jangan di bahas lagi." jawab Grisella.


Dari arah utara tiba-tiba Nathan datang, dan membawakan nya bunga mawar. "Sayang..."


Grisella, menengok ke arah utara, dan langsung berlari untuk memeluk erat Nathan di hadapan Harry.


Hap...


"Umm sayang aku sangat merindukan mu, apakah kau memakai mobil dengan kecepatan turbo untuk sampai ke sini?" tanya Grisella, dengan sedikit candaan nya.


Nathan, langsung meletakkan tangan nya di kepala Grisella, dengan penuh kasih sayang. "Mana ada... aku hanya tepat waktu menjemputmu."


Sungguh hal itu berhasil membuat hati Harry, seketika langsung terluka dengan hebat, ia pun memutuskan untuk segera pergi dari sana. Nathan, dan Grisella pun tidak begitu mempedulikan kehadiran Harry (Menghiraukan nya begitu saja, tanpa sepatah kata).


"Grisella! kau sama sekali tidak menyapa ku, dan malah membuat hati ku hancur." gumam Harry, yang sebenarnya sedang merasa cemburu dengan kehadiran Nathan, yang lebih memprioritaskan Grisella, di bandingkan dengan dirinya yang dahulu.


Bersambung.....


Jangan lupa Like, Komen, Suport, Vote, and Shaređź–¤

__ADS_1


__ADS_2