
Dias, yang melihat senyuman Nathan, seketika langsung faham dengan apa yang sedang ia fikirkan. "Nathan! apakah apakah kamu mencurigai Sella?"
"Ya, aku curiga bahwa Sella, adalah sosok gadis cantik yang ada pada pesta semalam, dan jika memang ia adalah gadis itu, maka dari keluarga manakah ia berasal? karena aku dengar-dengar Harry, memiliki seorang kekasih yang identitas nya tersembunyi. Namun aku tidak tahu kekasih Harry, itu dari keluarga mana." jawab Nathan.
Dias, merasa kagum dengan kecerdasan teman nya itu, walau terkadang ia terlihat seperti biasa saja, namun sebenarnya ia memiliki kemampuan tersembunyi untuk mengetahui segala hal yang orang lain mungkin jarang mengetahuinya.
"Dias..." panggil Nathan.
"Apa? kalo mau minta tolong ya minta aja, jangan sungkan." saut Dias.
"Apakah kamu bisa menyelidiki topeng biru langit yang gadis cantik itu pakai? siapa yang telah membuatnya, lalu siapa pembeli pertama dari topeng itu. Hingga pada akhirnya topeng itu berhasil di lelang dengan harga tinggi, dan sudah sepuluh kali berpindah ke banyak tangan." Nathan, bermaksud untuk mencati tahu keluarga manakah yang terakhir membeli topeng biru langit tersebut.
"Baiklah, akan aku kerjakan sekarang. Dadah Nathan... jangan galau-galau lagi yah, sampai jumpa nanti malam." ujar Dias, yang sedikit memberi candaan pada Nathan.
"Hahaha... baiklah-baiklah." jawab Nathan, sambil tersenyum pasrah dengan tingkah temannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan di sisi lain, tak disangka Harry, malah membawa Grisella, ke rumah ayahnya. Tujuan Harry, membawa Grisella, ke rumah nya sendiri adalah untuk memohon pada ayah Grisella, agar mempercepat pertunangan mereka secara publik.
Grisella, melihat ke sekeliling tempat dari dalam mobil. "Harry? kamu akan membawa ku kemana?"
"Ke rumah mu." jawab Harry.
Grisella, menepuk jidatnya dengan ekpresi raut wajah yang sedikit hawatir. "Astaga sayang... kenapa kamu malah membawaku pulang? kalo ada orang lain yang liat bisa bahaya."
"Tenanglah, tidak akan ada seorang pun yang berani mengikuti kita." ujar Harry, sambil memeluk Grisella, agar ia merasa sedikit tenang.
Lima belas menit kemudian.
Merekapun akhirnya telah sampai di kediaman Yudisti. Grisella, sedikit merasa hawatir Harry, akan mengatakan sesuatu pada ayah nya.
"Akhirnya sampai juga, ayo sayang kita keluar." ujar Harry, sambil menarik tangan Grisella, dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Kamu duluan saja, dan satu lagi jangan bukakan pintu untuk ku, oke? karna aku takut ada seseorang yang melihatnya. Walau gerbang rumah ini terletak aga jauh dari rumah tetap saja tidak menutup kemungkinan para warga masih dapat melihatnya."
"Eum baiklah, aku akan kenunggumu di luar."
Grisella, pun memberanikan diri untuk keluar dari mobil, dan dengan segera nya ia pun langsung masuk ke dalam rumah bersama Harry.
Ketika Grisella, sudah masuk ke dalam rumah, ia langsung di sambut dengan senyuman oleh kakak nya yaitu Aditya Yudisti.
"Ayah... kakak... aku pulang." ujar Grisella.
Aditya, yang mendengar jelas bahwa itu adalah suara dari adiknya pun segera keluar dari ruangan kerjanya. "Astaga demi apa kamu pulang? ah... ada Harry, juga rupanya, selamat datang kembali!"
"Terimakasih kakak." jawab Grisella, dan Harry, secara bersamaan.
Ayah Grisella, pun tiba-tiba muncul, dan mulai turun ke lantai satu ketika ia melihat Grisella, yang pulanh dengan membawa Harry.
"Grisella!" seru ayah.
Seketika Aditya, Grisella, dan juga Harry, langsung melirik ke atas kanan atas. "Ayah..."
"Baiklah ayah, biar aku jelaskan. Aku ingin pertunangan ku dengan Grisella, di percepat, dan di publikasi'kan di hadapan semua orang." jawaban Harry, begitu sangat mengejutkan semua orang yang ada di sana.
"Harry!" seru Grisella, dan Aditya secara bersamaan.
Ayah, mengangkat tangan nya, yang menandakan mereka berdua lebih baik diam, dan serahkan semuanya pada dirinya. "
"Tidak Harry. Dengarkan aku, kamu sudah menyanggupi dan mendukung keputusan yang di buat dari keluarga ini, maka oleh sebab itu kamu harus menepatinya." ujar Ayah Grisella, yang menolak secara halus permintaan Harry.
"Eumm ayah, bagaimana jika aku dan Grisella, bertunangan dulu untuk meresmikan hubungan kami." bujuk Harry.
"Harry, sekali lagi aku katakan ini sudah menjadi persepakatan antar keluarga kita bahwa kamu akan menunggu Grisella, menyelesaikan misinya, dan setelah ia berhasil barulah kamu akan bertunangan secara publik di hadapan banyak orang." Ayah Grisella, tetap mendirikan pendirian nya, dan tidak ada seorangpun yang dapat mengganggu gugat keputusannya.
Harry, yang mendengarnya hanya dapat pasrah, dan memutuskan untuk kembali menunggu Grisella, sesuai dengan perjanjian keluarga. Namun dengan satu syarat yaitu Grisella, tidak boleh mencoba untuk mencintai Nathan, secara diam-diam, atau semuanya tidak akan berjalan sesuai dengan ekpetasi keluarganya.
__ADS_1
"Baiklah ayah, akan tetapi aku ingin meminta satu syarat secara rahasia pada Grisella." ujar Harry.
"Baiklah, silahkan katakan pada Grisella." jawab ayah.
Harry, mulai mendekat ke arah Grisella, dan berbisik tepat di sebelah telinganya. "Jangan pernah kamu mencoba untuk mencintai Nathan, secara sembunyi-sembunyi, dan untuk kedepan nya aku akan memaklumi kedekatan mu dengan Nathan. Namun Hanya Sekedar Untuk Menjalankan Misi, ingat itu, atau semuanya akan hancur!"
Grisella, langsung tersenyum, dan segera memeluk Harry, dengan erat. "Tentu saja! terimakasih."
Harry, merasa terkejut dengan sikap yang di tunjukan oleh Grisella, dan ia langsung mengartikan pelukan Grisella itu sebagai tanda bukti cinta, sekaligus dengan bukti atas kesetiaan Grisella, pada dirinya.
"Umm... sama-sama." ujar Harry, yang langsung tersipu malu karna di peluk secara mendadak oleh Grisella.
Aditya, yang melihat senyuman yang terlukis jelas di pipi Adiknya itupun merasa sangat bahagia, dan berharap bahwa Harry, dapat terus membahagiakan adiknya itu. Namun di sisi lain Aditya juga merasa iri dengan adiknya yang sudah lebih dahulu mengenal cinta di bandingkan dengan dirinya.
"Kalian ini sungguh pasangan yang sangat serasi. Harry, kakak minta kamu harus terus dapat membahagiakan adik kesayangan kakak ini yah? jangan pernah membuatnya bersedih." ujar Aditya.
Harry, menjawab ucapan Aditya, dengan sedikit murung. "Aku akan berusaha untuk terus membahagiakan Grisella, akan tetapi di sisi lain akupun merasa takut akan membuat Grisella, bersedih, kakak sendiri tau bahwa aku ini memiliki dua kepribadian."
Puk...
Aditya, menepuk pundak Harry. "Tenanglah, adik ku ini pasti akan menerimamu apa adanya."
Harry, yang melihat kepercayaan Aditya yang begitu besar padanya pun membuat dirinya seketika memiliki motivasi yang besar juga untuk dapat membahagiakan Grisella.
Harry, tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Yah! aku pasti akan membahagiakan adikmu yang manja ini."
"Ah... Harry, aku tidak manja lhoh!" seru Grisella.
"Hahaha... di mata kami kamu itu sangat manja." ujar Aditya, dan Harry, yang mengucapkan nya secara bersamaan.
Grisella, langsung di buat tercengang dengan kekompakan yang di miliki oleh kakaknya, dan juga kekasihnya itu. "Ahh sudahlah, aku akan mengambil minum di dapur."
Hahahaha...
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa untuk Like - Suport - Vote - Favorit -Share 🖤