
Singkatnya Nathan, sudah kembali ke rumah Rangga, untuk menjemput Grisella, setelah itu Grisella pun di bawa kembali ke rumah nya, lalu mereka pun berpamitan.
"Apakah tuan putriku sudah bangun?" tanya Nathan.
"Ya dia ada di dalam sedang menunggu mu." jawab Rangga.
Nathan, masuk ke dalam kamar Rangga, dan segera membawa Grisella untuk pulang. "Tuan putri, saat nya pulang, ayo kita pulang..."
"Nathan! kenapa kau begitu lama sekali? aku hampir saja mati karna bosan di sini." seru Grisella.
"Apakah Rangga, tidak bisa menghiburmu dengan baik?" tanya Nathan.
"Eumm tidak-tidak! bukan seperti itu maksudku. Yasudahlah ayo kita pulang."
"Baiklah Nyonya. Rangga, kami pulang dulu... semangat untukmu." ujar Nathan.
Sesampainya mereka di rumah Grisella, dengan manisnya Nathan berkata. "Sampai... Sella, jngan rindukan aku selama aku jauh oke? karna hal itu hanya akan menambah beban fikiran mu saja, cukup tunggu aku kembali."
__ADS_1
Dengan sinisnya Grisella, menjawab. "Ih... siapa juga yang bakal kangen sama kamu, yaudah ah cepat pergi."
"Jangan gengsi gitu dong... ingat kau sudah menyatakan cintamu padaku." ujar Nathan.
Seketika Grisella, terhenti ketika akan turun dari mobil, lalu kembali untuk mencium pipi Nathan. "Muach... aku akan merindukan mu."
"Umm sudah-sudah cepatlah pulang!" seru Grisella.
"Baik nyonya, sampai jumpa."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Selamat pagi dunia, ini adalah hari yang baru untuk ku." ujar mereka berdua secara bersamaan, namun berbeda tempat.
Nathan, segera berangkat ke asrama untuk menyamar sebagai murid baru di kelasnya. Ketika perkenalan di mulai terlihat Grisella, yang sepertinya memiliki simpati pada Nathan, yang sedang menyamar menjadi Alpha.
"Murid-murid sekalian, kelas kita kedatangan murid baru hari ini, ayo masuk." ujar wali kelas mereka.
__ADS_1
Nathan, pun segera memasuki kelasnya. "Pe-perkenalkan... na-namaku A-Al-Alpha..."
"Apakah dia gagap? mengapa orang gagap sepertinya bisa masuk ke asrama ini?" ujar para murid di kelas yang bertanya-tanya.
"Halo Alpha... namaku Sella, kau boleh duduk di belakang kursi ku." ujar Grisella, yang langsung menunjukan simpatinya.
Setelah itu perkenalkan diantara Nathan, dan Grisella pun di mulai kembali. Walaupun Nathan, sudah menggunakan identitas baru nya akan tetapi ia tidak melihat tanda-tanda bahwa Grisella akan memberitahu nya tentang identitas aslinya.
"Tenanglah Nathan, ini barulah hari pertama. Jangan terlalu terburu-buru." gumam Nathan, di dalam hatinya.
Singkatmta waktu pulang dari asrama pun datang. Nathan, diam-diam mulai mengikuti Grisella, yang di bawa oleh Harry ke kediaman Jonathan, di situ ia menyamar sebagai salah satu pengawal di kediaman Jonathan dengan cara memukul sang pengawal hingga pingsan, dan memakai pakaian nya untuk menyamar.
Ketika ia mulai memasuki kediaman Jonathan untuk melihat Grisella, secara tiba-tiba ia melihat ayah Harry yang langsung memeluk Grisella, dan memanggilnya dengan sebutan calon menantu.
"Halo calon menantuku yang cantik... Grisella Yudisti, sudah lama kau tidak berkunjung kesini" ujar ayah Harry, yang menyambut Grisella dengan sangat hangat.
Seketika Nathan, langsung terkejut dengan apa yang di katakan oleh ayah Harry, pada Grisella. Karena ia tidak pernah menyangka bahwa Sella itu sebenarnya adalah Grisella putri kedua keluarga Yudisti yang memiliki identitas tersembunyi.
__ADS_1
Tubuh Nathan, seketika langsung bergetar mengetahui hal itu, karena ternyata perempuan yang ia cintai selama ini adalah sesosok wanita yang selalu ayahnya larang untuk ia dekati, dan ia pun mulai kembali mengingat masa-masa kecilnya, lalu mengingat bahwa keluarga Jian pernah berteman sangat baik dengan keluarga Yudisti, yang berarti Grisella memanglah benar teman masa kecilnya di kala itu.
Bersambung......