Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 12 : Cinta


__ADS_3

Grisella, memanfaatkan situasi ini untuk mendekati Nathan, sebagai orang lain yang tidak ia kenal. Hingga akhirnya merekapun berdansa bersama, dan saling menatap mata satu sama lain.


"Nathan, itukah nama mu tadi?" tanya Grisella.


"Ya, nama mu siapa?" jawab Nathan, yang langsung bertanya kembali pada Grisella.


"Eumm... rahasia." jawab Grisella.


"Apakah kamu ingin membuat semua orang penasaran dengan identitas mu?"


"Tentu saja, karena aku ingin membuat mereka semua takjub saat melihat ku."


"Tapi kenapa kamu ingin membuat semua orang merasa takjub padamu?"


"Dengar Nathan, aku hanya seorang gadis biasa yang sama seperti para gadis-gadis lainnya, hanya saja ada beberapa hal yang harus aku lakukan di sini."


"Hal apa yang akan kamu lakukan di sini? boleh kah aku membantu mu?" ujar Nathan, yang menawarkan bantuan nya dengan tulus.


"Ah... jangan repot-repot, kamu ini Nathan Jian bukan? anak dari wali kota baru di kota ini."


"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan itu? iyah aku putra tunggal keluarga Jian."


"Eumm... kalo begitu aku sangat beruntung dapat bertemu dengan mu yah."


"O yah? kalo begitu ikut aku." Nathan, secara tiba-tiba menarik tangan Grisella, ke arah luar asrama.


"Ah Nathan, kamu mau membawaku kemana?"


"Ikut saja dulu, setelah sampai baru akan aku beritahu."


Nathan, membawa Grisella, ke taman asrama private miliknya, karena tidak banyak orang yang tau akan adanya tempat itu.


"Izin kan aku menutup matamu dulu." ujar Nathan.


"Tidak mau! kamu pasti akan melakukan hal yang macam-macam padaku kan?" seru Grisella.


"Bukan seperti itu, cepat tutup matamu dulu, aku ingin memberitahumu tentang tempat rahasia di asrama ini." jawab Nathan, dengan nada yang membujuk.


"Baiklah, akan tetapi aku ingin melihatnya dari awal tanpa harus menutup mata. Turuti apa keinginan ku, atau akan ku buat sebuah keributan."

__ADS_1


"Kamu ini ternyata cukup keras kepala juga yah, kalo begitu baiklah."


Grisella, pun memberikan senyuman manis nya pada Nathan. "Terimakasih."


Ternyata, Nathan membawanya ke sebuah lorong yang terbuat dari tanaman rambat, dan di ujung lorong itu terdapat sebuah pintu.


"Inikah tempatnya?" tanya Grisella.


"Iya, ayo kita masuk." jawab Nathan, sambil membukakan pintu yang ada di ujung lorong itu.


Dan seketika Grisella, langsung terpanah dengan pemandangan yang ada di sana, seperti sebuah taman dalam taman, namun ini lebih indah di bandingkan dengan taman asrama. Terdapat banyak sekali bunga mawar dengan semua warna nya.


"Se-sebuah taman?" ujar Grisella, yang langsung terpesona dengan kecantikan taman tersebut.


"Apakah kamu suka dengan taman ini? ayo kita masuk!" Nathan, menarik masuk Grisella, ke dalam taman tersebut, dan menutup kembali pintu taman itu agar tidak ada seorang'pun yang dapat masuk lagi.


Dengan gugup nya Grisella, berkata. "Ke-kenapa kamu tau tempat secantik ini?"


"Taman ini sengaja di buat oleh ku, dan ketiga teman dekatku, untuk kami berkumpul dahulu."


"Dahulu?" tanya Grisella, yang kebingungan.


"Kenapa teman mu itu memutuskan untuk pergi keluar negeri?" tanya Grisella, sekali lagi.


"Karna ayah ku."


Mendengar jawaban Nathan, tentang masalahnya yang memiliki sangkut paut dengan ayahnya sendiri membuat Grisella, langsung tersenyum tipis, dan kembali bertanya untuk menggali informasi. "Hah? kenapa karna ayah mu?"


Nathan, melirik ke arah Grisella, dengan tatapan yang manis, sekaligus dengan menyentuh hidung Grisella, dengan jari telunjuknya . "Sepertinya kamu sangat ingin tau tentang hal ini."


Grisella, seketika langsung di buat beku dengan perlakuan Nathan, padanya. "Ah tidak, kamu jangan menyentuh hidung ku lagi! tangan mu itu kotor tau, bagaimana jika setelah pulang dari sini aku malah jerawatan."


"Hahaha... kamu sangat lucu juga yah." ujar Nathan, yang tertawa karna Grisella.


Pipi Grisella, berubah menjadi aga kemerahan setelah melihat Nathan, tertawa. "A-apaan sih kamu, kita kan baru kenal!"


"Tapi hatiku mengatakan bahwa kamu itu tidak asing bagiku."


"Mana ada! aku baru bertemu dengan mu hari ini, lalu setelah itu aku berdansa dengan mu, dan terakhir aku di bawa ke taman ini."

__ADS_1


"Hahaha... baiklah-baiklah, aku minta maaf."


Mereka hanya baru saja berbincang sebentar, akan tetapi hal itu yang membuat mereka seketika langsung jatuh cinta dalam satu malam.


"Beritahu aku rahasia cantik mu." ujar Nathan.


"Kecantikan ku terdapat di dalam hati, jika kamu memandang ku sebagai wanita yang cantik, sungguh kamu adalah seorang lelaki yang memiliki penilaian yang sangat salah."


"Kenapa?" tanya Nathan.


"Karna tidak semua wanita yang cantik memiliki hati yang cantik juga. Aku saran kan yah, jika kamu sedang mencari seorang gadis pilih'lah yang memiliki hati yang cantik, kalo soal fisik itu mah bonus." jawab Grisella.


Nathan, mendekatkan wajah nya ke wajah Grisella. "Kalo begitu aku ingin melihat kecantikan yang di miliki oleh hatimu, sekaligus dengan kecantikan yang ada di fisikmu. Bukalah topeng mu itu untuk ku, aku berjanji tidak akan memberitahu siapa-siapa lagi."


Grisella, merasakan ada getaran di dalam hatinya yang sebelumnya belum pernah ia rasakan pada siapa pun, ia hanya dapat menatap kedua mata Nathan, dengan bergumam di dalam hatinya. "Ke-kenapa rasanya hatiku ini langsung derdetak dengan sangat kencang? sebenarnya apa yang sedang aku rasakan?"


"Gadis cantik, siapa nama mu? karna kamu telah berhasil membuatku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama." bisik Nathan, di telinga Grisella.


"Nama ku..." dengan seketika Grisella, langsung tersadar, dan segera berhenti untuk berbicara.


Karna hampir saja ia akan mengatakan nama aslinya pada Nathan. Namun ia langsung teringat, dan memperingatkan dirinya sendiri untuk tidak jatuh cinta pada seorang musuh.


"Grisella! apa yang akan kamu lakukan?! hampir saja kamu mengatakan nama aslimu. Ingat Grisella, dia adalah musuh mu." seru Grisella, di dalam hatinya.


"Iyah nama mu, siapa? ayo katakan padaku." tanya Nathan, sekali lagi.


Dengan serangan tiba-tiba Grisella, langsung mendorong Nathan, dengan cukup keras hingga ia terjatuh. Dan setelah itu ia pun memutuskan untuk langsung pergi dari taman itu tanpa sedikitpun melirik kembali ke belakang.


Bugh... !!!


"Maaf Nathan, urusan ku masih banyak, selamat tinggal."


Nathan, seketika langsung terjatuh, karena dorongan keras yang di berikan oleh Grisella. "Baiklah-baiklah. Maafkan aku! kamu mau kemana?! tunggu aku sebentar."


Nathan, berusaha untuk kembali berdiri untuk mengejar Grisella, akan tetapi dorongan dadakan yang di lakukan oleh Grisella tadi membuat kaki Nathan, terkilir. "Argh... apakah kaki ku terkilir? ada hal yang aneh dari gadis itu, kenapa ia memiliki tenaga yang cukup besar seperti itu?"


Bersambung.....


Jangan lupa Like + Komen + Vote + Shaređź–¤

__ADS_1


__ADS_2