Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 58 : Duka hati Rangga


__ADS_3

Drt... Drt... Drtt...


Suara telfon yang terus di berbunyi dari telfon genggam Nathan.


"Nathan, sebaiknya kamu angkat dulu telfon itu." ujar Grisella, yang memperingati Nathan.


Nathan, pun menjawab. "Baiklah karna ini adalah keinginan mu maka aku akan menurutinya."


Nathan pun segera mengangkat telfon tersebut "Ya kenapa? bisa nggak jangan ganggu dulu?"


"Nathan! teriak Agam.


Dengan spontan Nathan, langsung bertanya. "kenapa?! ada masalah apa?!"


Agam, menjawab dengan tegas. "Cepat ke rumah Rangga! ayah Rangga, baru saja meninggal dunia!"


Walau wajahnya terlihat begitu terkejut akan tetapi ia berusaha untuk menyembunyikan nya dari Grisella. "Baiklah aku akan segera kesana."


Tut...


Grisella, langsung bertanya karna ia pun mulai sedikit cemas. "ada apa Nathan? wajah mu kelihatan nya sangat terkejut tadi."


Sayang nya Nathan, berpura-pura tak mendengar Grisella, dan sama sekali tidak menjawab nya. "Grisella... sebaiknya kamu beristirahat sekarang, ingat kamu baru saja di periksa oleh Dokter."


"Nathan, jawab pertanyaan ku. Ada apa?" jawab Grisella, yang kembali mengulangi pertanyaan nya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Grisella, ini hanya hal kecil." jawab Nathan, dengan singkat.


Namun, Grisella tetap memaksa Nathan untuk menjawab nya. "Nathan! aku mohon padamu jawab pertanyaan ku!"


Heup...


Nathan, segera menggendong Grisella untuk menuju kamarnya. "Sudahlah diam saja, kamu harus banyak beristirahat."


Puk... puk... puk...


"Lepaskan aku! aku mohon turunkan aku! jika kau tidak memberitahuku, aku tidak akan memakan obat yang kau berikan!" ujar Grisella, yang memukul-mukul dada Nathan, dan terus merengek padanya untuk menjawab pertanyaan nya.


Fuhh...


Hati Grisella, begitu terasa terpukul setelah mendengarnya. Seperti ia mengingat sesuatu akan tetapi dia tidak dapat mengingatnya. "Aku ikut!"


"Tidak! kau harus beristirahat." seru Nathan.


"Cepat! jika kau terus menolak, hal ini akan semakin membuang banyak waktu." seru balik Grisella.


Apala daya karna cintanya yang begitu besar pada Grisella, yang membuat Nathan tidak dapat untuk menolak permintaan nya. "Dasar gadis kerasa kepala... baiklah, aku akan membawamu."


"Umm terimakasih ayo!" ucap Grisella.


Akhirnya mereka berduapun pergi bersama, dan sampai di rumah duka di kediaman Rangga. Di sana tidak terlihat sama sekali kehadiran Rangga, karna ternyata Rangga sedang berada di kamarnya untuk menengkan diri sebentar.

__ADS_1


"Tuan muda keluarga Jian, silahkan masuk." ujar salah satu pesuruh di rumah Rangga.


"Terimakasih, tapi kemana Rangga? sejauh ini aku belum melihatnya." tanya Nathan.


"Ouh Tuan muda sedang berada di kamarnya bersama teman-teman yang lainnya juga, ia sepertinya sedang menenangkan dirinya sebentar." jawabnya.


"Ouh baiklah terimakasih, kami akan segera ke kamarnya untuk membantunya menenangkan diri."


Nathan, dan Grisella pun naik ke atas untuk menemui Rangga. Setelah mereka sampai di depan kamar Rangga, dengan tiba-tiba Nathan meminta Grisella, untuk menunggu sebentar di luar.


"Sella... aku mohon tunggu dulu sebentar di sini. Aku akan masuk ke dalam, kau boleh duduk dulu di kursi itu." ujar Nathan.


"Baiklah, cepat okey?"


"Okey."


Klek...


Ketika Nathan, masuk ke dalam kamar Rangga, seketika Rangga langsung melirik ke arahnya, dan berkata. "Nathan! maafkan aku... karna mulai esok aku tidak dapat membantu mu untuk menjalankan rencana mu, karna aku memiliki sebuah amanah yang harus cepat aku tuntaskan."


Nathan, pun tanpa bertanya banyak lagi segera meng'iyakan apa yang di katakan oleh Rangga. "Tenanglah Rangga, amanah mu itu lebih penting di bandingkan dengan rencana ku. Jika kau butuh bantuan ingatlah kami pasti akan segera membantumu."


"Emm terimakasih, Nathan." jawab Rangga, dengan senyuman.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2