Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 21 : Rasa iri


__ADS_3

"Bertahanlah Sella, kita akan segera sampai di UKS." ujar Nathan, yang berusaha untuk secepat mungkin membawa Grisella ke UKS.


"Hmm... Ce-pat." jawab Grisella, yang membisik.


"Iyah Grisella, kita sudah sampai." ujar Nathan.


Namun, sesampainya di UKS Grisella, malah sempat-sempatnya memikirkan perasaan Harry, dan merasa bersalah telah meminta pertolongan pada Nathan.


Ia pun meminta Nathan untuk memanggilkan Harry dengan nafas yang tersenggah senggah. "Tunggu! Nat-han... bolehkah aku meminta to-long padamu? se-sekali lagi saja."


"Ayo katakan." jawab Nathan.


"A-aku mohon, pa-panggilkan Harry, untuk kesini."


Nathan, sedikit terkejut dengan permintaan Grisella, akan tetapi di saat yang seperti ini ia tidak boleh mengutakan egonya. Nathan, segera menitipkan Grisella kepada petugas UKS untuk menjaganya sebentar, dan segera memeriksanya.


"Baiklah, aku akan memanggilkan Harry, untuk mu. Perawat! aku mohon cepat periksa dia!" ujar Nathan, yang segera keluar dari UKS, setelah membaringkan Grisella, ke atas ranjang.


Tanpa fikir panjang lagi segera mencari Harry, ke kelasnya dan segera memanggilnya untuk ke ruang UKS.


Brak...

__ADS_1


"Harry!" seru Nathan, yang tiba-tiba mendobrak pintu kelas.


"Kenapa?!" tanya Harry.


"Sella! Sella, masuk UKS dan dia memintaku untuk memanggil mu ke UKS."


"Apa yang telah terjadi?" tanya Harry.


"Grisella, tiba-tiba merasa pusing, dan tubuhnyakelihatan sangat tidak sehat." jawab Nathan.


Harry, sedikit syok dengan berita yang di sampaikan oleh Nathan, dan wajahnya seketika berubah menjadi setengah panik. "Bawa aku ke UKS."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sebenarnya kamu kenapa?" ujar Harry, yang langsung memeluk erat Grisella.


"Ke-kepala ku sangat sakit, dan belakang ini aku memang selalu mengalami sakit di bagian kepala, seperti habis terbentur dengan sangat keras ke benda padat. Harry, aku mohon bawah aku ke rumah sakit." ujar Grisella.


"Baik-baik, aku akan segera membawa mu ke rumah sakit." Harry pun segera menelfon Ambulace untuk menjemput Grisella.


Dan beberapa menit kemudian tim medis dari rumah sakit akhirnya datang ke asrama. Para perawat yang ada di asrama'pun ikut untuk memastikan keadaan Grisella, baik-baik saja pada saat di perjalanan.

__ADS_1


"Ayo cepat bawa Sella, masuk ke dalam Ambulance, ingat hati-hati! para perawat di asrama aku mohon kalian berdua ikut ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Sella, akan baik baik saja selama kita belum sampai ke rumah sakit."


"Baik tuan Harry." saut kedua perawat, secara bersamaan.


Nathan sebenarnya aga sedikit cemburu dengan Sella, yang lebih memilih untuk meminta bantuan Harry, di bandingkan dengan dirinya.


"Sella... padahal aku yang telah membawamu ke UKS. Tapi kenapa? kenapa kau malah mencari Harry? padahal aku ada tepat di sisimu?" gumam Nathan.


Harry, mendekat ke arah Nathan, yang sedang menatap mereka yang sedang mempersiapkan semuanya untuk pergi ke rumah sakit. "Nathan... terimakasih, terimakasih telah memberitauku tentang keadaan Sella."


"Oh... iyah-iyah, sama-sama. Sebagai ketua osis yang baik, ini sudah menjadi tugasku." jawab Nathan.


Puk... puk...


Harry, menepuk pundak Nathan. "Ternyata kau memang baik seperti kata orang-orang, sekali lagi terimakasih. Aku haru ke rumah sakit dulu, kau kembali lah ke kelas."


"Ouh iyah, tentu saja." ujar Nathan, dengan tatapan membenci, namun ia tetap dapat menyembunyikan nya secara bersamaan.


Setelah melihat semuanya sudah di selesaikan oleh Harry. Nathan, segera kembali ke kelasnya dengan keadaan raut wajah yang sedikit kesal, dan terpampang jelas di wajahnya itu bahwa ia sedang merasa iri pada seseorang.


"Getaran ini, perasaan ini, dan mata mu yang ku lihat begitu mirip dengan wanita yang ada pada pesta malam itu. Sella, aku mohon... jujurlah padaku bahwa itu adalah kamu." gumam Nathan, sambil terus berjalan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2