Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 71 : Harry, yang lepas kendali


__ADS_3

Brak... !!!


"Nathan! Nathan! Nathan! kenapa harus Nathan?! apa baiknya dia untukmu Grisella?! apa beda nya aku dan dia?! Grisella, lihat saja nanti kau akan menjadi milik ku kembali." ujar Harry, dengan amarah yang begitu bergejolak.


Harry, berfikir bagaimana caranya untuk ia dapat mendapatkan hati Grisella kembali. "Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan hatimu kembali Grisella? apakah aku harus memberikan mu obat lagi? Agrhh... semua ini karna Nathan!"


Namun Harry, berfikir kembali jika ia hanya memberikan nya obat hal itu tidak akan bertahan untuk selamanya. Karna tak kuasa menahan kesal akhirnya terlintas di fikiran Harry, untuk membunuh Grisella.


Karena menurutnya kehilangan orang yang ia cintai karna meninggal dunia itu lebih baik di bandingkan dengan melihatnya bersanding dengan lelaki lain. Pada akhirnya ia pun berencana untuk memberikan nya minuman yang isinya terdapat sianida.


"Grisella... kau sangat menyukai Orange jus kan? baiklah akan aku buatkan untuk terakhir kalinya." gumam Harry, yang segera membuat Orange jus untuk Grisella.


Harry, segera kembali ke dalam kelas dengan raut wajah yang menunjukan bahwa dirinya tidak sedang berada dalam masalah, akan tetapi terdapat niat buruk saat itu.


Sesampainya Harry di kelas ia pun memberikan minuman itu pada Grisella. "Gri-Grisella... kau begitu menyukai Orange jus kan? seperti biasa... aku tak lupa untuk memberikan mu minuman setelah istirahat."


Grisella, seketika langsung menolak tawaran Harry, dengan mentah-mentah. "Maaf! aku tak bisa menerimanya, kali ini aku sudah tidak menyukai Orange jus lagi, berikan saja pada orang lain."


Dengan tegasnya Harry berkata. "Aku mohon Grisella! hanya hal ini yang dapat aku lakukan sekarang, aku tau masih ada hutang dua milyar lagi padamu, akan tetapi aku mohon jika kau mau menerima bayaran hutang ku, maka terimalah juga jus ini untuk terakhir kalinya! karna... aku sudah tidak bisa lagi mendapatkan mu seperti dahulu."


Karna belas kasih Grisella, yang tinggi pada akhirnya Grisella dengan terpaksa menerimanya. "Baiklah terimakasih, kau boleh pergi."

__ADS_1


Setelah melihat Grisella, menerima minuman beracun nya. Harry, dengan seketika langsung tersenyum dengan raut wajah licik nya. "Eumm... terimakasih, aku pergi."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya pelajaran di universitas pun sudah berakhir Grisella, sedang menunggu Nathan untuk menjemputnya.


"Nathan, lama sekali datang nya, tumben sekali ia telat seperti ini." gumam Grisella.


Di karena menunggu juga membutuhkan energi, akhirnya ia pun memutuskan untuk meminum, minuman yang di berikan oleh Harry padanya.


Gleg... Gleg...


Hingga akhirnya Nathan, pun datang di hadapan Grisella. "Sayang... apakah kau menunggu lama? maafkan aku sayang. Silahkan masuk tuan putri ku."


"Ah... tidak apa-apa sayang, aku mencintaimu walaupun kau menjemputku dengan begitu telat." jawab Grisella, yang mulai naik ke atas mobil.


Di balik pohon yang cukup jauh, Harry bergumam, dan tersenyum dengan licik lagi.


"Maafkan Rajamu ini Ratuku, aku terpaksa berbuat seperti ini karna si Pangeran licik itu sudah berani mengambil mu dari ku. Apa?! aku gila?! hahahahaha... !!! memang aku telah gila karna mu Grisella! aku begitu terobsesi untuk mendapatkan mu kembali."


"Jadi... jika aku tidak bisa memiliki mu, maka si Pangeran licik itupun tidak bisa mendapatkan mu, Hahahaha!" seru Harry, dengan nada tinggi.

__ADS_1


Di sisi lain tempat yaitu di mobil Nathan, mereka sedang bersenang-senang, dan bernyanyi di dalam mobil. Akan tetapi Grisella, dengan tiba-tiba ia mengeluh sakit di area perut dan kepalanya, Nathan yang mendengarnya tanpa ada basa-basi lagi dengan segera langsung membawanya ke rumah sakit.


"Nathan... perut, dan kepala ku begitu sakit. Apa aku kecapean yah hari ini?" ujar Grisella.


"Apakah kau lupa makan? yasudah ayo kita pergi ke rumah sakit." jawab Nathan, yang segera menancapkan gas nya.


"Kau ini terlalu menghawatirkan ku."


"Jangan pernah hiraukan rasa sakit! ingat kata-kata ku itukan?" tanya Nathan.


"Hahahaha... iyah-iyah... bawel banget." jawab Grisella, yang masih bisa tersenyum walau kesakitan.


Sesampainya mereka di rumah sakit, mulut Grisella tiba-tiba mengeluarkan busa dari mulutnya, tentu saja hal itu dengan sekejap langsung membuat Nathan, semakin hawatir.


"Grisella! Grisella! mulut mu berbusa." ujar Nathan, yang dengan segera langsung turun dari mobik untuk menggendong Grisella, ke dalam rumah sakit.


Grisella, membuka matanya sedikit, dan berkata. "Na-Nathan... cepatlah, rasa sakit ini begitu menyakitiku."


Akhirnya setelah Grisella, di bawa ke ICU Nathan, dengan segera memanggil semua keluarga Grisella, beserta keluarganya untuk segera datang ke rumah sakit.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2