Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 62 : Pertemuan pertama setelah 2 tahun berpisah


__ADS_3

Di sisi lain tempat.


Rangga, masih berada di perjalanan untuk menuju bukit Atar yang pernah ayah nya katakan, di tengah-tengah perjalanan ia menemukan seorang gadis muda yang sedang membawa begitu banyak bahan persediaan makanan. Karena kebaikan hati yang di miliki oleh Rangga, pada akhirnya ia pun berhenti sejenak dari mobilnya dan berniat untuk menolong nya.


"Nona, mengapa kau membawa begitu banyak persediaan makanan ini sendirian? apakah kau benar-benar kuat untuk naik ke atas?" tanya Rangga, pada gadis itu.


"Fuh... Tuan terimakasih atas perhatian nya, aku sudah terbiasa membeli beberapa bahan makanan dari kota sebelum bukit Atar ini, dan membawanya untuk ke desa." jawab gadis itu dengan sangat ramah.


Rangga, begitu terkejut karena itu berarti dia adalah salah satu warga penghuni desa Atar. ia pun langsung bertanya pada gadis tersebut mengenai beberapa rumah di desa itu. "Apakah desa itu hanya terdiri atas empat rumah?"


Gadis itupun menjawab. "Dua tahun yang lalu memang hanya ada empat rumah, akan tetapi sekarang sudah lebih dari dua puluh rumah yang berada di sana."


"Ahh... kalo begitu mari aku antar kamu ke desa, kebetulan akupun sedang mencari seseorang yang tinggal di sana." ujar Rangga, yang langsung menawarkan tumpangan.


"Apakah ini tidak merepotkan? mobil Tuan begitu bagus, wanita desa seperti aku ini apakah boleh untuk masuk?" tanya gadis itu dengan sangat manis.


"Semua orang di dunia ini tetap sama di mata tuhan, tidak ada yang rendah ataupun tinggi. Mari aku bantu untuk menaikan semuanya ke dalam mobil."


Gadis itu seketika di buat terpesona oleh Rangga, di karenakan kebaikan nya yang ia miliki. "Emm tapi apakah kau bisa membantuku nanti untuk mencari rumah seseorang? dan memberikan aku tumpangan tempat tinggal sementara? aku berjanji akan selalu membantumu."


Gadis itupun menjawab. "Eumm... biarkan aku membicarakan nya dahulu pada tuan ku."

__ADS_1


"Ouh baiklah, ayo masuk, semuanya telah selesai di angkut." ujar Rangga, yang membukakan pintu mobil untuknya.


"Baik terimakasih Tuan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkatnya ketika mereka berdua telah sampai di pedesaan. Rangga, bergegas untuk menurun-nurun'kan bahan makanan yang di bawa oleh gadis itu tadi.


"Ahh Nadia... akhirnya kau pulang juga, tumben sekali hari ini kau begitu cepat sampai ke rumah. Maafkan aku karna tidak dapat membantumu." ujar seseorang dari dalam rumah yang menyambut gadis itu.


"Kebetulan tadi aku di bantu oleh seorang pemuda, dan ia menawarkan tumpangan padaku untuk naik ke mobil nya." jawabnya.


"Apakah dia adalah pacarmu? dimana pemuda itu? aku ingin berterimakasih padanya."


"Baiklah kau tunggu di sini, biarkan aku sendiri yang berterimakasih padanya."


"baik nyonya." jawab sang gadis yang pasrah pada tuan nya.


"Hei pemuda! terimakasih karna kau telah mengantarkan bahan pangan kami ini, dan membantu gadis kecil manis itu untuk pulang." ujarnya sambil berjalan menuju ke arah Rangga.


Rangga, yang mendengarnya langsung berbalik, dengan memberikan senyuman yang terlukis di pipinya. "Sama-sama nyonya."

__ADS_1


Bruk... !!!


"Ra... Rangga?! apakah itu kau?" tanya ibu itu yang langsung terjatuh ke tanah setelah melihat wajah Rangga.


"Nyonya!" seru Nadia.


Ternyata seseorang yang Rangga, temui sekarang adalah kakak dari ibunya, bukan hanya Rangga yang terkejut akan tetapi ibu Grisella, pun juga ikut di buat terkejut oleh kedatangan Rangga, yang begitu tidak di sangka-sangka.


Rangga, pun segera membantu ibu Grisella, untuk kembali berdiri. "Mengapa anda mengetahui namaku?"


Seketika Indri, langsung memeluk dengan sangat erat keponakan nya itu. "A... aku adalah Kakak dari ibumu!"


Rangga, terdiam sesaar ketika mendengar hal itu darinya. "A-apakah kau benar-benar kakak dari ibuku?"


Dengan air mata yang berlinang Ibu Grisella, pun menjawab iya, dan menunjukan foto mereka dahulu, di foto itu juga terdapat dirinya, ibunya, Rangga, dan Grisella.


Rangga, pun tak kuasa menahan tangis nya. "Hua... aku tak menyangka akan semudah ini untuk menemukan mu."


Setelah sedikit berbincang, pada akhirnya Rangga, memberitahu ibu Grisella tentang kematian ayahnya. Indri, begitu tak menyangka bahwa Indra, akan pergi dengan cepat ity menyusul adiknya.


Singkatnya mereka pun masuk ke dalam rumah untuk membaca surat wasiat yang ayahnya tulis. Di sana tertera dengan jelas bahwa sebagian saham yang di miliki oleh keluarga Rangga, di pegang oleh keluarga Jonathan, dan disana sudah tertulis bagaimana cara untuk mengambil kembali saham tersebut. Di katakan juga bahwa keluarga Jonathan lah yang telah merusak hubungan baik diantara keluarga Jian, dan Yudisti, juga mengenai kecelakaan Indra yang telah menghamili Bella, itupun perbuatan sabotase keluarga Jonathan.

__ADS_1


Di sana di katakan bahwa Rangga, harus mengembalikan ingatan Grisella, agar ia dapat membantunya melawan keluarga Jonathan, dan satu lagi katakan maaf dari ayahnya untuk seluruh keluarga Jian, dan Yudisti ketika kelak ia sudah berhasil.


Bersambung......


__ADS_2