Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 26 : Kehidupan itu masih menyertai


__ADS_3

Singkatnya Grisella, pun dapat di temukan, dan detak jantung nya masih berdetak dengan lancar, para pengawal segera membawanya kembali ke atas tebing.


"Nona Grisella, telah di temukan! Nona Grisella, telah di temukan!" seru salah satu para pengawal.


Salah satu pengawal lain yang mendengarnya pun segera memberitahu Harry.


"Tuan Harry..." panggil sang pengawal.


"Iyah? apakah sudah ada perkembangan?" tanya Harry.


"Syukur tuan, kami telah menemukan Nona Grisella." jawab sang pengawal yang tersenyum bahagia pada Harry.


Harry, pun ikut tersenyum lalu mengatakan, "Syukurlah... ia memang sangat kuat. Sekarang bawalah dia ke kediaman Jonathan, sudah ada dokter yang akan menanganinya disana."

__ADS_1


"Baik tuan!"


Dengan segera para pengawalpun pergi ke kediaman Jonathan. Sedangkan Rangga, langsung di bawa kembali ke kediaman Yan, sesampainya Harry, disana ia mengatakan bahwa Rangga, mengalami kecelakaan di hutan. Keluarga Yan, sangat berterimakasih karna Harry, telah membantunya untuk membawa Rangga ke kediaman Yan.


Namun Harry, memberi syarat kepada keluarga Yan, tepatnya peraturan yang harus di laksanakan oleh Rangga, yaitu ia sudah tidak boleh lagi mengunjungi rumah sepupunya.


"Baiklah tuan muda keluarga Jonathan, kami akan menjaganya mulai dari sekarang." ujar nenek Rangga, yang tanpa fikir panjang lagi langsung menyetujui apa yang di katakan oleh Harry.


"Baiklah, terimakasih." tanpa ada penjelasan lain. Harry, segera pergi dari kediaman Yan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di saat Grisella, terbangun di sisinya sudah ada Harry, ayahnya, dan ibunya. Namun sayang nya ia hanya mengingat ayah, dan ibunya saja, sedangkan ingatan nya tentang Harry, telah terhapus.

__ADS_1


Grisella, dengan berlahan mulai membuka matanya. "Ayah... Ibu... kenapa kepalaku sangat sakit? lalu siapa laki-laki yang ada di sana itu?"


"Akhirnya kamu bangun juga... tenanglah sayang, tadi kamu mengalami sebuah kecelakaan." jawab ibunya, yang langsung memeluk Grisella.


Ayah Grisella, berfikir bahwa ini adalah kesempatan yang tepat untuknya mengatakan bahwa Harry, adalah tunangan Grisella. "Kamu mengalami Amnesia sayang, dan jika kamu tidak mengingatnya... dia adalah tunangan mu, Harry."


Melirik ke arah Harry, dengan tatapan yang mendalam. "Maafkan aku, karna aku tidak mengingatmu. Tapi aku berjanji akan mencintaimu sebagaimana aku mencintaimu dahulu ketika ingatakan ku belum hilang."


Ibu Grisella, hanya dapat terdiam walau di dalam hatinya ingin mengatakan bahwa dahulu Grisella, sangat membenci kehadiran Harry, di sisinya. Semua itu ia lakukan bertujuan untuk memperkecil permasalahan, dan tidak lagi menentang keputusan Kailes.


Di situlah awal mula Grisella, mulai mencintai Harry, dengan ketulusan nya, namun yang Harry, takuti sekarang adalah kembalinya memory otak Grisella. Ia sangat merasa ketakutan jika ia harus kehilangan Grisella, dan mungkin saja Grisella, akan semakin membencinya.


Harry, mendekat ke arah Grisella, yang sedang tertidur. Dengan raut wajah sedihnya Harry, bergumam di hadapan Grisella. "Grisella, apa yang harus aku lakukan? aku sudah sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri. Aku tidak mau kehilangan mu lagi, di dalam hidupku ini kau adalah hiasan terindah yang aku miliki."

__ADS_1


Harry, begitu sangat merasa bersalah pada Grisella, ia mulai berfikir apakah selama ini ia menjalani hidup dengan sejuta kebohongan di dalam nya? dan di dalam hatinya bertanya-tanya, apakah selama ini Grisella, tidak pernah merasa bahagia ketika bersamanya?


Bersambung...


__ADS_2