Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 45 : Indri Yudisti


__ADS_3

Prank... !!!


Suara piring yang sengaja di jatuhkan oleh seseorang, dan ternyata seseorang itu adalah ibu dari Grisella, yaitu Indri Yudisti. Ibu Grisella, sudah selama dua tahun ini mengalami gangguan jiwa, titik masalah besarnya tentu saja karena ia kehilangan anak dari adiknya yaitu Rangga, yang seharusnya ia jaga, akan tetapi karna kejadian pelarian Grisella, dan Rangga, pada saat itu terpaksa ia harus berpisah dengan keponakan kesayangan nya.


Di tambah lagi dengan keadaan Grisella, yang secara tiba-tiba menjadi lupa ingatan yang membuatnya semakin stres memikirkannya, suasana rumah pada saat itupun sangat tidak mendukungnya untuk membela Grisella, untuk di sembuhkan.


Selang beberapa bulan setelah Grisella, sadarkan diri keadaan mental ibunya semakin memburuk, dan akhirnya Kailes, memutuskan untuk merawat Indri, di sebuah rumah yang dekat dengan pedesaan. Tentu saja dengan tenaga medis yang sangat profesional dalan menjaga seseorang yang sedang mengalami gangguan jiwa.


Namun sayangnya setelah dua tahun ini kondisi Indri, masih belum stabil. Terkadang ia dapat mengendalikan nya akan tetapi ia pun terkadang kesulitan untuk mengendalikan dirinya sendiri, yang menjadikan dirinya harus lebih lama lagi untuk tinggal di pedesaan. Tujuan Kailes, menempatkan Indri, di pedesaan karna ia sangat ingin memperkecil tekanan stres yang selama ini di alami oleh Indri, karna ketika ia memiliki tekanan ia dapat menenangkan dirinya dengan suasana yang sangat indah, dan masih asri.


"Lepaskan aku! biarkan aku pulang sekarang juga!" teriak Indri, kepada salah satu perawat.


"Nyonya... saya mohon tenangkan'lah dirimu, ketika Tuan Besar telah memberikan perintah pada kami, barulah kami akan mengantarmu untuk pulang." jawab perawat itu.


"Kenapa?! kenapa harus Kailes, terus yang kau dengar? aku ini Nyonya Besarmu! jadi dengarkan juga apa yang aku katakan." bentak Indri, yang sedikit lebih keras lagi di bandingkan dengan nada suara yang awal ia keluarkan.

__ADS_1


"Hiks... Nyonya, bukan seperti itu." jawab sang perawat yang mulai menangis di hadapan Indri.


Seketika hati Indri, langsung kembali terketuk setelah melihat tangisan sang perawat. "Na-Nadia... jangan menangis, apakah aku terlalu keras padamu?"


Nadia, langsung menggengam kedua tangan Indri, dengan cukup erat. "Tidak nyonya, aku hanya sedikit bersedih karnamu."


"Kenapa kau bersedih untuk ku?" tanya Indri, dengan mata yang tulus menatap Nadia.


Dengan bibir yang sedikit bergetar Nadia, mulai menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Indri, padanya. "Jujur aku sangat sedih karna Tuan Besar, belum memperbolehkan Nyonya untuk kembali ke kota besar. Padahal aku sudah memberitahunya bahwa Nyonya, sudah dalam keadaan yang mulai beranjak ke kondisi normal, akan tetapi Tuan Besar menginginkan Nyonya, yang sepenuhnya sudah sehat."


Sang perawat muda itupun langsung memeluk tubuh Indri, dengan sangat erat. "Ya Nyonya, aku sangat mengharap apa yang sekarang sedang kau harapkan itu."


Memeluk balik, dengan senyuman yang terlukis di pipinya. "Iyah Nadia, tunggu dan bersabarlah."


Di sisi lain ayah Grisella, yang sedang duduk di dekat jendela dengan menatap foto istrinya.

__ADS_1


"Indri, sampai kapan kau akan jauh dariku? cepatlah sembuh Indri, aku mulai sangat merindukan kehadiran mu di sini. Maafkan aku juga, karna akulah penyebab dirimu menjadi seperti sekarang, aku harap kau dapat memaafkan semua kesalahan ku, ketika kelak kau sudah kembali." ujar Kailes, yang terus menatap foto Indri, dengan penuh ketulusan di dalam nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apakah kau sudah memanipulasi surat-surat itu?"


"Sudah Tuan, dari awal mereka mengirim sampai yang terakhir mereka kirim, saya berhasil mengganti semua surat itu."


"Baik terimakasih atas kerja samanya, saya harap kau dapat terus bekerja sama dengan ku. Tenang saja aku pasti akan mengirim semua uang yang setimpal dengan kerja keras mu."


"Terimakasih kembali Tuan, saya pergi dulu."


Siapa mereka? dan percakapan apa yang sedang mereka bicarakan? apa maksudnya?


Bersambung...

__ADS_1



__ADS_2