
"Eh iya Nathan! mau sampai kapan kita akan berada di kamar ini? aku sangat bosan jika hanya duduk disini saja." ujar Grisella, yang sedikit merasa bosan.
Nathan, tersenyum lembut pada Grisella, dan segera menggendong Grisella untuk sedikit berkeliling di kamarnya yang sangat besar itu.
Heup...
"Kalo begitu ayo kita berkeliling." ujar Nathan, yang sambil menggendong Grisella.
"Astaga! turunkan aku sekarang! kau bisakan memapahku? kenapa harus di gendong seperti ini." seru Grisella.
"Diamlah, cukup lihat-lihat dan bersantailah di atas pangkuan hangatku." jawab Nathan, dengan memberikan sedikit gombalan nya.
"Ta-tapi... jangan begini." Pipi Grisella, mulai memerah karna perlakuan Nathan, padanya. Namun sebenarnya ia tau bahwa dirinya harus memiliki batasan terhadap Nathan, akan tetapi perasaan yang ia miliki sekarang itu rasanya tidak dapat ia bohongi lagi.
"Shtt... tidak ada tapi-tapi, oke? ikuti saja perkataan ku, karna ini adalah rumahku."
"Baiklah-baiklah." ujar Grisella, sambil tersipu malu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di sisi lain tempat yaitu di kediaman Grisella. Rangga, Agam, dan Dias, mulai mencari barang yang dapat membuktikan bahwa ia adalah gadis yang ada pada pesta saat itu, tidak lupa mereka pun membereskan nya kembali seperti semula agar tidak di curugai.
"Agam! jangan lupa beresin lagi, gimana kalo si Sella, malah curiga?" seru Dias.
"E-eh... iyah-iyah maaf." bisik Agam.
"Sudah cepat, jangan habiskan waktu kita hanya untuk mengobrol, cepat cari lebih detail lagi." ujar Rangga.
"Wanita ini memang sangat rapi dalam menata sesuatu, dan hal itulah yang membuat kita pusing harus mencari kemana lagi." keluh Agam, yang mulai kecapean untuk mencari barang bukti.
"Apa boleh buat, cepat cari lagi." jawab Dias.
Gaun, dan topeng yang Dias, temukan itu benar-benar sangat mirip dengan apa yang di pakai oleh gadis cantik itu. Setelah menemukan kedua barang itu dengan segera nya Dias, langsung memberitahu Rangga, dan Agam, bahwa ia telah menemukan kunci jawaban yang selama ini mereka cari.
"Agam! Rangga! cepat kesini! aku sudah menemukan sesuatu." teriak Dias.
Agam, dan Rangga, yang mendengarnya pun segera mendatangi Dias, ke kamar Grisella. "Ada apa?!"
Dias, memperlihat kedua barang itu ke hadapan mereka berdua. "Lihat! apa yang aku temukan di sini."
__ADS_1
"Gaun, dan topeng itukan... sangat mirip dengan apa yang di pakai oleh gadis cantik di malam itu." ujar Agam, yang merasa sangat terkejut.
"Coba aku lihat topeng biru langit itu, biar aku lihat apakah itu asli atau palsu." ujar Rangga, yang segera melihat keaslian dari topeng tersebut.
Setelah lima menit Rangga, berusaha untuk membuktikan keaslian nya pada akhirnya ia pun menemukan jawaban nya yaitu bahwa topeng tersebut adalah asli.
"Teman-teman... topeng ini asli." ujar Rangga.
"Astaga! aku tak menyangka bahwa ternyata firasat Nathan, selama ini benar." sambung Agam.
"Baiklah, tugas kita sudah selesai." ucap Dias, yang akhirnya lega.
Mereka pun akhirnya menyimpulkan bahwa Sella, memanglah benar gadis yang ada di pesta itu. Dias, pun segera mengambil topeng biru langit itu sebagai bukti, sedangkan gaun nya ia simpan kembali ke bawah ranjang kasur Grisella. Setelah itu mereka pun segera kembali ke kediaman Jian, untuk memberikan kunci rumah Grisella padanya.
Bersambung...
Jangan lupa Like - Komen - Suport - Vote and Share❤
Waktunya iklan
__ADS_1