Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 16 : Kepribadian ganda


__ADS_3

Singkatnya jam pelajaran pun telah selesai. Grisella, yang sebenarnya merasa takut, berusaha untuk memberanikan diri dengan segera menemui Harry, di taman.


Grisella, menghembuskan nafasnya terlebih dahulu sebelum keluar dari kelas, dan hal itu pun di lihat oleh Nathan, yang membuatnya sedikit hawatir dengan Grisella, nantinya.


Fiuh...~~


Nathan, melirik ke arah Grisella, dengan raut wajah yang penuh dengan perhatian. "Are you okay? apakah kamu sanggup untuk menemui Harry? atau sebaiknya aku menemani mu saja untuk bertemu dengan nya yah?"


Dengan tegasnya Grisella, berkata, "I'm oke! sekali lagi aku katakan padamu, bahwa aku tidak butuh bantuan mu lagi! terimakasih. Aku pergi dulu."


Grisella, segera meninggalkan kelas tanpa harus berkata apa-apa lagi. Sebenarnya Grisella, sangat kebingungan dengan masalah ini, dan ia pun merasa bahwa dirinya sedang membutuhkan seseorang yang dapat memberikan nya saran seperti kakaknya.


Sepanjang jalan tangan Grisella, tak henti-hentinya terus bergetar, dan terpampang jelas di wajah nya itu, bahwa ia sedang merasa sangat cemas.


"Ayolah Grisella, tenangkan hatimu." gumam Grisella, yang terus berusaha meneguhkan hatinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Setelah sampai di taman Harry, tanpa basa-basi lagi langsung menarik tangan Grisella, dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Tap... tap...


Grisella, mulai berlahan melangkah untuk mendekat ke arah Harry. "Harry, ada apa?"


"Ikut aku!" ujar Harry, yang langsung menarik tangan Grisella, dengan kasar.


"Harry, aku mohon pelan-pelan, ini rasanya sakit!" ujar Grisella, yang merasa kesakitan.


"Jika kamu tidak diam, aku akan semakin menyakitimu!" seru Harry.


Grisella, hanya dapat terdiam setelah mendapatkan seruan itu dari Harry, dengan keadaan langkah nya yang terpapah-papah Harry, dengan kasarnya langsung mendorong Grisella, masuk ke dalam mobil.


"Masuk!" dorong Harry, yang memaksa Grisella, untuk segera masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil Grisella, langsung di maki habis-habisan oleh Harry, dan begitu banyak ancaman yg ia lontarkan pada Grisella.


"Apakah kau adalah seorang pelacur Grisella?!" tanya Harry, dengan bentakan nya.

__ADS_1


"Harry, aku mohon tenang. Sadarlah bahwa ini bukan'lah sisi baik mu!" ujar Grisella, yang mencoba untuk menyadarkan Harry.


Karena Harry, memiliki dua kepribadian yang berbeda yaitu, sisi satu ia sangat lembut dan baik hati, namun berbeda dengan sisi lainnya yang begitu kasar dan tidak memiliki belas kasihan terhadap orang lain.


"Cukup Grisella! jika kau terus mendekati laki-laki bajingan itu, aku akan membunuh mu! kau hanya milik ku Grisella! hanya milik ku seorang." ujar Harry, yang terus membentak Grisella, tak henti-hentinya.


Grisella, sempat berfikir untuk mundur dari misi ini, di karenakan ia tidak ingin kekasih nya itu akan menghilang dari kehidupannya.


Tak tahan dengan emosi yang sudah meluap yang di perlihatkan okeh Harry, Grisella, pun segera memeluknya dengan sangat erat.


Dengan bibir yang bergetar mencoba untuk menahan tangis, ia memaksakan bibirnya itu untuk berbicara. "Ha-Harry! aku mohon tenanglah, aku bisa menjelaskan semuanya padamu! aku mohon..."


Grisella, mulai meneteskan air matanya yang sudah tak kuasa ia bendung lagi itu di pundak Harry. "Harry, aku mohon padamu."


Dan ajaib nya dengan seketika Harry, pun tersadar dan kembali ke sisi baiknya. Mendengar Grisella, yang menangis di pundaknya ia pun segera memeluk erat balik Grisella.


"Maafkan aku sayang... maafkan aku! apakah sikap ku begitu kasar padamu? sampai-sampai kamu menangis seperti ini?" ujar Harry, yang terus bertanya tentang kesalahan nya.


"Emm... tidak apa-apa, aku mohon jangan lepaskan pelukan ini." jawab Grisella.


Pada saar itu Grisella, berusaha untuk terus berfikir dengan baik, agar semuanya berjalan dengan lancar dan sempurna. Namun, di sisi lain hati Grisella, sangatlah ingin memberitau Nathan, bahwasanya wanita yang berada di pesta semalam itu adalah dirinya, akan tetapi semua hal itu tidak mungkin untuk terjadi.


"Aku harus tetap berusaha untuk menjalan'kan misi ini dengan sebaik-baiknya. Dan untuk mu Nathan... andai saja kamu tau bahwa gadis yang sedang kamu cari itu aku, namun sayang nya semua hal itu tidak mungkin untuk terjadi." ujar Grisella, di dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Nathan, pun sedang berfikir bahwa wanita yang berada di sisinya pada malam itu adalah Grisella, namun bukti-bukti mengenai hal itu belum dapat ia temukan.


"Apa yang sebaiknya aku lakukan yah? kenapa aku merasa bahwa Sella, itu adalah sosok gadis yang ada di pesta? nada bicaranya yang selalu mengancam adalah salah satu bukti yang dapat aku rasakan." gumam Nathan.


Tuk... tuk...


"Than? boleh nggak masuk?" tanya Dias, dari luar pintu ruangan ketua osis.


"Masuklah, aku sedang bersantai." jawab Nathan.

__ADS_1


Krek...


Dias, membuka pintu, dan langsung berjalan menuju ke arah Nathan, dengan penuh harapan Nathan, akan bertanya sesuatu padanya.


"Ada apa? dari raut-raut wajah mu itu... sangat terlihat jelas bahwa kamu ingin di tanyai sesuatu." ujar Nathan, yang menebak asal.


"Yaps, betul sekali. Ayo tanyakan sesuatu padaku."


"Apa kamu melihat sesuatu hal? atau adakah berita yang bisa kamu sampaikan padaku?" tanya Nathan.


"Baiklah akan aku jawab satu persatu. Tadi aku melihat Sella, di tarik, dan langsung di seret untuk masuk ke dalam mobil. Satu lagi aku baru tahu bahwa ternyata Harry, memiliki dua kepribadian." jawab Dias.


Setelah mendengar itu Nathan, seketika langsung terkejut, karena tidak pernah menyangka bahwa Harry, akan sekasar itu pada Grisella. "Apa?! Sella, di perlakukan sekasar itu oleh nya?"


"Ya, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri." ujar Dias.


Fiuh...~~


"Baiklah. Lalu jelaskan apa maksud mu, yang mengatakan bahwa Harry, sebenarnya memiliki dua kepribadian?" ujar Nathan, yang bertanya dengan tatapan tajam, dan serius.


"Ayolah Nathan, kamu jangan pura-pura tidak mengetahui tentang hal sikolog seperti itu." jawab Dias.


"Aku bukan bertanya soal itu, tapi apa maksud mu dengan mengatakan bahwa ia memiliki dua kepribadian. Apakah sikap yang ia tunjukan tadi di taman adalah kepribadian nya yang lain? karena setauku Harry, itu adalah sesosok pria yang baik hati."


"Astaga! kau itu kalo bertanya selalu membuat pertanyaan yang menjebak. Sekertinya apa yang kamu katakan itu benar, sikap yang ia keluarkan tadi adalah sifat kasarnya."


"Menurutmu... apa yang membuatnya seketika berubah menjadi seperti itu?" tanya Nathan, dengan mengangkat sebelah halisnya ke atas.


"Eumm cemburu?" jawab Dias.


"Good boy! aku harus menyelidikinya." ujar Nathan, yang seketika langsung tersenyum bahagia.


Nathan, bertekad untuk mencaritahu semuanya, dan meyakini bahwa jika wanita bertopeng semalam itu memanglah Grisella, dan bila itu benar, berarti kata hatinya selama ini tidak pernah berkata salah.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa Like - Komen - Vote - Share 🖤


__ADS_2