Cinta Dalam Balas Dendam

Cinta Dalam Balas Dendam
Bab 68 : Surat Tuntutan


__ADS_3

Singkatnya keesokan harinya, semua keluarga Yudisti telah siap untuk menyambut kedatangan ayah Nathan kembali.


"Seluruhnya bersiap-siaplah, ayah ku akan segera datang." ujar Nathan.


"Baiklah."


Tiga puluh menit kemudian.


Ayah Nathan, sudah sampai di rumahnya, dan ketika ia mulai masuk ke dalam, dengan seketika seluruh keluarga Yudisti langsung menyeru nama ayah Nathan.


"Selamat datang kembali Alfin beserta istrinya." seru mereka semua secara kompak.


Alfin, langsung terkejut melihat kejutan yang mereka berikan padanya, terkhusus ketika ia melihat teman lama nya berada di rumah nya, walau sebenarnya di dalam hati nya itu begitu campur aduk diantara sedih atau senang.


Ia juga merasa tidak enak pada Keiles, karena tahta yang dimiliki oleh sahabatnya itu di rebut dirinya sendiri, akan tetapi luka pada saat kejadian itu masih bersarang di dalam hatinya yang membuat Alfin, memilih untuk bertanya dengan raut wajah yang tegang. "Kailes? beserta keluarga besarnya? ada apa?"

__ADS_1


Kailes, langsung mendekat dan memeluk erat sahabatnya itu. "Maafkan aku Alfin! semua perseteruan kita ini adalah perbuatan Keluarga Jonathan."


Seketika ayah Nathan, kebingungan. "Apa yang sedang kau bicarakan Kailes?"


Nathan, langsung datang ke hadapan ayah nya untuk menjelaskan semuanya, dan singkatnya setelah Nathan menjelaskan semua ayahnya juga langsung meminta maaf pada ayah Grisella.


"Eumm... jadi begitu ya? setelah sekian lama kita bermusuhan hanya karna suatu hal kecil? sungguh kita berdua ini adalah sepasang orang tua yang memiliki kesalah fahaman melebihin seorang anak kecil." ujar Ayah Nathan.


"Sudahlah Alfin, lupakan saja hal itu karna yang terpenting sekarang adalah kembalinya hubungan baik diantara kedua keluarga kita." jawab Ayah Grisella.


"Hahaha... kau benar juga Kailes."


"Tidak-tidak... kau tetap harus menjadi wali kota, dan apa yang kau katakan? putra ku dan putri mu? apakah mereka sedang menjalin cinta?" tanya ayah Nathan, yang kebingungan.


"Ya benar sekali, seperti apa yang kita inginkan dahulu sekarang telah terwujud dengan sendirinya." jawab ayah Grisella.

__ADS_1


Nathan, mengeluarkan cincin berlian dari kantung sakunya untuk melamar Grisella di hadapan semua orang. "Grisella... apakah kau mau menikah dengan ku? dan menghabiskan semua sisa hidup mu bersama ku?"


Dengan mata yang berbinar-binar Grisella, tersenyum manis karna bahagia. "Eumm... Ya Nathan, tentu saja aku mau."


Nathan, memasangkan cincin berlian itu di jari manis Grisella. "Terimakasih karna kau telah menerima lamaran ku."


"Aku mencintaimu Nathan! sangat mencintaimu!" seru Grisella, sambil memeluk erat Nathan.


"Hahahaha... iyah aku tau itu, aku juga lebih mencintaimu Grisella." jawab Nathan, yang memeluk balik Grisella.


Setelah pertunangan Grisella, dan Nathan selesai, Rangga dan Aditya dengan segera membuat surat tuntutan pada keluarga Jonathan, atas tunduhan Fitnah, Penggelapan dana perusahaan, dan juga pencemaran nama baik.


Ketika surat itu datang ke rumah keluarga Jonathan dengen seketika Ayah Harry, dan Harry di buat sangat terkejut melihat surat tuntutan tersebut, melihat dendanya yang begitu besar membuat mereka kebingungan untuk dapat terlepas dari tuntutan ini.


"Ayah! bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan?" tanya Harry, yang mulai panik.

__ADS_1


"Tenanglah dulu, aku tau apa yang harus aku lakukan. Sekarang sembunyikan sebagian uang yang ada di rumah ini untuk simpanan." jawab ayah Harry.


Bersambung.....


__ADS_2