
Semua mata seolah terhipnotis oleh kecantikan, dan keanggunan yang di pancarkan oleh Grisella di pesta itu. Aditya, yang menyadari bahwa itu sebenarnya adalah adiknya hanya dapat tersenyum sekaligus merasa bangga dengan adiknya itu.
Grisella, masuk ke dalam aula besar di asrama, dan seketika beribu mata langsung mentapnya.
"Siapa wanita itu? kelihatan nya dia sangat cantik dan menawan." desis para tamu.
"Kau benar, aku akui dia adalah wanita tercantik di pesta ini." jawab tamu lainnya.
Tidak memerlukan waktu yang lama, berita kehadiran Grisella, sang gadis cantik misterius itu terdengar oleh Nathan.
"Nathan... Nathan, kamu tau?! di bawah sana ada seorang gadis yang sangat cantik nan anggun! kamu harus melihatnya." seru Agam.
"Ah kau ini, wanita mana lagi yang akan kamu kenalkan padaku? apakah tidak cukup dengan dua puluh lima wanita yang tadi kamu kenalkan padaku? sudah cukup Agam, aku mohon." jawab Nathan, yang kelihatan nya sangat kelelahan di karenakan kelakuan Agam.
"Astaga! kamu harus melihatnya sendiri sekarang, ayo cepat!" bujuk Agam, dengan sedikit paksaan.
Tiba-tiba Dias, datang dengan tergesa-gesa. "Nathan! Nathan! tebak ada siapa di bawah sana?! semua orang sedang di hebohkan dengan kedatangan seorang gadis yang sangat cantik, dan kecantikan nya itu seketika langsung membuat semua para lelaki di sana ingin mendekatinya. Nathan! ayo lihat."
"Tuh kan, aku tidak berbohong lagi padamu." ujar Agam, yang membenarkan kehadiran gadis cantik itu.
Nathan, menjadi penasaran dengan sesosok gadis cantik yang di sebutkan oleh kedua sahabatnya itu. "Baiklah, ayo kita ke bawah."
Agam, berbisik pada Dias. "Stt... Dias! sepertinya seorang pangeran tampan akan segera bertemu dengan putri cantik nya."
"Kau sangat benar Agam, hahaha." jawab Dias.
"Ayo cepat! kalian berdua sedang apa?" seru Nathan.
"Ah baik-baik, ayo!" jawab mereka berdua secara bersamaan.
Baru saja Nathan akan turun, namun matanya seketika langsung mengarah ke arah Grisella, yang membuat hatinya secara tiba-tiba bergetar. Ia seketika merasa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, walaupun ia tidak tau siapa gadis di balik topeng itu. Namun, ia yakin bahwa hatinya tidak akan pernah salah dalam hal memilih sesuatu.
Nathan, langsung melirik ke satu arah. "Apakah dia orang nya?"
"Iyah benar! dia, yang memakai gaun warna pink, dan topeng biru." jawab Agam.
"Asal kamu tau saja Nathan, bahwa topeng biru langit yang ia pakai sekarang adalah desain satu-satunya topeng yang di buat oleh salah satu membuat topeng terkenal. Aku sangat curiga bahwa sebenarnya dia adalah salah satu anggota keluarga bermarga besar seperti mu." ujar Dias.
__ADS_1
"Ouh topeng biru langit yah? apakah itu real? aku akan pergi ke bawah untuk membuktikan. Kalian berdua ikut aku untuk mengumumkan bahwa acara pertama sudah di mulai." ujar Nathan, yang tanpa basa-basi lagi langsung turun ke lantai satu.
"E-eh tunggu kami!" seru Dias.
"Ckckck... sang pangeran sepertinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putrinya. Dias! tunggu aku." seru Agam, yang langsung mengejar Dias, ke bawah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pengumuman untuk seluruh tamu yang ada di sini, sekarang kami akan mengumumkan bahwa acara ini telah di mulai, di awali dengan pesta minum teh bersama, kami persilahkan. Hadirin semua dapat mengobrol, dan bersenang-senang malam ini." ujar Nathan, yang segera langsung mengumumkan.
"Astaga... dia benar-benar mengumumkan nya sekarang. Padahal yang tertera di dalam jadwal itu sekitar lima belas menit lagi baru di umumkan." ujar Dias.
"Biarkan saja, kamu jangan terlalu tepat waktu, terkadang seseorang akan lebih cepat jika ia menginginkan sesuatu. Aku sebenarnya sudah tau bahwa dia pasti akan langsung jatuh cinta pada gadis cantik itu." ucap Agam, yang bertingkah so genius.
"Hadeuh, dengarkan aku Agam, semua lelaki di sini langsung terpesona saat melihat kecantikan dari wanuta cantik itu, termasuk kamu, dan aku, jadi tentu saja sembilan puluh delapan persen Nathan, pun akan ikut menyukainya."
"Aku hanya menyukainya, namun tidak jatuh cinta padanya, tapi berbeda dengan Nathan, di pasti langsung mencintainya."
"Mana mungkin akan secepat itu bodoh."
"Bagiku itu hanya perumpaan tidak lebih, karna aku belum pernah merasakan jatuh cinta lagi." jawab Dias.
"Ah... !!! sudah tau kamu punya hati yang terkunci rapat, ya pantas saja jika tidak ada seorang pun wanita yang dapat masuk ke dalam nya. Makannya move on dong sama mantan! hahaha... kabur." ujar Agam, yang segera kabur ketika ia mengungkit masalah ketidak mampuan Dias, dalam hal move on dari masa lalunya.
"Dasar manusia tukang ungkit-ungkit masalah! awas saja nanti, akan aku buat kamu tak berdaya lagi hingga tidak bisa bicara!" seru Dias.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara perjamuan teh dan kue akhirnya di mulai. Terlihat jelas di mata Lidia, menunjukan bahwa sebenarnya ia sangat iri pada gadis cantik itu, dengan tatapan tajam nya ia selalu memperhatikan sang gadis dari kejauhan.
"Wanita itu! kenapa dia sangat cantik? sebenarnya siapa dia? apakah dia berasal dari asrama lain? astaga aku sangat iri padanya." ucap Lidia, di dalam hatinya.
"Teman-teman menurut kalian lebih cantik aku atau gadis itu? jawab dengan jujur." tanya Lidia, pada teman- teman nya.
Kedua teman Lidia, seketika langsung kebingungan harus mengatakan apa pada Lidia, karna memang kebenaran nya adalah gadis itu lebih cantik dari pada Lidia, akan tetapi di sisi lain ia meminta mereka berdua untuk berkata jujur.
"Eumm... keduanya sama-sama cantik, kalian berdua hanya berbeda beberapa persen saja." jawab Dhea.
__ADS_1
"Sekitar berapa persen perbedaan yang kamu sebutkan itu?" ujar Lidia, yang kembali bertanya.
Namun, sebelum Lidia, mendengar jawaban Dhea, ia melihat Nathan, yang berjalan menuju ke arah gadis cantik tersebut.
"Nathan! kamu mau kemana?" tanya Lidia.
"Menemui gadis yang ada di sana." jawab Nathan, yang selalu berkata jujur.
"Aku mohon jangan kesana." ujar Lidia, dengan raut wajah sedih.
"Kamu tidak berhak untuk mengaturku, cukup keluargamu dan keluargaku saja yang mengatur ku." ujar Nathan, yang seketika langsung menghiraukan Lidia, dan kembali berjalan menuju Grisella.
"Na-Nathan..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nathan, mulai mendekat ke arah Grisella, dan menunduk padanya untuk memberikan salam. "Hai, aku Nathan."
Melirik ke arah Nathan. "Hai juga, Nathan."
"Boleh 'kah aku mengajak mu berdansa?" tanya Nathan, dengan mengulurkan tangan nya.
"Tapi pesta dansa belum di mulai." jawab Grisella.
"Tak apa, semua acara ada di tangan ku."
"Kamu tidak boleh seenaknya seperti itu dong."
"Aku bukan seenaknya, akan tetapi memang sudah tugas ku untuk mengatur acara ini sesuai dengan apa yang aku ingin kan."
"Hmm kamu cukup menarik, baiklah kalo begitu." jawab Grisella, yang langsung menerima uluran tangan Nathan.
Baru saja beberapa menit perjamuan teh di mulai. Nathan, malah langsung mengajak Grisella, untuk berdansa dengan dirinya, dan pada akhirnya acara selanjutnya pun di mulai yaitu pesta dansa.
Bersambung.....
Jangan lupa Like + Komen + Vote + Share🖤
__ADS_1